
"Ayo Nia kita pergi dari sini, kamu kan udah ketemu mama kamu. Tapi kamu denger kan laki-laki ini ngomong apa barusan? dia bilang dia ga butuh kamu dia cuma butuh mamanya." ucap Revan dengan nada mengejek
Revan mulai memegang tangan Rania seolah ingin membawa Rania pergi dari tempat itu, Galang yang tersadar pun langsung bangkit dan ikut memegangi tangan Rania yang satu lagi
"Lo apa-apaan sih Van?" menatap tajam
"Gw kenapa?" tanya revan dan memasang wajah meledek
"Kenapa lo bisa ada di sini?"
Revan kembali tertawa terbahak-bahak
"Kalo gw ga di sini apa lo bisa selesaikan ini semua?" Galang hanya bisa terdiam karena dia tak dapat membantah ucapan Revan "Yang terpenting kalo gw ga di sini gw ga bisa secara live menyaksikan kebodohan lo lah"
"Sekarang gw mau bawa adek gw lah, kan lo cuma butuh mama lo aja" tersenyum meledek
"Ya tapi kan mereka katanya.."
"Udah lepasin tangan aku" ucap Rania penuh penekanan
Secara serempak Revan dan Galang pun melepaskan tangan mereka
"Aku juga bisa kok tanpa kamu, aku cuma mau mama aku" mendudukkan dirinya di samping nyonya Widya
"Akh.. Kok jadi gini sih? kenapa juga ini mulut tadi langsung ngomong yang aneh-aneh" Galang menundukkan kepalanya
"Sekarang lo udah bahagia dong, lo udah dapat mama lo" merangkul pundak Galang dengan senyuman meledek
Gelak tawa pun kembali pecah di ruangan itu, hanya Galang yang terdiam karena serba salah
Semuanya telah terungkap dan Rania mencoba memilih berdamai dengan segala masa lalunya, bagaimana pun juga sudah sejak lama dia mengetahui bila dia hanya anak yang di asuh oleh ibunya. Membuat hati kecilnya terkadang merindukan sosok ibu kandungnya
Kini semuanya kembali seperti semula hidup bahagia setelah melewati banyak penderitaan, Rania memilih untuk hidup bahagia mengalahkan ego dan dendamnya. Sedangkan nyonya Widya tak dapat lagi mengungkapkan perasaan bahagia yang kini dia rasakan
Galang memutuskan untuk melamar Rania kembali walaupun ingatan dirinya belum sepenuhnya kembali, baginya tanpa harus mengingat rasa cintanya yang terdahulu dia sudah yakin akan perasaannya terhadap Rania
Semua ikut bahagia menyambut hari pernikahan mereka yang ke dua termasuk sang buah hati, pernikahan tersebut di rayakan dengan sangat meriah. Galang ingin mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa Rania adalah istrinya
Rania bermain bersama dengan anaknya dan Galang memandangi mereka dari kejauhan dengan senyuman yang selalu terhias di bibirnya
"Aku ga tau bagaimana cara mengungkapkan rasa bahagia yang aku rasakan saat ini. Memiliki kalian adalah anugrah terindah yang di berikan Tuhan kepadaku"
"Papi sini"
Caca melambaikan tangannya, Galang pun membalas lambaian tangannya dan mulai bangkit dari duduknya lalu menghampiri Rania dan Caca
Galang merubah semua sikapnya yang terdahulu, dia berjanji di dalam hatinya hanya boleh ada kebagian di kehidupan Rania dan Caca kedepannya
Setelah puas bermain Galang menggendong putri kecilnya dan mengajak mereka kembali ke vila yang telah mereka sewa, dan tangan yang satunya dia gunakan untuk menggenggam tangan Rania. Rania kini benar-benar merasakan kebahagiaan sebuah keluarga yang utuh
"Terima kasih kak, sepahit apapun masa lalu kita biarlah menjadi masa lalu. Sekarang saatnya kita merangkai kebahagiaan kita sendiri, aku mohon sampai kapan pun jangan pernah lepaskan tangan ini lagi kak" tersenyum memandang wajah Galang dan Galang pun membalas dengan senyuman hangat
TAMAT
Terima kasih kakak-kakak semua untuk dukungannya selama ini, maaf jika ceritanya ada yang kurang berkenan 🤗
Dukungan dari kakak semua selama ini sangat berarti bagi aku ngebuat aku lebih semangat lagi untuk menulis 🤗
Mampir ke cerita terbaru aku lagi ya kak ðŸ¤
Sekali lagi aku ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk dukungan dan masukkan dari kakak semua 🤗🤗🤗
Mampir ke karya terbaru aku kak mengisahkan perjalanan cinta seorang gadis desa, mencoba peruntungan pergi ke ibu kota setelah ibunya meninggal dunia
Membawa adik-adiknya dan berjuang demi keinginan terakhir ibunya menjadi seorang sarjana, setelah sampai di ibukota ternyata sang pujaan hati sudah memiliki wanita lain
Bertahan hidup dengan kerasnya kehidupan di ibu kota, serta harus selalu terlihat kuat di hadapan adik-adiknya. Akhirnya dia bertemu dengan seorang pria muda CEO yang sangat dingin terhadap wanita
Bagaimana kelanjutan kisah nya...??
Mampir yuk ke karya aku Perasaan Seorang Gadis Desa