
Sesampainya di kediamannya Revan segera membersihkan dirinya dan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak, Revan sama sekali tak bisa memejamkan ke dua bola matanya membayangkan apa yang akan di hadapi oleh sahabatnya itu di kemudian hari
" Kenapa ga tidur dulu sayang ? lumayan masih ada waktu. Kamu dari semalam pasti ga tidur kan ? "
" Ga bisa sayang, aku kepikiran Galang "
" Apa kamu ga ada rencana kasih tau Rania ? "
" Nanti kalo di sana jangan sampe bilang Rania ya sayang " dengan serius
" Kenapa ? " mengerutkan keningnya
Revan pun mulai menceritakan keadaan Galang saat ini, istri Revan cukup dekat dengan Galang atau pun Rania sehingga tau dengan pasti lika liku perjalanan kisah mereka berdua, dan dia dapat memahami apa yang sedang di rasakan oleh suaminya kini
" Ya udah kalo gitu, kita ga boleh terlalu ikut campur sayang "
" Iya aku ngerti kok sayang, aku cuma bisa berharap Galang akan bisa melewati ini semua "
Istri Revan membalas dengan senyuman
" Gw benar-benar berharap lo akan baik-baik aja Lang, gw harap lo ga akan melakukan sesuatu yang akan lo sesali lagi. Gw udah anggap lo seperti saudara gw sendiri Lang di saat semua orang menjauh dari gw karena keadaan keluarga gw yang sedang jatuh cuma lo yang ada untuk gw "
Revan pun mulai teringat semua kenangan dirinya dan Galang di masa lalu, Galang yang memiliki sifat dingin dan sedikit sombong menjadikan dirinya sulit untuk dekat dengan orang lain hanya Revan yang sesekali menyapa dirinya dan bersikap biasa saja
Lalu papanya Revan mengalami kerugian besar karena di tipu oleh sahabatnya sendiri, saat itu keadaan keluarga Revan sedikit terpuruk dan papanya Revan menolak bantuan dari keluarga besarnya. Di saat-saat sulit itu hampir semua orang menjauh dari Revan tetapi berbeda dengan Galang dia bersikap sebaliknya dia mendekatkan diri kepada Revan
Awal persahabatan mereka pun di mulai pada saat itu, di mana mereka menjadi saling terbuka dan saling mendukung
Setelah waktu nya tiba Revan dan keluarga kecilnya berangkat ke kota di mana Rania kini berada, mereka selalu hadir di hari-hari penting Rania baik itu ulang tahun anaknya atas undangan dan desakan dari Galang atau pun hari di mana memperingati kepergian Adrian untuk selamanya
Revan dan keluarga kecilnya tiba di kota itu sesampainya dia dan keluarganya pun di jemput oleh utusan Rania dan langsung di bawa ke kediamannya Rania seperti biasanya. Tak butuh waktu yang lama Revan dan keluarganya pun tiba di kediamannya Rania, di sana Rania sudah dan Caca sudah bersiap untuk menyambut kehadiran mereka
Mereka pun berkumpul sejenak melepas rasa rindu dan tak lama kemudian Rania mengajak Revan dan keluarganya ke kamar mereka yang telah di siapkan agar bisa istirahat
Di keesokan harinya pesta ulang tahun Salsabila di lakukan dengan meriah dan acara tersebut pun berjalan lancar, selain teman-teman Caca ada beberapa keluarga besar Adrian yang hadir di sana juga. Bagi keluarga besar Adrian Caca hadir sebagai pengganti dari sosok Adrian
Caca hari itu sangat bahagia karena selain ada teman-teman yang hadir ada juga sosok Bara dan anaknya di tempat itu, sedikit banyak Caca bahagia akan kehadiran mereka di sana. Karena jauh di dalam lubuk hatinya gadis kecil itu berharap akan sosok seorang ayah di kehidupannya
Rania hanya memandangi Caca yang sedang bersenda gurau kepada Bara dan anaknya, hingga tiba-tiba Revan pun menghampiri Rania. Revan ingin memastikan sesuatu
" Maafin mami ya sayang, mami belum bisa kasih apa yang paling kamu inginkan di dunia ini " wajah Rania mendadak menjadi sedih
" Lagi liat apa ? "
" Ekh kak.. Itu Caca kak " tersenyum canggung
" Siapa itu ? "
Menunjuk ke arah Bara
" Itu pak Bara kak "
" Bara ? "
" Ya kak " sedikit mengangguk
FLASH BACK
Galang mendengar kabar dari orang yang dia perintahkan untuk mengikuti Bara bahwa Bara baru saja menerima sebuah cincin berlian yang sangat mewah yang sudah dia pesan dan juga sudah memesan sebuah restoran untuk acara nanti malam
Dengan perasaan yang bercampur aduk antara sedih dan gelisah Galang bergegas menuju ke kota tempat di mana Rania berada, Galang harus memastikan sendiri dengan mata dan kepalanya. Orang yang di perintahkan Galang sudah memberikan informasi bahwa Rania sudah berangkat ke arah restoran itu bersama Bara
Tiba-tiba saja sebuah lantunan musik yang sangat merdu pun terdengar, Bara bangkit dari duduknya dan berjongkok tepat di hadapan Rania sambil mengeluarkan sebuah kotak dan membuka kotak tersebut. Rania membulatkan kedua bola matanya melihat sebuah cincin yang sangat indah berada di sana
" Maaf aku mau kasih kejutan ke kamu, aku ga bilang dulu sama kamu. Aku udah yakin dengan perasaan aku, dan sekarang aku coba beranikan diri untuk melamar kamu " tersenyum
" Apa ini saatnya aku kehilangan kamu untuk selamanya ? aku akan lupakan kamu mulai saat ini Rania. Semoga kamu bahagia "
Dalam sekejap suasana di tempat itu menjadi riuh, hampir semua pengunjung di tempat itu sedikit berteriak agar Rania menerima lamaran tersebut
" Tolong kasih aku kesempatan untuk menjaga kamu dan Caca untuk selamanya, aku janji akan buat kalian berdua bahagia "
" Terima.. Terima.. Terima..!! " orang-orang di sekitar mulai berteriak
Rania pun mengangguk dan tersenyum canggung sedangkan Bara tersenyum dengan sangat bahagia, dengan cepat Bara memasang cincin itu di jari manis Rania. Dan orang di sekitar mereka pun bertepuk tangan
Dengan perasaan yang luluh lantak Galang pun meninggalkan tempat itu, Galang kembali ke mobilnya dan memutuskan kembali ke kota asalnya. Galang merasakan sakit yang teramat dalam hingga air matanya pun mengalir dengan sendirinya
Galang menghentikan mobilnya di tepi jalan dan langsung menghubungi Revan
Tut.. Tut.. Tut..
" Ya Lang "
" Gw udah kehilangan dia Van "
" Lo kenapa Lang ? jangan bikin gw khawatir "
" Rania menerima lamaran Bara " lirih
" Gw udah sering peringati lo Lang, kalo lo cuma selalu melihat mereka dari jauh suatu saat akan ada orang yang bersedia berada di samping mereka "
" Apa lo ga mau coba dulu ? "
" Gw tadi sempat berharap Rania menolak lamaran laki-laki itu Van, kalo dia lakukan itu gw akan ada keberanian untuk menemui dia "
" Sekarang lo mau buat apa Lang ? "
" Gw akan berusaha lupain dia Van, asal dia dan anak gw bahagia itu udah cukup Van "
" Gw yakin lo orang yang kuat Lang "
" Hmm.. "
Galang memutuskan sambungan teleponnya, dan langsung melanjutkan perjalanan ke arah kota asalnya
FLASH OFF
" Oh... Jadi itu laki-laki yang di sebut Galang, sebaiknya gw coba tanya kepastian semuanya dari Rania. Walaupun awalnya gw mendukung Rania melangkah maju untuk kebaikan Galang, tapi sekarang gw yakin Galang sangat mencintai Rania. Setidaknya gw harus tau dulu keadaan sebenarnya, maaf ya tante Widya sekali ini aku harus ambil peran untuk kebahagiaan Galang "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "
Ceritanya sudah TAMAT kakðŸ¤
Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉