Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 41


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Alexa telah bersiap, berdandan rapi karena hari ini ia akan berangkat ke dubai. Sesuai permintaan Eyang Netty.


Kini penampilan Alexa telah jauh berubah, jika dulu ia hanya seorang gadis desa yang selalu ditindas, maka saat ini ia bagaikan seorang putri di istana raja. Apapun yang Alexa perintahkan selalu di patuhi oleh para pelayannya.


Selama tinggal bersama Eyang nya, Alexa bahkan tidak pernah pergi ke dapur. Jika di mention Saga, ia harus memasak. Maka disini Alexa hanya tinggal memerintah saja apapun yang ia inginkan.


Bahkan kepribadiannya, kini jauh berbeda. Jika dulu Alexa adalah gadis yang polos dengan segala ketidaktahuannya, kini ia telah berubah menjadi wanita yang cantik cerdas dan energik.


"Cantik sekali lagi ini, mau kemana Lexa?" tanya Mbok Mirah, saat itu mereka sedang berada di meja makan.


"Mau ke Dubai Mbok!" jawab Alexa dengan senang, karena baru pertama kalinya ini ia akan pergi ke kota itu.


Kota Dubai adalah kota terpadat di negara Uni Emirat Arab dan merupakan Ibu kota Emirat Dubai. Kota Dubai terletak di sepanjang pantai jazirah arab dan di selatan teluk Persia. Dubai adalah salah satu tujuan wisata paling populer di dunia. Karena keindahan dan juga memiliki hotel bintang lima terbanyak kedua didunia serta bangunan tertinggi di dunia yang disebut Burj Khalifa.


"Kenapa jauh sekali, Mbok pasti akan merindukanmu," ucap Mbok Mirah, kini raut wajahnya berubah.


"Mbok tidak usah sedih, walaupun Lexa jauh tapi Lexa akan sering-sering menghubungi Mbok!" Alexa berusaha menghibur Mbok Mirah yang merasa keberatan ditinggal olehnya.


"Mbok Mirah harus mendukung semua keputusan Alexa, ini demi kemajuan perkembangan dirinya." Eyang Netty pun ikut menasehati Mbok Mirah, agar tidak merasa sedih ketika ditinggal oleh Alexa nanti.


Eyang Netty mengerti bagaimana perasaan Mbok Mirah kepada Alexa uang telah dianggap seperti anak kandung sendiri. Kasih sayangnya pun tidak diragukan lagi, Mbok Mirah menyayangi Alexa sepenuh hatinya.


Oleh karena itu, Eyang Netty selalu bersikap baik kepada Mbok Mirah, bahkan telah ia anggap sebagai saudara sendiri. Maklum, Eyang Netty tidak memiliki saudara di kota itu. Jadi, kehadiran Mbok Mirah bisa menemani Hari-hari nya yang sepi. Apalagi suaminya telah lama meninggal dunia.


"Iya Nyonya, Saya akan terus mendukung semua yang terbaik untuk Alexa." sahut Mbok Mirah dengan sebuah senyuman, kini raut kesedihan sudah tidak terlihat lagi di wajahnya.


"Aku berjanji kepada Eyang dan Mbok, aku akan menjadi orang sukses di masa depan, dan aku akan merampas kembali perusahaan Ayah, dan tanah Mbok yang telah mereka jadikan tempat pembangunan pabrik! Aku janji Mbok!" Alexa mengepalkan tangannya.


Alexa sangat merasa kecewa ketika ia mengetahui bahwa Saga menikahi dirinya hanya demi sebuah skala prioritas.


Namun, didalam hati kecil Alexa masih tersimpan cinta untuk seorang pria yang bernama Saga Hawiranata Kusuma.


Akan tetapi, Alexa bertekad untuk melupakan setiap kenangan bersama pria itu.


Setelah selesai makan, Alexa segera berpamitan kepada Eyang dan Mbok Mirah. Sedangkan para pelayan telah mendorong beberapa kopernya ke dalam mobil.


"Aku berangkat dulu ya Eyang, Mbok!" ucap Alexa seraya memeluk dan mencium kedua pipi Eyang Netty dan Mbok Mirah secara bergantian.


"Hati-hati Alexa, jaga dirimu baik-baik!" pesan Mbok Mirah sebelum Alexa benar-benar pergi.


"Pasti! Mbok tenang saja!"


"Alex pergi dulu Eyang!"


"Ya, jaga diri baik-baik, disana akan ada seseorang yang akan membantumu!" seru Eyang, sedangkan Alexa telah berada di dalam mobil.


Air mata Mbok Mirah menetes karena terharu melihat perjalanan hidup Alexa. Sedari kecil hidup dalam serba kekurangan hingga ditinggal ibunya tercinta untuk selama-lamanya, dan ketika bertemu dengan Ayah kandungnya, Alexa justru dijadikan alat untuk melunasi semua hutangnya, dan yang paling menyakitkan, pria yang menikahi dirinya hanya menjadikan Alexa sebagai tameng untuk mencapai semua keinginannya.


Sungguh sebuah perjalanan hidup yang sangat rumit. Mbok Mirah adalah satu-satunya saksi mata perjuangan hidup Alexa.


"Mbok doakan, semoga masa depanmu cerah Alexa," lirih Mbok Mirah.


"Aamiin!" seru Eyang Netty mengaminkan doa Mbok Mirah.


Selama di perjalanan Alexa hanya terdiam, sesekali ia menyeka air mata yang terus menetes dari kelopak matanya.


"Kamu pasti telah bahagia bersama Tiara, saat ini kamu pasti telah bahagia bermain bersama anakmu, Saga," lirih Alexa, masih teringat olehnya, antara percaya atau tidak, yang jelas kenyataannya Saga telah memiliki anak dari wanita lain, yaitu adiknya sendiri.


Alexa meraih sebuah buku diary, disanalah ia menuliskan semua curahan hatinya.


{ SEPOTONG SAJAK CINTA }


kulempar kangen pada ngarai


Terhempas bergulingan di jurang


Tak terdengar gema walau tereak


Kutahan rasa nyeri walau sesak di


Dada......ku ulang panggil namamu


Tak satupun bebatuan merasakan


Desir semilir menghantarku pada


Ketenangan........


Kumerangkak menggapai rerumputan tuk berjuang ke atas


Lembah terasa lembab dan curam


Kuberharap tupai dan kelelawar


Menggambarkan kecerian adanya cinta


Walau itu tak mungkin terjadi


Aku hanya ada di palung hatimu..kangen


Disudut malam kutiupkan rindu pada bintang.....


Dingin menghapus lamunan itu aku pasrah.........


Aku masih seperti dulu tanpa berubah sedikitpun tuk mencintaimu.....


Wahai gemerlapnya malam sampaikan rinduku untuknya ....


Aku selalu menunggu di bangku tua itu di sudut taman tanpa goyah


Kalo sampi fajar menyingsing wajahmu tak hadir........


Berarti kau bahagia disana dengan pilihanmu.....


Aku tetap disini merajut mimpi tentangmu


AKU RINDU AKU TETAP MENYAYANGIMU TANPA LELAH


aku berharap ada cinta lain yang singgah di hatiku .....tapi itu kamu bukan yang lain.