Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Pertanda


" Gimana keadaan pasien ? "


" Pasien sudah tak sadarkan diri dok, dan mengalami pendarahan yang cukup parah "


" Apa keluarga pasien sudah bisa di hubungi ? "


" Kami sudah menghubungi nomor yang ada di ponsel pasien dok "


" Ok "


Dengan sigap dokter dan beberapa para perawat mencoba memeriksa dan memberikan pertolongan pertama kepada Galang, sedangkan di luar sana tak berapa lama tibalah Revan dan mamanya Galang


Pihak rumah sakit mencoba menghubungi mamanya Galang tetapi karena sudah melewati tengah malam ponselnya dalam keadaan tidak aktif, akhirnya pihak rumah sakit mencoba menghubungi Revan karena Revan tercatat sebagai nomor terakhir yang di hubungi oleh Galang


Revan yang menerima kabar tersebut langsung berangkat ke kediaman Galang dan memberitahu kabar yang dia dengar itu ke mamanya Galang. Dan mereka berdua pun segera pergi ke rumah sakit bersama


Di dalam ruangan itu Galang sedang berusaha berjuang keras untuk bertahan hidup, sedangkan di luar ruangan mamanya sudah terduduk lemas membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi kepada anaknya


Sedangkan di dalam kamarnya Rania sedang tertidur dengan pulas terbuai ke alam mimpi, tetapi sekali ini bukanlah mimpi indah yang datang menghampiri dirinya. Rania bermimpi Galang sedang terbujur kaku di lantai dengan bersimbah darah, Rania berusaha berlari memeluk tubuh Galang


" Kak Galang kenapa ? bangun kak "


Galang tetap tak bergerak sama sekali


Rania terus berusaha meneriaki nama Galang berusaha untuk membuat Galang tersadar walaupun sampai akhirnya semua sia-sia, Galang tetap memejamkan ke dua bola matanya


" Kak jangan pergi, aku cinta kakak..!! "


Hingga suara teriakan Rania membangunkan dirinya dari tidurnya


Dengan nafas yang memburu Rania mengambil air minum yang berada di meja di dalam kamarnya, Rania berusaha untuk mencoba menenangkan hatinya yang sedang tak karuan


" Aku ga pernah sekalipun mimpi tentang kak Galang, kenapa perasaan aku jadi ga enak gini ya ? apa mungkin mimpi tadi suatu pertanda ? "


" Apa sebaiknya aku hubungi aja kak Galang ? kan ga akan ada salahnya kalo cuma sebatas tanya kabar aja "


Rania bergegas mencari di mana letak ponselnya dan segera menghubungi nomor ponsel Galang, tetapi yang terjadi adalah nomor ponsel Galang tak bisa di hubungi. Karena tepat saat meninggalkan rumah makan itu Galang memutuskan untuk memblokir semua nomor yang berhubungan dengan Rania


" Apa kak Galang sama sekali ga mau aku hubungi, sampe blokir nomor telpon aku. Ya udah lah mungkin kak Galang sekarang udah punya kehidupan sendiri "


Rania kembali ke tempat tidur dan mencoba menenangkan hatinya yang masih tak karuan karena mimpi buruk yang baru saja dia alami, sedangkan di tempat lain dokter yang menangani Galang baru saja ke luar dari dalam ruangan penanganan


" Bagaimana keadaan anak saya dok ? "


" Keadaan pasien saat ini kurang baik, terjadi benturan yang cukup keras di bagian kepala. Dan untuk langkah selanjutnya sebaiknya kita harus segera melakukan operasi untuk menangani pendarahan di bagian otak pasien "


" Galang... " lirih


Nyonya Widya hanya bisa terdiam dengan air mata yang semakin hebat, sedangkan Revan mencoba menahan tubuh mamanya Galang yang hampir terjatuh mendengar kabar tentang anaknya


" Tolong selamatkan anak saya dok "


" Kami akan berusaha sebisa kami bu, sebaiknya ibu bantu kami dengan doa "


Setelah memberikan tanda tangan tanda setuju dari pihak keluarga untuk melakukan operasi terhadap Galang, Galang pun segera di pindahkan ke ruang operasi. Sedangkan mamanya dan Revan setia menunggu di luar ruang operasi


Setelah waktu yang cukup lama akhirnya dokter yang menangani Galang pun keluar dari ruang operasi, mamanya Galang dan Revan segera bangkit dan menghampiri dokter tersebut


" Bagaimana dok ? "


" Terima kasih dok "


" Kalau begitu saya permisi "


Galang masih setia berbaring di tempat tidur rumah sakit, berhiaskan luka di hampir sekujur tubuhnya dan tangan nya yang di hiasi gips karena mengalami patah tulang. Dari kejauhan Revan menjadi tak tega untuk meninggalkan mamanya Galang yang terlihat terpuruk pada saat itu


Revan keluar dari ruangan itu dan segera memberi kabar kepada istrinya bahwa dia akan menemani mamanya Galang untuk sementara waktu, istrinya pun mengerti karena Galang adalah sahabat terdekat suaminya. Revan kembali ke dalam ruangan tersebut dan mendekati mamanya Galang


" Tante sebaiknya pulang dulu, biar tante bisa istirahat. Biar aku yang jaga Galang di sini


Hanya di balas oleh gelengan kepala


" Ya udah kalo gitu Revan keluar dulu ya tan, Revan cari makanan dan teh dulu. Supaya tante sarapan "


" Ga usah Van, tante ga lapar "


" Revan tau kok pasti tante sekarang lagi sedih liat keadaan Galang, tapi gimana juga tante harus kuat. Kalo tante begini, nanti saat Galang bangun tante yang sakit. Tante ga mau kan bikin Galang jadi sedih "


Mamanya Galang hanya bisa terdiam


" Aku keluar sebentar ya "


Di balas anggukan kepala


Revan pun keluar dari ruang rawat Galang dan pergi menuju ke arah kantin rumah sakit tersebut, Revan membeli sarapan untuk dirinya dan tante Widya. Revan pun segera kembali ke ruang rawat Galang, Revan sedikit memaksa agar mamanya Galang mau memakan walaupun hanya sedikit makanan yang dia bawa


Setelah itu mamanya Galang kembali ke sisi Galang, dan menggenggam tangan Galang mencoba mengingatkan Galang bahwa dirinya ada di samping Galang. Revan yang seorang pria pun menjadi sedikit tidak tega melihat kesedihan mamanya Galang


" Bangun sayang, mama janji mulai sekarang mama akan ikuti semua keinginan kamu. Apapun yang membuat kamu bahagia mama akan dukung "


" Mah... " Dengan suara yang sangat pelan


" Ya sayang.. Ini mama " berurai air mata


Sedangkan Revan langsung berlari ke luar ruangan dan memanggil dokter


" Terima kasih sayang.. Terima kasih kamu sudah menjadi anak mama yang kuat dan kembali ke sisi mama "


" Aku kenapa mah ? "


" Kamu kecelakaan mobil sayang " lirih


Galang mencoba melepaskan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut, seolah-olah dia sedang mencari keberadaan seseorang


" Kamu cari siapa sayang ? "


" Anggi mana mah ? apa dia ga datang ? "


" Kenapa kamu tanyain perempuan itu sayang ? "


Tak selang waktu lama Revan sudah kembali ke dalam ruangan tersebut bersama dokter yang menangani Galang, dokter tersebut memeriksa keadaan Galang dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Galang


Ketika Galang di tanya tentang kecelakaan yang dia alami Galang pun mencoba untuk mengingat kembali kejadian tersebut, dan yang terjadi dia gagal mengingat apa yang terjadi pada dirinya sebelumnya. Galang pun merasakan sakit yang amat di kepalanya, sehingga dokter pun menghentikan Galang untuk mencoba mengingat hal tersebut


" Bagaimana dok keadaan anak saya ? "


" Sebaiknya kita bicara di ruangan saya bu "