Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Ancaman Revan


Sudah tersaji dua minuman hangat di hadapan dua wanita berbeda masa tersebut, mereka sang mantan menantu dan mantan mertua yang dulu pernah saling berkerja sama. Mereka tak lain adalah tante Widya dan Anggi


" Ada apa tante ngajak aku ketemu ? "


" Tante mau minta tolong sama kamu "


" Selama ini kemana aja ? ngabarin aja ga pernah. Sekalinya ngajak ketemuan langsung mau minta tolong, pake pasang wajah sedih gitu " tersenyum meledek


" Galang kecelakaan " lirih


" Ya kalo dia kecelakaan apa urusannya sama aku ? " melipat kedua tangannya di dadanya


" Mau gimana juga dia itu papa dari anak kamu " menundukkan kepalanya


" Iya juga, kalo sampe Galang kenapa-napa. Terus gimana dengan uang bulanan kami ? " membuang napasnya dengan kasar


" Terus tante mau minta tolong apa ke aku ? "


Mamanya Galang pun kembali menatap ke arah Anggi


" Galang kehilangan sebagian memorinya di masa lalu, dan yang ada di ingatan dia sekarang ini kamu "


Anggi mengerutkan keningnya


" Tante mau minta tolong kamu ada di samping Galang untuk sementara ini "


" Apa tante ga salah minta itu dari aku ? apa tante ga ingat Galang udah buang aku cuma demi perempuan kayak gitu..!! " sedikit menaikkan nada suaranya


" Ya Tuhan kenapa aku dulu bisa sampai buta ? aku memilih wanita seperti ini untuk menjadi pendamping hidup anak ku sendiri "


" Jadi intinya dari omongan ini, tante mau minta aku pura-pura di hadapan Galang kalo kami masih ada hubungan gitu ? "


" Tante minta tolong sama kamu Anggi, dokter minta agar sementara ini Galang tidak berpikir dengan keras " memelas


" Terus apa untungnya untuk aku ? " Apa kamu pikir kamu bisa seenaknya aja sama hidup aku ? "


" Kamu mau minta apa dari tante ? "


Anggi pun akhirnya meminta persyaratan ini dan itu untuk membantu mantan mertuanya itu, sedangkan mamanya Galang dengan berat hati terpaksa menuruti apapun yang di inginkan oleh Anggi. Yang ada di pikiran mamanya Galang saat itu adalah bagaimana caranya bisa membuat nyaman Galang untuk sementara waktu


Anggi pun akhirnya mengikuti tante Widya ke rumah sakit untuk menemani Galang sesuai perjanjian mereka berdua, Sedangkan di rumah sakit Revan sudah menghubungi istrinya agar menyiapkan segala keperluan mereka sekeluarga dan mencari sebuah kado untuk pergi ke acara ulang tahun anaknya Rania


Tak butuh waktu lama Anggi dan mamanya Galang sudah tiba di rumah sakit dan mereka pun segera menuju ke arah ruang rawat Galang, sesampainya di sana Galang masih dalam keadaan tak sadarkan diri karena pengaruh obat penenang yang telah di berikan


Begitu memasuki ruang rawat Galang kesedihan kembali menghiasi wajah mamanya Galang dia pun segera menempatkan dirinya di sisi Galang, sedangkan Anggi menatap Galang dengan acuh


" Sekarang kamu baru butuh aku sedangkan dulu kamu buang aku cuma demi perempuan itu, kenapa sekarang yang ada di ingatan kamu malah aku ? atau mungkin sebenarnya kamu itu dulu cuma khilaf tapi hati kamu cuma untuk aku "


Melihat mamanya Galang sudah kembali Revan pun memutuskan untuk berpamitan, bagaimana pun juga malam ini dia harus berangkat ke kota di mana Rania kini berada


" Tante maaf aku harus pamit dulu, nanti sore aku harus pergi ada acara. Tapi nanti setelah pulang aku datang lagi "


" Ya ga apa Van, makasih ya Van "


" Gw pergi dulu ya Lang " memegang pelan ujung kaki Galang


Revan pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu tetapi dia berhenti dan kembali berbalik ke arah Anggi


" Bisa ngomong sebentar "


" Mau apa orang ini ? gw tau banget dari dulu dia ga pernah suka sama gw "


Dengan berat hati Anggi melangkahkan kakinya mengikuti Revan keluar dari ruang rawat Galang, mereka berjalan agak sedikit menjauh dari ruangan tersebut


" Mau apa ? "


" Gw tau lo memang di butuhkan saat ini sama mereka jadi gw ga akan berbuat apapun. Tapi gw mau kasih lo sebuah peringatan tolong jangan berlebihan " penuh penekanan


" Lo ngancem gw ? " dengan sombongnya


" Orang kayak lo ga pantas untuk di ancam, karena gw bisa dengan mudah menghancurkan lo dan seluruh keluarga lo " berbisik di telinga Anggi


Nyali Anggi mendadak menjadi menciut, Anggi tau dengan pasti bila selama ini Revan tidak terlalu menyukai dirinya bahkan dari awal dia berhubungan dengan Galang. Tetapi selama ini Revan hanya kurang bersahabat tidak pernah sampai sejauh ini


" Ingat terus ada di samping Galang selama dia butuh lo dan ingat jangan berlebihan. Atau gw sendiri yang akan turun tangan "


" S*alan orang ini berani ancam gw, kalian yang butuh gw ada di sini. Liat aja gw akan dapatkan Galang lagi di bawah kaki gw kayak dulu, dan saat itu lo ga akan berani begini lagi sama gw "


Anggi hanya bisa terdiam menahan segala amarahnya di hadapan Revan saat itu, karena Anggi tau dengan pasti bila keluarga Revan adalah orang yang cukup terpandang di kota itu dan Revan dapat dengan mudah melakukan apa yang dia katakan. Sedangkan Revan pergi meninggalkan Anggi begitu saja


Anggi memutuskan kembali ke ruang rawat Galang dengan segala amarah yang hanya bisa dia tahan, Anggi melangkahkan kakinya ke arah di mana Galang sedang tertidur


" Karena lo butuh gw, maka gw akan buat lo berikan semua yang gw mau kayak dulu lagi. Apalagi sekarang kan lo udah jadi orang hebat, jadi gw harus dapat lebih dari yang dulu lo kasih ke gw "


Revan pun kembali ke kediamannya dengan segala beban di hatinya, jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam dia tak ingin menggunakan cara yang kini sedang pilih mamanya Galang seandainya saja ada cara lain


Anggi pun setia berada di ruang rawat Galang hingga Galang membuka ke dua bola matanya, mamanya saat bahagia saat Galang kembali tersadar sedangkan Anggi langsung memasang senyuman termanis yang dia miliki


" Kamu udah bangun sayang? "


Galang tersenyum tipis


Seharian Anggi memasang pesonanya di hadapan Galang, dia akan berusaha menaklukkan kembali Galang seperti dahulu kala. Sedangkan mamanya Galang hanya bisa pasrah melihat itu semua, kini baginya kesehatan Galang adalah yang terpenting


Galang terus tersenyum di bibirnya melihat kehadiran Anggi di tempat itu, tetapi dia tak dapat pungkiri ada sesuatu yang berbeda di dalam hatinya yang dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi ?


" Sebenarnya aku kenapa ya ? aku ga tau ada yang beda yang aku rasain sekarang. Aku akuin kamu pemuas aku tapi aku rasa cukup dengan itu, kenapa sekarang aku ga merasakan apapun saat lihat kamu Anggi ? "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "


Ceritanya sudah TAMAT kak🤭


Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉