
Suasana malam itu sangat indah, bintang-bintang bertaburan dilangit. Menghiasi sang jagad dengan gemerlapnya.
Malam itu, suasana di mansion Pak Hendra tampak sedang ramai, banyak orang-orang berlalu-lalang menambah meriahnya suasana.
Semua orang itu adalah kerabat dari Pak Hendra serta Eyang Netty,orang tua Bu Lusi pun hadir malam itu, ia ingin menyaksikan acara syukuran untuk cucunya yaitu, Tiara. Karena ia belum mengetahui kebenaran tentang Alexa.
Di tengah keramaian itulah, Alexa turun dari mobil mewah, dengan gaya yang sangat anggun. Penampilannya pun sangat menarik, dress berwarna hitam setinggi lutut, dengan belahan dada agak rendah menampilkan postur tubuhnya yang putih bersih tanpa noda sedikitpun.
Tidak heran jika selama di perjalanan Alexa menyita seluruh perhatian Saga yang hanya tertuju padanya. Saga merasa beruntung bisa memiliki gadis secantik Alexa, walau ia tidak berniat untuk memiliki Alexa selamanya.
Oma Hesti dan juga Raisya hadir di dalam acara itu, seluruh perhatian orang-orang hanya tertuju kepada Alexa, dikarenakan kecantikan yang dimiliki oleh Alexa sangatlah menawan.
Pak Hendra dan Bu Lusi menyambut mereka semua dengan penuh kebahagiaan, terlebih lagi ketika Bu Lusi melihat Saga hadir dalam acara itu, ia melebarkan senyumnya. Sebuah rencana yang disusun secara rapi, akan selesai malam ini.
Semua tamu saling bertukar sapa, saling berbincang satu sama lain. Kecuali Alexa, ia yang tidak mengenal siapapun disana, kecuali keluarganya dan keluarga Pak Hendra. Oleh karena itu, Alexa lebih memilih untuk berdiam diri saja.
Tiara dengan anggun menuruni tangga, langkah demi langkah terdengar berirama. Sebuah senyuman manis ia layangkan ke segala arah, hingga pandangannya hanya tertuju kepada Saga, pria gagah dan tampan itu sedang berbincang dengan keluarga dari Pak Hendra.
Senyuman Tiara semakin merekah, ketika Saga juga membalas tatapannya. Namun, tatapan yang berbeda, tidak seperti ketika menatap Alexa.
Tiara langsung berbaur dengan para tamunya, dengan ramah ia menyapa setiap individu.
"Tiara, apa kabarmu?" Alexa menyapa dengan senyum khas nya.
"Baik kakak, kabar kakak bagaimana?" Tiara membalas dengan bertanya.
Alexa merasa begitu senang, akhirnya Tiara mengakui dirinya sebagai kakak kandungnya. Dengan senyum manis ia menjawab,
"Baik juga, maaf ya aku tidak bisa menjenguk mu sewaktu di rumah sakit."
"Tidak apa-apa kak, kakak sudah menikah pastinya sangat sibuk." senyum lebar mengembangkan di bibir Tiara.
Sekilas keduanya terlihat sangat akrab dan itu mencuri perhatian seorang Ibu-ibu yang telah lanjut usia.
"Tiara! apa kabarmu sayang!" seru Ibu-ibu itu.
"Eyang! Kapan Eyang datang!" Tiara sangat senang melihat neneknya datang.
"Gadis ini siapa Tiara? Dia teman mu? Kenapa kamu memanggilnya kakak?" tanya Eyang bertubi-tubi.
Tiara tersenyum mendengar pertanyaan dari Eyang nya.
"Kenalin Eyang, ini kak Alexa! Kak Alexa kenalin ini Eyang," Tiara dengan lihainya bersandiwara di depan semua orang.
"Alexa," ucap Alexa mengulurkan tangan kanannya ke arah Eyang.
"Panggil saja Eyang Netty," jawab Eyang Netty dengan membalas uluran tangan Alexa.
"Kau sangat cantik nak, sekilas kau mengingatkan ku pada putri pertama ku yang pergi entah kemana, belasan tahun yang lalu," ucap Eyang Netty dengan raut wajah yang menunjukkan kesedihan.
Sebenarnya dulu sebelum Bu Rianti menikah dengan Pak Hendra, Eyang Netty telah memperingatkan putrinya itu, agar membatalkan rencana pernikahan mereka. Dikarenakan Eyang Netty telah mengetahui hubungan diantara Bu Lusi, putri keduanya dengan Pak Hendra.
Mereka berselingkuh di belakang Bu Rianti.
Pak Hendra yang sedang berbincang dengan Saga, melihat ibu mertuanya berbicara dengan Alexa, segera menghampiri keduanya.
"Maaf tuan Saga, Saya pergi dulu," ucap Pak Hendra seraya pergi. Dan Tiara yang secara kebetulan melihat Saga sedang sendirian, segera menghampirinya.
"Mami!" seru Pak Hendra lalu menyalami tangan Eyang Netty.
"Ayah!" kedatangan Pak Hendra, sontak membuat Alexa memanggilnya. Dan itu membuat Eyang Netty terkejut.
"Apa? kau memanggilnya Ayah?" tanya Eyang Netty di dalam kebingungannya.
"Dia putriku Mami, dia putri Rianti!" jawab Pak Hendra mewakili putrinya.
"Dia Putri Rianti? Itu artinya dia cucuku?" air mata Eyang Netty mengalir begitu saja. Antara percaya dan tidak,yang jelas ia merasakan kebahagiaan yang tidak terhingga.
"Panggil aku Eyang! aku Eyangmu!" Eyang Netty merentangkan kedua tangannya, sontak membuat Alexa yang telah berurai air mata segera menghambur ke dalam pelukan Eyang Netty.
"Eyang…," suara Alexa diantara isak tangisnya.
Dan, tangisan itu semakin keras ketika Eyang Netty mengetahui kenyataan bahwa putri kesayangannya telah tiada.
"Rianti… !" sontak suara tangisan Eyang Netty mengalihkan perhatian semua orang.
Melihat hal itu, Bu Lusi segera bersandiwara dengan menghampiri ibu dan keponakannya. Ia pun ikut berpura-pura menangis.
"Sabar… Mam, sabar… mungkin sudah seperti ini nasib kak Rianti, hiks… hiks… !" tangisan palsu Bu Lusi menambah suasana semakin sedih. Tangan Bu Lusi hendak memeluk ibunya. Namun, di hempaskan oleh Eyang Netty.
Eyang Netty menatap Bu Lusi dengan tatapan kebencian, ingin rasanya ia mengatakan dialah dalang dari semua ini, dialah penyebab kehancuran rumah tangga kakaknya. Namun, Eyang tidak akan pernah tega, melihat Tiara yang tidak tahu apapun tentang kedua orang tuanya ikut merasakan kesedihannya.
Oleh karena itu, Eyang lebih memilih untuk berdamai dengan keadaan. Namun, tidak dengan harta warisannya yang keseluruhannya telah ia atas namakan dengan nama Rianti. Dan, secara tidak langsung Eyang telah memberikan seluruh harta warisannya kepada Alexa.
"Eyang, lupakan saja semuanya, aku sudah ikhlas dengan apa yang telah terjadi." ucap Alexa menenangkan Eyang Netty.
"Jadi, gadis yang dinikahi oleh Saga Hawiranata Kusuma, adalah cucuku sendiri." lirih Eyang dengan tatapan fokus kepada Alexa.
Memang, pernikahan antara Saga dan Alexa tempo hari di tayangkan di stasiun televisi secara langsung, hingga banyak masyarakat yang mengetahui akan hal itu.
Begitupun yang terjadi pada Eyang, ia mengikuti acara itu hingga selesai karena menyukai sepasang pengantin yang cantik dan tampan, sangat serasi di pelaminan.
"Dimana suamimu?" Eyang Netty bertanya karena sejak tadi, ia tidak melihat suami dari cucunya itu.
"Dia… ada disini Eyang!" jawab Alexa seraya melemparkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari sosok suaminya berada.
Dan, tampak olehnya, Saga sedang berbincang-bincang bersama Tiara di pojok sudut ruangan, dengan penuh kehangatan.
Melihat pandangan Alexa berhenti, Eyang Netty pun mengikuti arah pandangan cucunya. Dan, terlihatlah olehnya, apa yang telah dilihat oleh Alexa.
"Ya Tuhan, semoga saja yang telah terjadi tidak akan terulang lagi." lirih Eyang ketika melihat kehangatan diantara Saga dan Tiara.
Tiara memang pintar dalam bersandiwara, canda tawa palsunya selalu membuat semua orang cepat akrab dengannya, apalagi orang itu adalah Saga, pria yang telah menjadi targetnya. Tiara akan melakukan apapaun demi mencapai semua keinginannya.