
Dimension Ricard tampak seluruh anggota keluarga sedang duduk menunggu kedatangan Ricard dan Alexa, semua menunggu dengan perasaan cemas termasuk Eyang Netty yang baru saja tiba di negara itu.
"Bagaimana ini? bagaimana jika terjadi sesuatu kepada mereka apa yang harus kita lakukan?" Tanya Eyang Netty kepada seluruh orang di sana. Ia begitu tampak khawatir. Memikirkan nasib cucunya di luar sana, sungguh Eyang Netty tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada cucunya itu. Cukup selama ini Alexa hidup menderita ia Eyang Netty tidak ingin hal itu terjadi lagi.
"Tenanglah semua pasti akan baik-baik saja, sekarang tenangkan dirimu. Minumlah agar hatimu Sedikit merasa tenang" sahut Nenek Rima berusaha menenangkan sahabat sekaligus calon besannya.
"Iya Tante, jangan terlalu banyak pikiran nanti tante bisa sakit sebentar lagi Ricard pasti akan membawa Alexa kembali." Liliana juga ikut menghibur Eyang Netty. Ia duduk di samping wanita paruh baya itu.
Sementara Robert dia berjalan mondar-mandir sebentar ke depan sebentar kemudian ke belakang pikirannya tengah kalut karena sampai saat ini putranya belum menghubungi dirinya.
"Apa yang sedang terjadi? Mengapa Ricard belum menghubungiku, apakah terjadi sesuatu kepada mereka? Oh Tuhan, selamatkanlah mereka, kembalikanlah mereka kepada kami dalam keadaan baik-baik saja, " gumam Robert Seraya honda-mandir wajahnya begitu tegang memikirkan Ricard dan Alexa.
"Hei, duduklah Robert yakinlah sebentar lagi mereka pasti pulang aku percaya itu. Keajaiban akan membawa mereka kembali ke dalam keluarga ini!" Seru nenek Rima kepada putranya, karena sejak tadi hanya mondar-mandir di tempat itu.
"
Iya suamiku, Mama benar duduklah kemari yakinlah mereka pasti pulang." Timpal Liliana berusaha ikut menenangkan suaminya, walaupun sebenarnya di dalam hati ia merasakan hal yang sama.
Di saat semua orang sedang cemas memikirkan mereka, Ricard dan Alexa tiba di tempat itu dengan mengendarai mobil yang sebelumnya disembunyikan oleh Saga di tengah hutan.
Dengan penuh rasa bahagia Ricard membawa pulang Alexa.
TAP.
TAP.
TAP.
Suara langkah kaki Ricard dan Alexa terdengar begitu berirama di telinga keluarganya, sontak membuat mereka segera menyambut kehadirannya. Raut wajah kebahagiaan terpancar di wajah mereka termasuk nenek rima dan Eyang Neti yang saling berpelukan karena merasa begitu bahagia cucu-cucu mereka telah kembali dengan selamat.
"Syukurlah kalian kembali dengan selamat Kami merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk kepada kalian." ucap Nenek Rima kepada Richard dan Alexa yang baru saja menginjakkan kaki mereka di teras mention tersebut.
"Lihatlah Eyang Netty begitu khawatir memikirkan kalian," ucap Liliana dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya melihat kedatangan Putra dan calon menantunya tiba di Mansion itu dengan selamat.
"Aku percaya Putraku yang hebat ini pasti akan membawa pulang calon menantuku dengan selamat ke Mansion ini." ujar Robert yang juga tak kalah bahagia melihat putranya kembali tak kurang satu apapun.
Mereka semua menyambut kedatangan Ricard dan Alexa tanpa memberikan kesempatan kepada mereka berdua untuk berbicara sedikitpun.
"Eyang, Kapan Eyang datang?" tanya Alexa Saat kedua matanya menangkap sosok seorang wanita paruh baya di antara keluarga Ricard. Alexa langsung memeluk Eyang Netty dengan penuh kebahagiaan, begitu pula Eyang Netty membalas pelukan cucunya dengan erat.
"Baru saja tiba Alexa, Eyang tidak bisa tenang sebelum melihat keadaanmu dengan mata kepalaku sendiri" jawab Eyang Netty dengan penuh kebahagiaan.
"Ayo kita masuk biarkan mereka beristirahat kurasa mereka pasti cukup kelelahan setelah menempuh perjalanan yang panjang," ucap nenek Rima melerai pelukan Eyang Netty dan Alexa.
Kemudian memeluk Alexa dengan penuh kebahagiaan.
Seluruh keluarga pun membawa Ricard dan Alexa memasuki mention itu, kini kebahagiaan menghiasi hati mereka setelah kecemasan melanda membuat hati mereka terasa risau dan cemas Alexa merasa tidak enak hati terlalu lama berada di tempat itu, setelah beberapa menit Ia pun mengajak Eyang Nettyi kembali ke apartemen miliknya.
"Eyang, mari kita kembali ke apartemen." Ajak Alexa kepada Eyang Netty.
"Oh tidak, aku tidak akan membiarkan kalian kemana-mana, lebih baik kalian di sini demi keamanan kalian berdua." Bukannya dan Eyang Netty yang menjawab melainkan nenek Rima yang tanpa sengaja mendengarkan obrolan di antara Alexa dan Eyang Netty.
"Tidak nenek, kami tidak ingin merepotkan semua orang di keluarga ini" jawab Alexa menolak.
"Jangan Pergi! Tetaplah disini kami akan merasa sangat terhormat jika kalian berdua tinggal di Mansion ini, Bukankah ini juga mention kalian karena walau bagaimanapun sebentar lagi kau dan Ricard akan segera bertunangan" ucap Liliana kepada Alexa.
Alexa hanya diam tanpa ingin menjawab perkataan Liliana yang bisa dibilang adalah calon ibu mertuanya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Liliana sebentar lagi kalian akan melangsungkan pertunangan kalian karena kami tidak ingin hal yang buruk terjadi kepada dirimu lagi," nenek Rima menimpali ucapan menantunya.
Mendengar hal itu bukan main senangnya hati Ricard, karena sebentar lagi acara pertunangan yang tengah ia nantikan selama ini, akan tiba masanya menghiasi hidupnya. Sedangkan Alexa hanya diam dengan kepala tertunduk, hatinya merasa Bimbang, jujur, ia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Ricard yang Hanya dianggap sebagai sahabatnya, karena sesungguhnya hati dan pikirannya hanyalah milik Saga.
"Mengapa diam saja Nak, Apakah kau tidak ingin bertunangan dengan cucuku?" Tanya nenek Rima menatap lekat ke wajah Alexa, seolah-olah ia mampu memahami sikap dan perasaan Alexa.
"Tidak, mana mungkin cucuku menolak dijodohkan dengan pria tampan seperti Ricard, yang tidak hanya tampan dia juga pemuda yang sukses di usianya yang masih muda." sahut Eyang Netty sebelum Alexa menjawabnya karena ia tidak ingin Alexa mengatakan yang tidak tidak yang akan menggagalkan rencana perjodohan yang telah Ia rencanakan sejak awal.
"Syukurlah, Kami sangat senang jika Alexa bersedia bertunangan dengan cucuku karena selama ini belum pernah ada seorang wanita pun yang berhasil memasuki ruang hatinya hanya Alexa satu-satunya wanita yang berhasil merebut kepingan hati Ricard."ucap nenek Rima dengan penuh kebahagiaan di dalam hatinya, karena sebentar lagi impiannya untuk menjalin silaturahmi lebih dekat dengan keluarga Eyang Netty akan segera menjadi nyata.
" Mari ikut, kuantar ke kamarmu agar kau bisa beristirahat di sana, karena aku yakin kau pasti merasa sangat lelah," ajak Liliana kepada Alexa dan Eyang Netty yang juga telah disediakan kamar untuknya.
"Terima kasih Tante, atas kebaikan kalian kepadaku" ucap Alexa karena tidak mungkin baginya untuk menolak oleh karena itu yang memutuskan untuk menerimanya saja, lagi pula mereka semua tidak akan membiarkan dirinya menolak ajakan mereka.