
Detik demi detik pun berlalu dengan cepat berganti dengan menit, hingga menit berganti menjadi jam dan terus berganti dengan hari yang lainnya. Waktu pun berlalu dengan sangat cepat
Setelah acara ulang tahun Caca keluarga Revan pun sempat menginap beberapa hari untuk sekalian refreshing baru setelah itu mereka kembali ke kota asal mereka, Revan pun kembali menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari seperti biasanya
Rania kembali dengan segudang pekerjaan yang terus mengikuti dirinya dan telah melupakan mimpi buruk tentang Galang, sedangkan Revan setelah kembali memilih untuk menjenguk Galang di waktu makan siangnya
" Lang " membuka pintu ruang rawat Galang
Galang pun tersenyum bahagia melihat kehadiran sahabatnya tersebut
" Kamu udah balik Van ? "
" Iya tante " tersenyum
Revan melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Galang, Revan sempat melirik ke arah Anggi dengan tatapan yang sangat tajam yang juga berada di tempat itu seolah-olah dia memberikan peringatan kepada Anggi
" Masih ada di sini juga dia, mungkin dia belum tau walaupun Galang melupakan Rania dia tetap ga ada di hati Galang "
" Gimana keadaan Galang tante ? "
" Udah lebih baik Van, mungkin beberapa hari lagi udah di ijinkan pulang "
" Gw yakin lo orang yang kuat Lang " menghadap ke arah Galang
Sedangkan Galang hanya membalas dengan senyuman
Anggi pun memilih untuk berpamitan kembali ke kediamannya, sedangkan mamanya Galang memang sudah bersiap untuk kembali ke kediamannya untuk mengambil beberapa kebutuhan dirinya dan Galang
" Jadi gimana Lang ? "
" Apanya ? "
" Yang lo omongin sama gw di telpon "
" Gw juga bingung Van, kemarin Anggi bawa anak kami ke sini. Gw makin merasa ada yang hilang dari hidup gw saat ngeliat anak itu "
" Ya lah Lang, ada satu lagi anak yang sangat lo sayang. Anak yang selalu ngebuat lo seperti orang b*doh selama ini "
Revan melepaskan sebuah senyuman di bibirnya membuat Galang terheran-heran dengan sikap sahabatnya itu
" Kenapa lo ? "
" Akh... Ga kok Lang "
" Dan satu hal yang paling ngebuat gw bingung Van "
" Apa ? "
" Gw dulu selalu ajak Anggi nikah, apa sebenarnya alasan kami bisa sampai cerai apalagi setelah kami punya anak ? setiap gw coba ingat itu kepala gw sakit Van. Gw ga berani lagi coba ingat-ingat apa masalah kami ? "
" Berarti lo belum siap Lang, gw ga akan berani cerita tentang dia Lang "
" Udah lo ga usah paksain dulu, sekarang kesehatan lo jauh lebih penting. Gw yakin semua akan mengalir dengan sendirinya "
" Ya makasih ya Van "
Revan hanya bisa membalas dengan senyuman
" Gw ga ngerti Van gimana cara ungkapin apa yang gw rasain sekarang ? gw ngerasa benar-benar ada sesuatu yang sangat penting yang udah gw lupain "
" Akh.. " Memegang kepalanya
" Lo kenapa Lang ? "
Galang hanya bisa meringis menahan rasa sakit di kepalanya
" Gw panggil dokter dulu " panik
Dengan cepat Galang memegang tangan Revan
" Jangan Van, gw harus mulai bisa mengendalikan sakit gw "
" Tapi Lang.. "
Galang menggelengkan kepalanya
" Gw ga bisa begini terus, gw harus bisa mulai mengendalikan rasa sakit ini. Gw harus bisa belajar mengingat apa yang udah gw lupain, gw sendiri ga tau itu apa ? tapi ga tau kenapa hati gw mengatakan itu sesuatu yang penting "
" Lo yakin ga perlu gw panggil dokter ke sini ? "
" Gw udah ga apa kok Van, gw harus bisa tahan sakit itu "
" Lo jangan paksain gini Lang, gw tadi khawatir banget "
" Gw harus bisa Van, gw yakin ada sesuatu yang gw lupain dan hati gw bilang itu sesuatu yang penting "
" Gw bangga sama lo Lang " tersenyum
" Kalo lo yakin itu sesuatu yang penting buat lo, gw yakin suatu saat nanti lo akan ingat dia "
" Dia ? maksud lo Van ? "
" M*mpus keceplosan gw, gimana kalo Galang sakit kayak tadi lagi ? "
" Ya maksud gw sesuatu yang lo lupain itu "
" Oh.. " Tersenyum penuh arti
" Ga tau kenapa gw juga ngerasa lo nutupin sesuatu dari gw Van, tapi gw yakin lo sahabat terbaik gw. Jadi apapun yang lo tutupin dari gw pasti itu yang terbaik buat gw "
Dan tak selang waktu yang lama mamanya Galang sudah kembali ke rumah sakit dengan membawa barang-barang yang dia butuhkan, dan Revan pun memutuskan berpamitan dari tempat itu. Revan pun memilih kembali ke kantornya dengan segala rutinitas yang sempat tertunda karena kepergiannya untuk menghadiri acara ulang tahun anak dari Rania dan Galang
Pada malam hari Anggi pun kembali ke rumah sakit Anggi tak henti-hentinya menebarkan pesonanya di hadapan Galang, walaupun Galang mulai menunjukkan sikap yang dingin terhadap dirinya tetapi itu tak menyurutkan niatnya untuk kembali menguasai Galang
Hari demi hari pun berlalu dengan cepat kini Galang sudah mendapatkan izin untuk keluar dari rumah sakit, dia hanya perlu untuk membuat janji untuk melanjutkan pengobatannya
" Sudah semua kan tante ? "
" Iya "
" Kamu udah siap pulang kan sayang ? "
Galang hanya membalas dengan senyuman dingin
" Kurang aj*r.. Lama-lama kenapa Galang menunjukkan sikap dia yang kayak dulu lagi ke aku, kamu tunggu aja aku akan menaklukan hati kamu lagi karena sekarang wanita itu ga ada di ingatan kamu "
Dengan perasaan sedikit jengkel Anggi tetap berusaha tersenyum dengan sangat manis di hadapan Galang, Anggi ikut mengantarkan Galang kembali ke kediaman mamanya. Sesampainya di sana Anggi membawa Galang masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan Galang di atas tempat tidurnya
" Kamu butuh sesuatu ga sayang ? "
" Enggak perlu.. Sebaiknya kamu keluar dari kamar ini "
" Tapi sayang aku mau rawat kamu selama kamu sakit "
" Tapi itu ga pantas, gimana juga kita sekarang udah bercerai " dingin
" Sejak kapan kamu perduli hal kayak gitu, kita Dul biasa lakukan hal yang lebih bahkan dari sebelum kita menikah "
" Kalo gitu kita nikah lagi aja, setidaknya kita bisa lakukan itu untuk anak kita "
" Kita bicarakan itu nanti, sekarang sebaiknya kamu keluar dulu aku mau istirahat "
" Tapi sayang... "
" Tolong tinggalin aku sendiri "
" Sabar Anggi... Perempuan itu udah ga ada di pikiran dia, kamu pasti bisa "
Dengan perasaan yang sangat marah Anggi pun keluar dari dalam kamar Galang dan meninggalkan kediaman mamanya Galang,. selepas kepergian Anggi Galang mulai memandang seluruh isi kamarnya semuanya tidak ada yang berubah dari posisi semula, hanya foto-foto Rania yang tadinya terpanjang di singkirkan oleh mamanya. Pandangan Galang terhenti di mana tempat dulu Rania sering tidur walaupun sudah berganti dengan sofa yang lain
" Sebenernya apa yang udah terjadi sama aku ? aku ingat semua kejadian tapi aku merasa benar-benar ada yang sudah berubah. Bahkan saat gw memandang tempat itu gw benar-benar yakin ada hal penting udah gw lupain "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "
Ceritanya sudah TAMAT kakðŸ¤
Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉