Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Janji Adrian Dan Galang


Hari demi hari terus berlalu hari yang di nantikan oleh Adrian pun tiba, acara tersebut di adakan dengan sangat meriah. Senyuman tulus selalu terlempar dari bibir Adrian, sedangkan Rania hari itu terlihat sangat cantik dan anggun


" Kamu benar-benar cantik Nia, aku ga akan pernah perduli apapun yang terjadi di masa lalu kamu sayang. Yang aku tau mulai detik ini aku akan selalu menjaga kamu dengan baik "


Acara tersebut berjalan dengan sangat lancar, dan karena kini Adrian sudah resmi menjadi salah satu orang yang namanya kini diakui, membuat acara pernikahannya tersebut di liput oleh beberapa media, hingga acara pernikahan mereka terdengar oleh Galang


Galang mengamuk dengan sejadi-jadinya di dalam kantornya, hingga ruangannya kini sudah tak berbentuk lagi. Galang memukul meja dinding ruangan kantornya dengan sangat keras hingga berbekas memar di tangannya


" Aku tau aku salah Rania, apa ga bisa kamu beri aku sebuah kesempatan ? "


Tetapi sebuah penyesalan akan menjadi sebuah penyesalan saja takkan membuat apa yang kita sesalkan menjadi berubah dengan begitu saja, Galang mulai mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menghubungi Revan


" Ya Lang " suara riuh terdengar dari seberang sana


" Lo lagi di sana ya ? "


" Ya Lang " merasa tak enak hati


" Apa dia bahagia ? " lirih


" Gw tau perasaan lo sekarang Lang, tapi semua udah takdir yang harus kita jalanin. Udah saatnya lo lupain dia "


" Maaf ya Lang gw tau perasaan lo sekarang pasti sakit, tapi lo dulu udah sakitin dia. Gw udah bilang Lang ke lo yang menurut kita ga berharga belum tentu di mata orang lain "


Ternyata saat Galang dalam keadaan mabuk di waktu sebelumnya, Galang menceritakan semua penyesalan yang telah dia lakukan terhadap Rania. Galang menceritakan hal kasar apa saja yang telah dia lakukan, bahkan saat kejadian fatal yang membuat Rania membulatkan tekadnya untuk meninggalkan Galang


" Sebagai sahabat lo gw mohon sama lo untuk selalu perhatiin dia, jangan pernah biarin saudara lo sakitin dia. Atau gw berjanji akan rebut dia kembali apapun resikonya "


" Gw ngerti Lang "


" Makasih ya Van " Galang langsung memutuskan sambungan teleponnya


Galang memutuskan untuk langsung meninggalkan ruangannya, Galang merasa hidupnya benar-benar sudah tak berarti dan pergi mencari pelarian ke minuman keras, sedangkan di sisi lain mama Widya dan Anggi sedang sibuk dengan segala keperluan untuk pernikahan Galang


Seharian itu Adrian dan Rania di sibukkan oleh para undangan yang tak ada habisnya, hampir menjelang malam serangkaian acara baru selesai di laksanakan dan para undangan mulai membubarkan diri satu persatu


Rania dan Adrian kini kembali ke kediamannya yang sengaja telah di siapkan oleh Adrian untuk memulai rumah tangga mereka, Rania memutuskan masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya


Setelah Rania keluar dari dalam kamar mandi Adrian menatap Rania dengan penuh makna, Adrian mulai menghampiri Rania dan memeluk tubuh mungil Rania


" Kamu langsung tidur aja ya sayang, istirahat pasti kamu capek kan seharian ini. Aku janji ga akan sentuh kamu sebelum kamu yakin akan kehamilan kamu dan kamu siap untuk menjadi istri aku yang seutuhnya " bisik Adrian lalu mencium ujung kepala Rania


" Makasih ya kak "


Adrian mulai melepaskan pelukannya dan menatap Rania dengan hangat


" Aku tau Nia pemilik hati kamu sekarang sudah bukan aku, tapi aku janji aku akan menunggu sampai kamu siap menjadikan hati kamu milik aku lagi seperti dulu "


" Aku akan selalu lakukan yang terbaik untuk kamu sayang " tersenyum dengan hangat


" Maafin Nia ya kak, Nia belum siap untuk melaksanakan tugas Nia sebagai seorang istri. Tapi Nia janji kak selama Tuhan masih memberikan kita nafas, maka Nia akan selalu berada di samping kakak "


Adrian keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Nia sudah berbaring dan menutup kedua bola matanya, Adrian fikir bila saat itu Rania sudah tertidur. Adrian mulai mendekati Raniaa dan mencium kening Rania dengan sangat lembut


" Selamat istirahat Nia sayang, terima kasih karena kamu sudah bersedia menjadi istri aku "


" Ya Tuhan mengapa kau gantikan posisi dia di dalam hatiku dengan laki-laki b*jingan itu ? "


Adrian merapikan selimut Rania, dia mulai memutari ranjang dan mengambil bantal. Adrian berniat menghargai Rania dengan membiarkan Rania tidur di atas ranjang, dan dia berencana untuk tidur di atas sofa. Adrian mulai melangkahkan kakinya ke arah sofa


" Apa kakak ga bersedia tidur di sini ? "


Adrian membalikkan tubuhnya menatap ke arah Rania yang sudah mulai mendudukkan dirinya


" Bukan gitu sayang, aku cuma mau.. "


" Tapi sekarang aku udah sah menjadi istri kakak, walaupun aku mohon kasih aku sedikit waktu kak " Rania langsung memotong ucapan Adrian


" Apa aku boleh tidur di samping kamu ? " Rania membalas dengan senyuman dan anggukan kepalanya


Adrian tak dapat membohongi dirinya sendiri, di dalam hatinya menjadi berbunga-bunga mendapatkan izin dari Rania. Walaupun hanya sebatas tidur di samping tubuh mungil Rania


Adrian mulai melangkahkan kakinya ke arah ranjang, dan dia pun mulai merebahkan tubuhnya di samping tubuh Rania dengan posisi menghadap ke arah Rania


" Terima kasih Nia, bagi aku ini aja udah cukup untuk sementara ini. Aku akan tunggu kamu benar-benar siap "


Entah karena perasaan yang bahagia dan nyaman bisa berada di samping Rania atau karena lelahnya melakukan semua hal pada hari itu, dengan sangat cepat Adrian sudah terlelap menuju ke alam mimpinya. Rania mulai menatap ke wajah Adrian dengan perasaan sedikit bersalah


" Padahal dulu ini adalah hal yang paling Nia inginkan di dalam hidup Nia kak. Tapi terima kasih ya kak, hanya kakak yang berada di samping Nia saat Nia butuh seseorang "


Hari demi hari terus berlalu dan tiba juga waktu yang paling di nantikan oleh mama Widya dan Anggi, tapi lain hal dengan apa yang di rasakan oleh Galang pada saat itu. Bagi Galang pernikahan tersebut terjadi hanya karena dia pasrah akan jalan hidupnya, kini dia tak bisa lagi memiliki gadis yang telah menyetuh hatinya


Pernikahan Galang di adakan dengan sangat mewah, bagaimanapun juga Galang termasuk pengusaha yang sukses dan Anggi termasuk anak orang terpandang dari kota tersebut


Anggi menanggapi semua ucapan selamat dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya, lain hal dengan Galang sepanjang acara dia hanya memberikan wajah dingin seperti yang biasa dia lakukan


Revan pun turut hadir di acara tersebut dan ketika Revan memberikan ucapan selamat kepada Galang, Galang membisikan sesuatu kepada Revan


" Jangan lupa pesan gw ya Van " Revan hanya membalas dengan senyuman


" Sadis lo Lang, bahkan di acara pernikahan lo yang ada di dalam pikiran lo tetap cuma gadis itu "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭