
"Perhatian-perhatian! Kepada seluruh tamu undangan mohon tenang, sekarang mari kita saksikan penyatuan Dua Hati yang sedang berbunga-bunga malam ini!" Seru seorang MC melalui pengeras suara, membuat suaranya bergelegar memenuhi ruangan Mansion.
Beberapa menit kemudian Ricard mulai berjalan ke arah tengah ballroom, di tempat itulah acara pertunangan itu akan dilangsungkan.
Kemudian Eyang Netty dan Septi menggandeng Alexa yang berada di tengah-tengah mereka berjalan ke arah Ricard. Dengan diiringi sebuah musik penuh cinta.
Semua mata menyaksikan momen indah tersebut hingga mereka mengabadikan di ponsel masing-masing, karena mereka menganggap ini adalah momen langka yang terjadi di dalam keluarga Eyang Netty, seorang pengusaha Wati tersohor.
Begitupun dengan Saga, sedikitpun ia tidak pernah memalingkan perhatiannya dari arah Alexa, setidaknya ia akan menjadi saksi penyatuan dua hati hari itu.
Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya sendiri Saga merasakan begitu perih bagaikan diiris Sembilu.
Hal yang sama pun terjadi kepada Alexa, walaupun kini ia sedang berhadapan dengan Ricard yang akan menjadi calon suaminya, namun pandangannya tidak pernah terlepas dari saga membuat pandangan mereka saling bertemu, bertatap mata membuat hati mereka saling berharap namun tak dapat bersatu.
"Ricard, ayo sematkan cincinnya di jari Alexa!" perintah Liliana kepada putranya yang tidak berhenti menatap Alexa dengan penuh cinta. Namun ia tidak pernah menyadari kalau pandangan wanitanya itu telah dimiliki pria lain.
Mendengar perintah dari ibunya membuat Ricard meraih cincin yang diberikan oleh ibunya dan menyematkannya dengan lembut di jari Manis Alexa, membuat perasaan Ricard semakin berbunga-bunga.
"Alexa, sekarang giliranmu memakaikan cincin ini di jari Ricard!" Eyang Netty menyuruh Alexa yang hanya diam saja tanpa berniat meraih cincin itu.
Mendengar ucapan Eyangnya Alexa segera meraih cincin yang disodorkan oleh Eyang Netty, lalu memakaikannya pada jari Ricard.
Tangan Alexa terlihat gemetar saat hendak memakaikan cincin itu di jari pria yang sama sekali tidak ia cintai, sedangkan Richard menatapnya dengan penuh cinta.
"Terima kasih sayang, Terima kasih telah bersedia menjadi wanitaku," ucap Ricard dengan bahagia ketika melihat cincin itu telah melingkar dengan gagah di jarinya.
"Aku mencintaimu, Alexa," ucap Ricard lagi sambil mengecup kening Alexa dengan penuh rasa, sedangkan Alexa hanya bisa memejamkan kedua matanya.
Bukan cinta yang ia rasakan melainkan sebuah perasaan bersalah kepada pria itu, karena cintanya bukanlah untuk Ricard, melainkan hanya untuk Saga.
Alexa pun menjawab setelah kecupan di keningnya terlepas, dengan suara Lirih ia berkata,"Aku juga mencintaimu, Saga." sungguh kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Alexa tanpa ia sadari.
Sontak membuat semua orang terutama keluarga Ricard dan Ricard sendiri merasa sangat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari bibir manis Alexa.
Begitupun yang terjadi dengan Saga, ia lebih terkejut lagi ketika Alexa mengucapkan bahwa ia juga mencintai dirinya, hati Saga mulai bertanya-tanya Apakah benar yang dikatakan oleh Alexa ataukah hanya salah ucap belaka.
Rupanya Alexa segera menyadari kesalahannya dengan segera ia berkata, " maksudku Richard, Ricardo Antonio." membuat perasaan Ricard sedikit lega setelah sebelumnya sempat terkejut oleh perkataan Alexa.
"Terima kasih, sayang," ucap Ricard Seraya mengecup jari-jari lembut Alexa.
Semua orang bersorak ria menyaksikan penyatuan dua hati di depan mereka. Jika Ricard dengan Mudah Melupakan apa yang telah dikatakan Alexa tadi, namun tidak dengan ayahnya, Robert.
"Selamat ya sayang akhirnya kalian bertunangan juga," ucap Liliana kepada Ricard putranya.
"Alexa sangat cantik sungguh dia sangat cocok untuk cucuku yang tampan ini semoga kalian berjodoh hingga akhir hayat kalian, " nenek Rima menimpali ucapan menantunya.
Kemudian ia berkata kepada Eyang Netty, "Sekarang kita benar-benar jadi besan, Aku harap dengan bersatunya mereka hubungan keluarga kita akan menjadi semakin dekat dan semakin harmonis."
Eyang Netty pun menjawab, "Semoga saja hubungan yang diawali dengan persahabatan ini akan semakin dekat menjadi sebuah keluarga."
Semua orang merasa bahagia, para tamu pun mengucapkan selamat kepada Alexa dan Ricard secara bergantian begitupun dengan Saga. Dengan menahan rasa sakit di dalam hatinya pria itu melangkah mendekati Alexa yang sedang berdiri bersama Ricard di tengah-tengah ballroom.
"Selamat ya, atas pertunangan kalian semoga kalian bahagia selamanya,"ujar Saga dengan menyembunyikan rasa sakit di dalam hatinya Seraya mengulurkan tangan kepada Ricard.
"Terima kasih kawan, kau telah bersedia meluangkan waktumu untuk menghadiri acara pertunangan kami, semoga dengan disaksikan dirimu pertunangan ini akan menjadi sebuah awal yang bahagia." Jawab Ricard Seraya menyambut uluran tangan Saga secara bergantian dengan Alexa.
"Terima kasih Saga, " ucap Alexa lirih.
Kemudian Saga mohon pamit karena ia tidak kuasa lagi menahan rasa sedih di dalam hatinya, sebelum air mata itu benar-benar jatuh, Saga telah berlalu keluar dari Mansion mewah itu.
Akan tetapi sebelum ia benar-benar meninggalkan mansion itu saga menangkap sebuah gelagat aneh dari seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari Alexa.
Membuat Saga mengurungkan niatnya, ia lebih memilih untuk tetap di sana mengawasi wanita itu.
Tiara berusaha untuk memberi isyarat kepada Saga, agar segera mengetahui bahwa itu adalah dirinya.
Perlahan Tiara mulai melangkahkan kaki berjalan mendekati Saga, ia berharap Saga akan mampu mengenalinya dan memberikan pertolongan kepadanya dan juga Sakti.
Namun, sebelum Saga melihat isyaratnya kalung yang melingkar lehernya tiba-tiba mengeluarkan aliran listrik yang cukup membuatnya hampir terjatuh karena terkejut.
Kemudian ponselnya berbunyi sebuah notifikasi masuk di beranda ponselnya. Tiara membuka pesan itu yang ternyata dari Raisa.
"Jangan coba macam-macam kalau ingin kau dan Putra buat selamat karena saat ini putramu sedang menderita jadi jika kau berani macam-macam maka nyawa putramu akan melayang."
Membuat Tiara mengurungkan niatnya, dan kini ia kembali ke tempatnya semula. Hal itu semakin membuat Tiara marah.
Meskipun di dalam hatinya ia merasa begitu marah kepada Saga, karena pria itu lebih mementingkan untuk menghadiri pesta pertunangan itu dibandingkan dengan mencari keberadaan dirinya dan Sakti.
'Waktumu selalu banyak untuk Alexa, sedangkan untukku dan Sakti kau tidak memiliki waktu luang sama sekali, Apakah kau pernah mencari kami? Apakah kau pernah merasa kehilangan kami? Apa kau pernah bertanya-tanya ke mana Kami pergi?'
Setidaknya itulah pikiran Tiara saat itu. Tanpa ia sadari tangannya terkepal dengan erat menunjukkan kemarahannya