Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Melupakan Kamu


Semakin lama Rania pun mulai mencoba untuk membuka diri untuk orang lain, Rania mengalahkan perasaannya sendiri bagi kebahagiaan buah hatinya. Bara mencoba berbagai cara untuk mengambil hati Salsabila permata hati Rania


Sudah beberapa kali Bara mengajak anaknya dan Caca untuk keluar bersama baik berupa makan siang, atau bermain di taman hiburan di mana para anak kecil akan merasa bahagia. Dan tak butuh waktu yang lama Bara pun berhasil mendekati harta paling berharga bagi Rania


Hari demi hari terus berlalu Rania merasa sangat bahagia saat melihat Caca yang dapat tertawa lepas ketika bersama dengan Bara, tapi satu hal yang tak dapat dia pungkiri sampai detik itu tetap tak ada terselip sedikit pun nama Bara di dalam hatinya


Malam itu Bara membulatkan tekadnya untuk melamar Rania, Bara mengajak Rania untuk makan malam dan sudah mempersiapkan sebuah cincin untuk melamar Rania. Bara pun menjemput Rania di kediamannya dan mulai melajukan mobilnya ke arah sebuah restoran mewah yang telah dia pesan


Mereka pun mulai memasuki tempat itu tanpa perasaan apapun Rania mengikuti langkah kaki Bara ke arah meja mereka, dan mereka pun mulai memakan makanan pesanan mereka masing-masing. Rania mulai merasa ganjil dengan tatapan mata Bara yang terus menatap dirinya sambil tersenyum


Tiba-tiba saja sebuah lantunan musik yang sangat merdu pun terdengar, Bara bangkit dari duduknya dan berjongkok tepat di hadapan Rania sambil mengeluarkan sebuah kotak dan membuka kotak tersebut. Rania membulatkan kedua bola matanya melihat sebuah cincin yang sangat indah berada di sana


" Apa harus secepat ini ? "


" Maaf aku mau kasih kejutan ke kamu, aku ga bilang dulu sama kamu. Aku udah yakin dengan perasaan aku, dan sekarang aku coba beranikan diri untuk melamar kamu " tersenyum


Rania hanya bisa terdiam seribu bahasa di satu sisi hatinya berteriak mengatakan untuk menerima tapi di sisi yang lain hatinya menolak lamaran tersebut, dan yang pasti di sudut tempat itu ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan mata yang sayu


" Apa ini saatnya aku kehilangan kamu untuk selamanya ? aku akan lupakan kamu mulai saat ini Rania. Semoga kamu bahagia "


Dalam sekejap suasana di tempat itu menjadi riuh, hampir semua pengunjung di tempat itu sedikit berteriak agar Rania menerima lamaran tersebut


" Apa yang harus aku lakuin sekarang ? "


" Tolong kasih aku kesempatan untuk menjaga kamu dan Caca untuk selamanya, aku janji akan buat kalian berdua bahagia "


" Terima.. Terima.. Terima..!! " orang-orang di sekitar mulai berteriak


Rania pun mengangguk dan tersenyum canggung sedangkan Bara tersenyum dengan sangat bahagia, dengan cepat Bara memasang cincin itu di jari manis Rania. Dan orang di sekitar mereka pun bertepuk tangan


Dengan perasaan yang luluh lantak Galang pun meninggalkan tempat itu, Galang kembali ke mobilnya dan memutuskan kembali ke kota asalnya. Galang merasakan sakit yang teramat dalam hingga air matanya pun mengalir dengan sendirinya


Rania dan Bara pun melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda, Bara selalu menghiasi bibirnya dengan senyuman karena hal yang paling dia takutkan sudah berlalu. Bara yakin akan perasaannya terhadap Rania tetapi dia tak dapat mengetahui apa yang ada di dalam hati Rania


Rania melanjutkan makan malamnya dengan seribu perasaan bersalah telah mengkhianati hatinya sendiri, dan akhirnya Bara pun merasakan keanehan yang di tunjukkan oleh Rania


Sesampainya di kota asalnya Galang memilih untuk tak langsung kembali ke kediamannya dia pun memutuskan untuk pergi ke sebuah bar dan langsung memesan sebotol minuman keras, hanya dengan cara itu dia selama ini melalui hari-harinya di saat dia merindukan Rania


Galang terus menenggak minuman itu dengan cepat dia ingin segera dapat melupakan semua yang telah dia saksikan dengan mata dan kepalanya sendiri tersebut, tak butuh waktu yang lama kini Galang pun sudah menjadi mabuk. Dan untuk sekali ini cara yang dia tempuh tak berhasil membuat bayangan Rania menghilang, dia semakin merasakan sakit di dalam hatinya


Setelah menyelesaikan makan malam itu Bara pun mengantarkan Rania kembali ke kediamannya, sesampainya di kediamannya Rania pun hendak turun dari dalam mobil tetapi dengan cepat Bara memegang tangan Rania menatap Rania dengan intens. Sedangkan Rania merasa canggung dengan tatapan dari Bara


" Aku mau tanya sesuatu ? " dengan serius


" Apa kamu sudah siap menerima aku ? "


" Itu.. Aku... "


Bara memejamkan kedua matanya


" Apa kamu belum siap untuk terima aku ? "


" Maaf... " lirih


Bara kembali menatap Rania dengan sendu


" Aku pernah sekali melakukan kesalahan seperti ini, aku berada di sisi seseorang tanpa ada perasaan apapun. Dan sampai akhir pun aku tetap ga bisa membuat hati aku mencintai dia " menundukkan kepalanya


" Apa kamu bisa kasih aku kesempatan yang sama dengan orang itu ? "


Rania melepaskan pegangan tangan Bara dan Rania pun melepaskan cincin yang tadi telah di sematkan di jari manisnya, lalu meletakkan cincin tersebut di telapak tangan Bara


" Maaf.. Aku ga bisa.. "


" Ok.. Tapi kita tetap bisa jadi teman kan ? " tersenyum getir


Rania pun membalas dengan senyuman hangat


" Maafin aku ya, aku pikir dengan memikirkan hati Caca aku akan sanggup tapi akhirnya aku tetap ga bisa "


Rania segera turun dari dalam mobil itu dan memasuki kediamannya, Rania memilih untuk masuk ke dalam kamar anaknya. Di dalam sana buah hatinya sudah tertidur dengan lelap, Rania mendekati buah hatinya dan mencium keningnya dengan lembut


" Maafin mami ya Caca, mami belum siap untuk menerima orang lain lagi. Selain papi kamu yang baik hati itu, sampai detik ini nama orang itu ga bisa hilang dari hati mami sayang. Maafin mami ya Caca mami belum bisa kasih apa yang kamu mau "


Dengan perasaan bersalah Rania pun meninggalkan kamar anaknya, Rania memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya dan membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu Rania pun merebahkan tubuhnya, Rania merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan terhadap Bara tetapi dia merasa itu lebih baik dari pada dia harus menipu Bara dengan perasaannya


Setelah puas memikirkan ini dan itu tak butuh waktu yang lama Rania pun mulai terlelap, sedangkan di seberang sana Galang yang sudah mulai mabuk pun memutuskan untuk kembali ke kediamannya. Selama perjalanan Galang terus meneriakkan nama Rania


" Aku cinta kamu Rania, ga pernah sedetik pun aku melupakan kamu. Aku mohon maaf untuk kesalahan aku yang dulu, tapi sekarang aku janji aku akan belajar melupakan kamu Rania "


Tanpa Galang sadari dirinya telah mengemudikan mobilnya sedari tadi dengan sangat cepat, hingga tiba-tiba dia pun tak dapat mengendalikan mobilnya. Dan hal itu pun terjadi... Brak.... Mobil Galang menghantam pembatasan jalan dengan sangat keras hingga terbalik


" Aku berharap kamu bahagia Rania, aku akan melupakan kamu Rania " perlahan mulai kehilangan kesadaran