
Dengan mengendarai mobil hasil dari rampasan yang dilakukan oleh anak buah Irwan. Mereka mencegat seorang tamu undangan yang di undang oleh Eyang Netty untuk menghadiri acara pertunangan Alexa dan Ricard.
Mereka tidak segan-segan membunuh dan membuang mayatnya ke dasar jurang, untuk menghilangkan jejak. Sedangkan seluruh identitas dan mobilnya dipakai oleh Tiara. Dan itu semakin mempermudah Tiara untuk datang ke acara tersebut.
Tiara pergi ke Mansion Alexa dengan berbagai rencana yang telah disusun rapi oleh Raisya. Dengan menggunakan gaun panjang serta memakai topeng membuat Tiara Tidak dikenali oleh siapapun.
Tiara melangkah memasuki mansion dengan gaya yang sangat Anggun hingga Eyang Netty sendiri tidak mengenalinya, Eyang Netty tidak menyadari kalau wanita yang sedang berdiri tidak jauh darinya adalah cucunya sendiri.Kedua mata Tiara selalu awas mengamati setiap pergerakan di sekitarnya, Ia tetap berusaha untuk tetap Waspada.
Sepasang matanya mencari-cari sesuatu namun, pada akhirnya ia bernafas dengan lega ketika tidak menjumpai orang yang dicarinya yaitu Pak Hendra dan Bu Lusi, bukan tidak mungkin Jika mereka berada di tempat itu maka penyamarannya akan terbongkar karena mereka adalah orang tuanya yang senantiasa akan dengan mudah mengenali dirinya.
'Acara sebesar ini mengapa Papa dan Mama tidak ada di sini? Apakah Eyang tidak mengundang mereka? Tapi untunglah mereka tidak ada di sini kalau tidak penyamaranku pasti akan terbongkar,' pikir Tiara.
Tak lama kemudian semua mata tertuju ke arah Alexa yang sedang berjalan menuju ke tempat di mana akan berlangsungnya acara pertunangan itu, tampak Alexa berjalan dengan menunduk tanpa berani memandang ke seluruh ruangan.
Tiara yang melihat Alexa dalam sosok yang sangat cantik dan anggun bagaikan seorang Ratu, timbul rasa iri di dalam hatinya, Jika saja ia tidak memakai topeng maka akan dapat dipastikan wajahnya yang telah memerah karena rasa iri akan terlihat jelas.
Dengan tatapan penuh kebencian Tiara berkata,"Kau memang cantik kak, kau memang Anggun, tapi sayang sebentar lagi Semua itu akan sirna dari dirimu karena aku akan membawamu ke tempat di mana seharusnya kau berada. Kau tidak pantas berada di sini, harusnya aku Kak. Harusnya Aku yang menguasai semua harta Eyang!" geram Tiara tetapi ia tidak bisa melakukan apapun selain hanya menggerutu secara diam-diam.
"Alexa sayang, cantik sekali kau Nak, sungguh beruntung Putraku bisa memiliki wanita seperti dirimu," ucap Liliana menyambut kedatangan Alexa sebagai calon menantunya.
Mendengar pujian itu Alexa hanya terdiam tanpa senyum di wajahnya. Tak ada seorangpun yang akan bisa memahami perasaannya di tempat itu kecuali hanya Mbok Mirah. Namun, apalah daya Mbok Mirah tidak dapat melakukan apapun untuk membantu Alexa.Dia hanya berharap semoga pertunangan ini akan membawa kebaikan bagi semua orang.
Di antara banyaknya para tamu, tiba-tiba seorang pria tampan dan bertubuh tegap menarik perhatian para tamu, Pria yang tidak lagi asing di mata mereka, seorang mantan CEO yang sangat terkenal. ditambah lagi dengan Ricard yang menyambut pria itu dengan penuh kehangatan.
"Saga sahabatku! Kukira kau tidak akan datang!" Seru Ricard menyambut kedatangan Saga.
"Maafkan aku sobat, aku datang terlambat karena aku memang baru tiba dari Dubai," sahut Saga kemudian memeluk Ricard yang terlebih dahulu merentangkan kedua tangannya.
Sebuah persahabatan yang begitu hangat terjadi di antara mereka membuat Alexa dan Tiara sama-sama terkejut melihat keakraban kedua pria itu yang bagaikan saudara.
"Jadi, Saga adalah sahabat yang dimaksud oleh Ricard? bagaimana ini? bagaimana bisa aku berada di antara mereka?" Batin Alexa di tengah kebingungan.
Ia tidak pernah menyangka bahwa sahabat yang sering diceritakan Ricard kepadanya adalah Saga, mantan suaminya.
Begitupun dengan Tiara yang tidak kalah terkejutnya dari Alexa, dengan kedua mata yang melotot dan mulut yang menganga Tiara bergumam lirih, "Sungguh suatu pertunjukan yang menakjubkan Calon tunangannya adalah sahabat dari mantan suaminya sungguh sangat menakjubkan,"
kemudian Ricard mengajak Saga untuk menemui Alexa yang kini sedang dag dig dug tidak karuan.
"Alexa, perkenalkan ini Saga Hawiranata Kusuma, sahabat yang sering ku ceritakan padamu, dialah sebaik-baiknya sahabat yang pernah aku punya," ucap Ricard memperkenalkan Saga kepada Alexa.
Walaupun antara Saga dan Alexa sama-sama merasa terkejut namun keduanya berusaha untuk tetap tenang seolah tidak saling mengenal.
"Iya," sahut Alexa pelan.
"Ayo kenalan, sahabatku juga harus mengenal calon istriku" ujar Ricard penuh semangat.
Ia tidak pernah mengetahui bahwa kedua orang di depannya adalah mantan suami istri. Tak hanya Alexa, Mbok Mirah dan Eyang netty pun merasakan hal yang sama. Mereka berharap antara Alexa dan Saga sama-sama mampu menyimpan rahasia masing-masing karena jika sampai rahasia itu terbongkar maka pertunangan itu pasti akan langsung dibatalkan oleh pihak keluarga Ricard.
"Perkenalkan namaku Saga, ucap Saga terlihat ragu-ragu.
"Alexa, " jawab Alexa Seraya menjabat tangan Saga dengan penuh keraguan.
Sungguh tidak pernah mereka mengira, mereka akan dipertemukan dalam momen indah itu walaupun sebenarnya momen itu bukanlah untuk mereka berdua.
Tak lama kemudian seorang pelayan berjalan ke arah Alexa bersama dengan seorang wanita cantik berpenampilan sederhana. Namun, mampu menarik perhatian orang-orang.
Senyum manis yang ia pancarkan dari wajahnya mampu menghipnotis para pria yang hadir di acara itu. Dari perawakannya dapat diketahui bahwa ia adalah wanita yang lemah lembut.
"Permisi non Alexa, ini ada tamu mencari nona!" seru pelayan itu.
Sontak membuat Alexa mengalihkan perhatiannya ke arah pelayan itu yang datang bersama seorang wanita cantik berpenampilan sederhana membuat kedua mata Alexa melebar dengan senyum di wajahnya.
"Mbak Septi!" seru Alexa dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya.
"Alexa, apa kabar?" Septi pun menanyakan kabar Alexa.
"Baik Mbak, Mbak sendiri bagaimana? Keluarga di kampung sehat semua kan?" Tanya Alexa bertubi-tubi.
Walau bagaimanapun mereka pernah tinggal di desa yang sama, tumbuh bersama bahkan suka duka mereka lewati bersama-sama. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh Alexa tentang keadaan kampung halamannya yang telah cukup lama tidak ia kunjungi.
"Alhamdulillah keluarga di kampung sehat Kebetulan aku bekerja di kota ini," jawab Septi Seraya memeluk Alexa, mereka berdua saling melepaskan Rindu masing-masing.
"Benarkah, Mbak bekerja di kota ini di mana? " tanya Alexa Seraya melerai pelukannya
"Tidak lama kok baru beberapa hari," jawab Septi sederhana saja.
Kemudian Alexa memperkenalkan Septi kepada Eyang Netty yang sedang menatap mereka berdua dengan sebuah senyuman.
"Ya, aku telah mengenalmu dari cerita Mbok Mirah dan Alexa," ujar Eyang Netty.
"Oh ya Eyang, mbak Septi ini, Dia adalah seorang desainer dia satu Universitas denganku waktu di Dubai." Ucap Alexa lagi.
"Wah hebat, semuda ini sudah menjadi desainer? Kalau begitu kalian bisa bekerja sama dalam satu perusahaan kebetulan perusahaan Eyang Bergerak dalam bidang fashion dan kosmetik." ucap Eyang kepada Septi yang langsung disambut hangat oleh Septi dengan sebuah senyuman.
Tak lama kemudian seorang MASTER OF CEREMONY (MC)berkata melalui pengeras suara hingga menarik perhatian semua para tamu.