Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?
(IGT) CHAPTER 57


Saga kembali ke tanah air tercinta Indonesia bersama dengan Bu Lalika, ingin segera rasanya Saga tiba di Indonesia karena ia ingin segera menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang putra dari keluarga Hawiranata Kusuma.


Tekad Saga sudah bulat ia ingin segera memberikan pelajaran dan hukuman yang setimpal kepada kakaknya tercinta yaitu, Raisya. karena dialah hidupnya dan hidup semua orang hancur tak bersisa. Terlebih lagi ketika ia mengingat kematian sangat Ayah dan Oma Hesti bukanlah hal yang wajar. Baru ia mengetahui dari semua penjelasan Irwan kalau Ayahnya meninggal bukan karena serangan jantung melainkan karena Raisya yang telah membunuhnya dengan menutup wajah Ayahnya dengan menggunakan bantal.


Sehingga membuat Ayahnya tidak bisa bernafas hingga pada akhirnya beliau meninggal. Sedangkan Oma Hesti penyebab meninggalnya bukan karena Alexa, melainkan karena Raisya yang telah mendorongnya hingga terjatuh dan kepala Oma Hesti membentur lantai hingga meninggal karena mengalami gegar otak.


Dari semua kebenaran itu, saga mulai belajar bahwa tidak semua orang yang ia sayangi dan ia cintai akan membalasnya dengan kasih sayang dan cinta pula.


Melainkan ada kalanya mereka akan menusuk dirinya dari belakang hingga tanpa ia sadari seluruh hidupnya kini telah hancur lebur tak bersisa.


Bahkan kisah cintanya Kini pun miris sangat memilukan, wanita yang tulus mencintainya kini telah berada dalam pelukan pria lain hingga tidak mungkin bagi Saga untuk meraih cinta Alexa kembali.


Oleh karena itu saga lebih memilih untuk melepaskan Alexa demi kebahagiaannya, mungkin dengan bersama Ricard kehidupannya akan berubah lebih bahagia dan lebih berarti. Tidak seperti ketika bersama dengan dirinya dikucilkan, dihina dan disia-siakan.


Helikopter geng mafia mengantarkan Saga hingga tiba di mansionnya. Helikopter itu terbang berputar-putar di tepat di atas Rooftop mention Saga, kemudian mendarat di atas Rooftop itu untuk memudahkan Saga dan Bu Lalika turun dari helikopter itu.


Saga sengaja menggunakan helikopter itu agar cepat sampai di negaranya dan agar lebih cepat pula ia menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.


"Kabari kami, Jika kau membutuhkan bantuan dari kami, kami semua akan siap dan selalu siaga untukmu!" Ujar Thomas sebelum helikopter itu terbang kembali ke negara asalnya.


"Tentu kawan, kalian semua adalah orang pertama yang akan aku hubungi ketika aku membutuhkan bantuan dari kalian. Namun, untuk sementara ini biarkan aku sendiri yang turun tangan menyelesaikan semua masalah ini, tugas kalian jagalah tawanan kita yang di sana jangan sampai mereka melarikan diri termasuk Irwan!" Sahut Saga seraya memberi perintah. Dengan rahang yang mengeras, kemarahannya kembali memuncak ketika mengingat penghianatan itu dilakukan oleh kakak dan kakak iparnya.


"Terima kasih nak, Thomas dan semuanya Ibu doakan semoga kalian semua selamat sampai tujuan serta selalu sehat.


Semoga kalian semua selalu berada dalam lindungan Tuhan, orang baik seperti kalian Semoga selalu dilimpahkan rahmatnya,"ucap Bu lalika penuh haru menyaksikan kesatuan dan kekompakan geng mafia the red rooster yang sangat solid dalam melakukan misinya.


Tidak heran jika geng mafia The Red rooster menjadi geng mafia yang sangat ditakuti dan disegani di seluruh dunia.


"Terima kasih Bu atas doanya, kami harus kembali ke markas banyak tugas yang harus kami lakukan di sana," ujar Thomas Seraya menghidupkan kembali mesin helikopter dan siap untuk lepas landas.


Saga dan Bu Lalika menuruni tangga yang menghubungkan antara Rooftop dan ruang dalam mention mewah itu. Suasana begitu sepi tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya suasana begitu sunyi tidak ada suara ataupun pergerakan sesuatu di sana.


"Aneh, tidak biasanya mention dalam keadaan kosong seperti ini di mana mereka? Di mana Tiara dan Sakti? Mengapa mereka tidak terlihat di mana-mana? Dan juga kak Raisya di mana dia?" Gumam Saga merasa bingung karena tidak biasanya mention itu dalam keadaan kosong melompong seperti ini.


"Mungkin mereka sedang pergi keluar, atau ada acara sesuatu yang tidak kau ketahui" sahut Bu Lalika ikut menyusuri ruangan mention itu seraya melihat-lihat keadaan Mansion yang masih sama seperti dulu saat ia masih tinggal di sana. Penuh kebahagiaan dan kebersamaan.


"Entahlah, aku akan periksa kamar Kak Raisya dulu, siapa tahu aku mendapatkan petunjuk dari sana," ucap Saga seraya berlalu menuju kamar kakaknya dan apa yang ia dapat saat ia membuka pintu kamar itu, suasana pun sama sunyi dan sepi tidak ada tanda-tanda ada orang di sana


"Sial, rupanya kak Raisya sudah mengetahui kalau aku mengincarnya dan sekarang ia melarikan diri, ini pasti karena Irwan pasti dia yang telah memberikan informasi kepada Kak Raisya kalau aku telah mengetahui semuanya!" Geram Saga Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat, Ingin rasanya ia menghantamkan kepalan tangan itu kepada Benda apa saja yang ia temui. Namun, ia urungkan karena Ia berpikir itu hanya akan membuang-buang energinya saja.


Kemudian Saga pergi memeriksa kamar Sakti dan juga Tiara. Namun, tidak ada satupun orang di sana bahkan kamar itu terlihat berantakan sepertinya telah terjadi sesuatu di sana sebelum ia tiba.


"Oh Tuhan, apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa semuanya berantakan seperti ini? Apa mungkin Kak Raisya membawa kabur Tiara dan Sakti atau Kak Raisya menjadikan mereka sebagai tawanan.


"Oh tidak, ini tidak boleh terjadi Sakti tidak bersalah dia tidak boleh menjadi korban selanjutnya atas perbuatan Kak Raisya," gumam Saga dengan panik.


Kini berbagai dugaan bersarang di kepalanya membuat ia semakin khawatir dengan keadaan itu, ia tidak ingin hal buruk kembali terjadi seperti yang telah menimpa Ayah dan Omanya.


Karena Raisya tidak akan segan-segan untuk melakukan apapun keinginannya kepada mereka. Raisya tidak akan segan-segan menyiksa mereka karena ia bukanlah manusia baik-baik melainkan ia telah diperbudak oleh nafsu demi menguasai semua harta.


"Maaf Ma, kita tidak bisa tinggal di sini, mention ini terlalu bahaya untukmu bisa saja Kak Raisya sewaktu-waktu kembali untuk membalaskan dendamnya kepada kita, mari aku antarkan mama ke rumah kakekku, aku rasa di sana Mama akan lebih aman," ucap Saga karena ia tidak ingin Bu Lalika kembali menjadi korban dari Raisya dan Irwan.


Cukup sudah bertahun-tahun Bu Lalika menderita karena ditawan oleh mereka dan kini Saga tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi lagi. Walaupun Raisa adalah kakak kandungnya namun keadilan harus tetap ditegakkan.


"Baiklah mama ikuti saja saranmu" jawab Bu Lalika pasrah.