
Revan dan sang istri kembali ke acara yang mereka adakan beberapa para undangan sudah meninggalkan acara tersebut, dan Revan bersama istrinya segera meminta maaf kepada para undangan yang masih berada di tempat itu
Sedangkan di rumah sakit Galang meminta mamanya untuk segera meminta pihak rumah sakit mengijinkan dirinya pulang, dengan berat hati mamanya pun terpaksa menuruti keinginan Galang
Sesampainya di dalam kamarnya Galang segera meraih ponselnya dan menghubungi sekretaris pribadinya, dan memberikan sekretarisnya sebuah tugas
" Ingat besok semua laporan jelasnya harus sudah ada di meja saya " dengan tegas
" Baik pak "
Galang segera memutuskan sambungan teleponnya
" Aku ga perduli sesakit apapun kenangan itu, aku harus tau semua tentang mereka. Aku ga mau ada penyesalan di hati aku, karena aku yakin saat melihat perempuan itu menangis hati aku juga ikut sakit "
Malam itu Rania sangat sulit untuk memejamkan matanya, saat Rania baru saja berhasil untuk tertidur tiba-tiba saja Rania terbangun oleh suara dering ponselnya yang berbunyi terus menerus
" Ya, kenapa Mila ? "
" Maaf kak aku cuma mau kasih kabar ayah sekarang ada di rumah sakit, ayah minta ketemu sama kakak " dengan suara bercampur Isak tangis
" Kamu tenang dulu "
Rania mendudukkan dirinya, membuat dirinya tersadar terlebih dahulu
" Paman di rumah sakit mana ? "
" Di rumah sakit xx kak, Mila mohon kak Nia datang ya. Ini permintaan terakhir ayah "
" Ya kak Nia juga lagi di sini kok, kak Nia langsung ke sana ya. Kamu tenang dulu "
" Ya kak, makasih "
Rania memutuskan sambungan teleponnya dan segera bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit
Rania hanya pergi ke rumah sakit bersama dengan supir karena waktu sudah melewati tengah malam, sehingga Rania memutuskan tak membawa anaknya pada saat itu. Dan tak butuh waktu yang lama Rania sudah tiba di rumah sakit yang di katakan oleh sepupunya, Rania pun segera bergegas menuju ruang rawat pamannya
Kehadiran Rania di sambut baik oleh bibi dan sepupunya, karena pihak rumah sakit sudah menyatakan bila paman Rania sudah mengalami komplikasi. Dan bertemu Rania adalah permintaan terakhir dari pamannya
" Nia... " Tersenyum dan dengan suara yang lemah
" Paman kenapa ? " mulai berkaca-kaca
" Paman ga apa kok sayang, paman kan sudah tua. Sini sayang mendekat "
Rania pun mendekat ke arah pamannya, dan duduk tepat di samping pamannya
" Maafin paman dan keluarga ya sayang, kami banyak salah sama kamu "
" Paman jangan bilang gitu, ga perlu ada kata maaf di antara keluarga " mulai meneteskan air mata
" Sebelum paman pergi untuk selamanya paman harus menceritakan sesuatu sama kamu " dengan suara yang terdengar lemah
Rania hanya bisa terdiam dengan air mata yang mengalir
FLASH BACK
" Kamu bikin malu keluarga kita!!"
Sebuah tamparan mendarat dengan sangat keras di pipi seorang gadis muda
" Maaf pah.. "
" Apa kamu pikir sebuah kata maaf berguna untuk menutup aib yang kamu buat ? "
Berusaha memegangi tangan suaminya yang hendak memukul kembali anaknya
" Ini akibat kamu terlalu memanjakan dia, sekarang kamu liat sendiri kan ? dia sudah mencemarkan nama baik keluarga kita..!! "
" Pokoknya papa minta kamu gugurkan kandungan kamu..!! "
" Ga pah.. Aku yang salah anak ini ga salah.. Aku lebih baik mati dari pada harus membunuh darah daging aku sendiri " dl
Dengan penuh amarah papa gadis muda itu menghujani gadis tersebut dengan tamparan-tamparan yang sangat keras
" Ok.. Kalo kamu masih keras kepala juga mulai detik ini papa ga akan ijinkan kamu keluar dari rumah "
Gadis muda itu di seret masuk ke dalam kamarnya, dan tak lupa kamarnya pun di kunci
" Pah buka pah pintunya.. Dia bersedia bertanggung jawab pah... " Menggedor pintu kamar
" Bertanggung jawab kamu bilang, apa kamu kira papa akan ijinkan dia yang cuma orang biasa menikah dengan kamu anak kami satu-satunya "
Beberapa kali sang pria datang ke kediaman mereka menanyakan tentang gadis tersebut, tetapi pihak keluarga mengatakan bahwa sang gadis sudah pergi ke luar negeri dan akan menikah dengan orang lain. Dengan berat hati akhirnya pria tersebut mencoba untuk melupakan gadis tersebut
Waktu pun terus berlalu gadis tersebut sudah hendak melahirkan buah hatinya, saat itu papanya sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaan tetapi sang papa memberikan perintah untuk melenyapkan bayi mungil tersebut setelah bayi itu lahir
Bayi perempuan mungil pun terlahir ke dunia, gadis muda tersebut langsung tak sadarkan diri setelah melakukan persalinan. Sang nenek yang tak tega memberikan gadis kecil tersebut kepada seorang cleaning service di rumah sakit tersebut
Awalnya pria itu pun merasa ketakutan, karena dia takut akan menjadi suatu masalah bagi dirinya di kemudian hari, tetapi sang nenek mengatakan bahwa sang ibu dari anak tersebut tak menginginkan anak itu dan sang kakek ingin membunuh bayi mungil tersebut karena terlahir tanpa seorang ayah, maka cleaning service tersebut pun bersedia membawa bayi mungil itu
" Maafin nenek ya sayang, nenek cuma bisa lakukan sampai sini. Semoga Tuhan akan selalu menjaga kamu, dan semoga suatu saat nanti kamu akan bertemu kembali dengan mama kamu sayang "
Sang nenek mencium kening bayi mungil tersebut dan memberikan kalung berliontin giok hijau serta uang dengan nominal yang cukup banyak
Dan akhirnya Rania pun menjadi bagian dari keluarga kecil ibu dan ayahnya dan kebetulan memang tak mempunyai anak, Rania sangat di sayang oleh mereka berdua. Dan sang pria cleaning service tersebut adalah adik dari ibu yang mengurus Rania selama ini atau sang paman yang kini sedang terbaring lemah, tetapi karena dia baru saja menikah dan istrinya tak bersedia mengurus Rania maka Rania pun di berikan kepada kakaknya
FLASH OFF
" Maafin kami sekeluarga, kami baru menceritakan ini semua sekarang "
" Jadi aku cuma seorang anak yang terlahir tanpa seorang ayah dan di buang oleh ibu kandung aku sendiri, kenapa di dunia ini ada seorang ibu yang tega melakukan itu ? "
Hati Rania sakit bak teriris sebuah pisau yang tajam, dia tak dapat lagi berkata-kata hanya air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata indahnya
" Kamu dengerin paman ya sayang, setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Jadi maafkan orang tua kamu ya "
Rania hanya terdiam masih dengan air mata yang setia menetes
" Setidaknya paman sudah selesaikan tugas terakhir paman, apapun yang akan kamu lakukan itu hak kamu sayang. Mungkin paman ga akan bisa jaga kamu lagi ke depannya kamu butuh keluarga kamu sayang "
" Nia ngerti paman.. Paman ga usah pikirin apapun dulu ya.. Yang terpenting sekarang paman harus sehat dulu " dengan suara yang terputus-putus karena tertahan oleh tangisan yang semakin hebat
" Ga Nia paman banyak salah selama ini sama kamu, dan beban terakhir paman sudah paman selesaikan. Sekarang paman bisa pergi dengan tenang " tersenyum hangat dan mulai menutup kedua bola matanya secara perlahan
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "
Ceritanya sudah TAMAT kakðŸ¤
Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉