Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
bab1: hati seorang wanita


arfa nik itu namaku aku hidup dalam kegelapan ibuku meninggal karena serangan jantung dan kakakku bunuh diri ,lagi lagi karena orang ketiga,kakakku meninggalkan 3 orang anak satu laki laki 2 perempuan


aku yg baru menginjak umur 15 tahun harus berjuang mengurusi ketiga anak kakakku .


aku harus bekerja banting tulang untuk makan ketiga anak kakakku dan sekolahku. sampailah pada titik ini dimana butik ku berjalan dg lancar dan cafe ku yg di pegang oleh keponakan laki laki .


untuk kedua keponakan ku bernama Aqila dan citra untuk kedua keponakan perempuan ku dia masih sekolah Aqila masih SMA kelas 3 dan citra dia SMP kls 2 kami hidup dg bahagia walau kadang citra sering menanyakan ibu nya yg sudah meninggal seperti saat ini dia bertanya


".kak nik dimana ibu kenapa perginya lama tidak pulang pulang"


aku memaklumi kalau citra menanyakan ibunya karena disaat ibunya meninggal dia masih kecil dan untuk Aqila dan ZIKMA di sudah faham apa yg sudah terjadi


maka dari itu bila citra menanyakan ibunya dia menanyakan padaku karena baik Aqila dan ZIKMA dia hanya diam


mereka memanggilku kakak karena sudah terbiasa


semenjak kematian ibunya ZIKMA manjadi pribadi yg dingin cuek dan datar


mau bagai manalagi aku juga merasakan sakit seperti yg dirasakan


bagai mana aku bisa menghiburnya sedang kan aku saja mempunyai traumaku sendiri


dimana aku melihat dg kedua mataku sendiri orang yg aku sayangi satu persatu meninggalkanku di dunia .


inilah kisah ku dg ketiga keponakanku.


" kak Aqila dimana kak ZIKMA " tanya citra .


"ada apa tanya kak ziqma"


kata Aqila.".


"aku mau minta ijin kalo besok mau kerja kelompok disini sama temen temen


" kata citra ,


" kakak belum pulang katanya bakal pulang larut" kata aqila


^^^lalu citra mulai masuk kamar dan membanting pintu sambil terisak ^^^


^^^ " kenapa semua orang di rumah ini pada sibuk ,enggak sayang sama citra Lagi ya terutama kak nik sekarang mulai jarang pulang citra kan kangen pengen manja manja " ^^^


^^^Aqila yg mendengar curhatan adiknya dibalik pintu menahan air matanya agar adiknya tidak melihatnya menangis ,lalu dia masuk kamar untuk memberi pengertian kepada citra^^^


^^^" dek kenapa nangis kakak ngerti apa yg kamu rasakan tapi kita harus paham bahwa bagai mana kak nik berjuang untuk menghidupi kita". ^^^


^^^"maaf kak citra cuma kangen sama kak nik " itulah pembicaraan antara kak adik yg kesepian di rumah.^^^


^^^sementara dilain tempat tepatnya di butik nik sedang sibuk dg desain yg 2 Minggu lagi mau diambil ^^^


^^^" untung selesai" dia berjalan di pinggir jendela sambil melihat pemandangan kota pada malam hari walau pikirannya berkelana dimasa lalu yg menjadikan dia yg dulunya ceria menjadi seorang yg pendiam dan acuh kilasan memori lama ^^^


^^^ yg membuat dia tidak bisa tidur dg tenang setiap memejamkan mata dia selalu teringat dg kilasan masa lalu yg menorehkan luka dimana dia yg usianya masih remaja harus memikul beban yg berat harus terlihat tegar agar tidak dipandang lemah oleh orang lain ^^^


^^^nik begitu terpukul nik yg hancur nik yg meratapi nasibnya kini tidak ada tinggal nik yg pendiam dan acuh dulu dia memang seperti itu tapi dia masih punya tiga orang yg menjadi alasan agar di tetap tegar walau hati terasa hancur berkeping keping ,^^^


^^^ditinggal ibunya meninggal, kakak yg bunuh diri ,kekasih yg berselingkuh sudah lengkap semua penderitaan nik. ^^^


^^^ untuk ketiga keponakan nik yg paling pendiam adalah ZIKMA karena dia yg paling tau permasalah yg sebenarnya dan paling mengerti bagai mana hancurnya aku terpuruknya aku^^^


^^^ ^^^


^^^ ZIKMA hanya akan lembut jika dengan keluarganya jika dengan orang lain dia akan sebaliknya^^^


^^^kata Aqila"kak ziqma kalau marah serem dan tidak bisa di kendalikan kalau tidak ada kak nik" karena mereka tau itu^^^


^^^ baik Aqila atau citra tidak berani membantah ditambah lagi nik jarang pulang kalau pulang bisa dihitung dg jari ^^^


^^^.seperti saat ini citra yg tadinya mau ijin mengerjakan kerja kelompok dirumahnya Lupa karena menangis ^^^


^^^dan saat ini temanya sudah didepan gerbang menunggunya^^^


^^^" pak tolong panggilkan citra kami temanya mau kerja kelompok" ^^^


^^^ tunggu saya panggil kan " kata sekuriti^^^


setelah mendapat ijin lalumereka diperbolehkan masuk


^^^.hari sudah mulai malam teman citra belum ada yg pulang mereka masih asik bercanda dan juga rusuh^^^


^^^ sebaiknya kalian pulang dan sebelum pulang bersihkan sampah kalian sendiri jangan menyuruh pembantu karena mereka sudah capek seharian bekerja" ^^^


^^^semua teman citra pun menoleh pada sumber suara alangkah syok dan takutnya mereka melihat raut muka kakak temanya tidak enak dilihat alhasil mereka mulai ingin berpamitan .^^^


^^^" lalu dia berlalu masuk kamar dg membanting pintu sambil meredam amarnya agar tidak membentak adik nya citra, untuk yg diluar kamar baik citra atau^^^


^^^ Aqila mendengar suara barang dibanting hingga keadaan menjadi hening semakin lama suaranya semakin keras lalu mereka menuju suara itu^^^


^^^ berasal tibalah mereka di depan kamar ^^^


lalu Aqila menghubungi kakaknya nik


tak berselang lama nik pun datang lalu mengetuk pintu kamar keponakanya


" ni kakak buka pintunya"


setelah itu pintu terbuka dan nik masuk yg dilihat hanyalah kamar yg sudah tak berbentuk nik melihat keponakanya tangan kaki terkena pecahan kaca lalu memanggil Aqila untu menghubungi dokter dan memapahnya untuk menempati kamar lain karena kamarnya akan di bersihkan pembantu


setelah itu nik memanggil dokter untuk mengobati keponakanya,dia hanya diam sambil melihat keponakanya di obati dokter walau pikirannya berkelana entah kemana sampai suara menyadarkannya


" saya akan menulis resep yg akan di minum agar lukanya cepat kering"


kata dokter lalu dokter itu pun pamit pulang nik hanya diam banyak yg ada pikirannya stelah itu dia menyuruh pembantu untuk menebus resep obat


.dan karena sudah malam dia menyuruh keponakanya untuk beristirahat agar cepat pulih dan bekerja kembali


karena jika dia sendiri yang menghandle pekerjaan akan kewalahan sekarang dia tidak sendiri lagi anaknya juga butuh perhatian


pagi pagi sekali dia pergi ke cafe untuk mengecek semuanya setelah itu dia pergi ke butik karena ada pelanggan yang ingin bertemu dengannya secara langsung


sekarang nik sudah sampai di butik langsung menemui orang yang ingin bertemu dengannya


mereka berbincang cukup lama untuk memilih gaun yang cocok setelah dirasa cukup mereka pun pergi


hari ini hari yg melelahkan setelah berdiam cukup lama dia mengingat tentang keponakanya pikirannya menerawang jauh kejadian demi kejadian bagai kepingan kepingan yang menyakitkan untuk dia ingat


dimana keponakan laki lakinya terpuruk dan hancur karena ulah dari orang yang tidak bertanggung jawab.