Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Bulan Madu


Setelah melakukan semua ritual acara pernikahan mereka dan para tamu undangan sudah mulai membubarkan diri satu persatu, Anggi dan Galang langsung ke kediamannya Galang. Anggi langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Setelah Anggi selesai membersihkan diri secara bergantian Galang yang mulai untuk membersihkan dirinya, Anggi mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk melaksanakan malam pertama mereka. Walaupun itu bukan hal pertama yang akan mereka lakukan


Anggi sudah menggunakan lingerie berwarna merah yang sangat sexy, di dalam hatinya dia ingin membuat Galang kembali menjadi miliknya. Satu hal yang tak pernah dia sadari adalah Galang selama ini menjalani hubungan dengannya bukan karena cinta, hanya karena Anggi yang selalu menggodanya


Begitu keluar dari dalam kamar mandi Galang sempat melirik ke arah Anggi yang sudah menunggu kehadirannya di tepi kasur, Galang bukannya menghampiri istrinya dia malah memilih untuk melangsungkan kakinya ke arah pintu kamar


" Kamu mau ke mana sayang ? "


" Mau ke ruang kerja, banyak kerjaan yang tadi tertunda " dingin dan mulai keluar dari dalam kamar tersebut


" Akh..!! " Anggi berteriak karena frustasi mendapatkan perlakuan seperti itu dari Galang di malam pertama mereka


Galang menghabiskan malam itu dengan menyibukkan dirinya dalam bekerja, Galang tak ingin berada di dekat Anggi. Karena hati Galang kini sudah di miliki seutuhnya oleh wanita lain


Sangat jauh berbeda dengan keadaan Rania pada saat itu, setelah menyelesaikan acara pernikahannya Adrian dan Rania tak langsung melaksanakan bulan madu mereka. Bukan karena Adrian tak bisa menyentuh Rania, tetapi Adrian harus menyelesaikan segala urusannya terlebih dahulu


Hari itu Adrian dan Rania sedang berada di sebuah pulau yang di kelilingi oleh laut, suasana malam hari di sana sangat membuat hati menjadi tenteram. Rania berdiri di balkon memandangi hamparan laut yang terpampang di di hadapannya


Adrian membawakan sebuah kain dan membalutnya ke pundak Rania, lalu memeluk gadis yang kini telah menjadi istrinya dari belakang


" Anginnya kencang sayang, nanti kamu bisa sakit "


" Makasih ya kak " Adrian melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Rania


" Jangan pernah ucapkan terima kasih atau maaf ke aku sayang, aku yang seharusnya ucapkan itu ke kamu " tersenyum hangat dan Rania membalas dengan senyuman


Adrian mendekatkan wajahnya ke Rania, Adrian dapat merasakan bila Rania belum bisa menerima dirinya seutuhnya. Adrian mengalihkan bibirnya ke kening Rania dan mengecup kening Rania dengan sangat lembut


" Maaf sayang aku yang awalnya berbohong sama kamu, sehingga posisi aku di gantikan orang lain di hati kamu. Aku akan selalu tunggu kamu sayang "


Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat hati kecil Rania berteriak memaki dirinya sendiri, dan Rania langsung memeluk tubuh Adrian dengan sangat erat. Rania merasa bersalah kepada laki-laki yang kini telah menjadi suaminya tersebut


" Maafin aku kak, aku benar-benar belum bisa melupakan laki-laki kasar itu "


Rania terus memeluk tubuh Adrian tanpa mengeluarkan sepatah katapun, jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa sangat bersalah terhadap Adrian. Dan Adrian mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Rania


" Sayang dengerin aku baik-baik "


Adrian mulai melepaskan pelukan Rania dan tangannya kembali memegang kedua pipi Rania agar Rania mau menatapnya


" Buat aku saat ini, kamu udah jadi istri aku aja itu udah cukup sayang. Jangan pernah sesalin apapun yang udah terjadi, bagi aku kamu bahagia aja itu udah cukup sayang " Adrian mencium kening Rania dengan sangat lembut


" Bahkan bila kamu meminta untuk kembali ke laki-laki itu untuk kebahagiaan kamu, aku pasti akan lepaskan kamu Nia "


Adrian dan Rania larut di dalam pikiran mereka masing-masing, hingga tiba-tiba Rania mencium bibir Adrian. Adrian yang mendapatkan serangan tiba-tiba seperti itu dari Rania terkejut bukan main, bahkan di awal Adrian membulatkan kedua bola matanya seakan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi


Rania mulai melepaskan ciumannya saat mereka sudah hampir kehabisan nafas, Rania menundukkan kepalanya menahan rasa malu yang sedang melanda mengingat apa yang baru saja dia lakukan. Adrian mengerti dengan apa yang terjadi pada Rania, Adrian langsung merengkuh tubuh mungil Rania


" Makasih ya sayang, kamu tau hal tadi sangat berarti bagi aku. Aku benar-benar sangat bahagia sayang " Rania dapat merasakan kehangatan dan ketulusan dari pelukan seorang Adrian


" Istirahat yuk sayang, besok kita mulai keliling "


Adrian dan Rania menghabiskan bulan madu di hari pertama mereka dengan tidur, dan Adrian kini sudah berani untuk mulai memeluk tubuh mungil Rania saat Rania sudah mulai terlelap


" Makasih ya sayang, kamu udah memberikan aku kekuatan untuk tetap mempertahankan kamu "


Sedangkan di kediaman Galang kini sudah menunjukkan hampir menjelang pagi, dan Galang tetap tak kembali ke dalam kamarnya. Dia lebih memilih untuk tidur di sofa ruang kerjanya


Ketika pagi mulai menyapa Galang baru kembali ke dalam kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dan kini dia sudah berpakaian dengan sangat rapi untuk segera pergi ke kantor. Sedangkan Anggi baru saja terjaga dari tidurnya


" Mau ke mana sayang ? " tanya Anggi dan mulai mendudukkan dirinya


" Ke kantor " memasang wajah dingin


" Tapi sayang ini kan hari pertama kita setelah resmi menjadi suami istri, masa kamu mau kerja " Galang melirik ke arah Anggi masih dengan wajah dinginnya


" Tapi maaf bukan kamu yang aku harapkan untuk menjadi istri aku, di dalam hati aku cuma pernah ada satu wanita dan selamanya akan selalu begitu "


Galang mulai melangkahkan kakinya ke arah ranjang di mana istrinya kini berada, dia mengeluarkan sebuah kartu dan meletakkannya di atas meja samping ranjang


" Kamu bisa pake kartu ini buat beli apapun yang kamu mau "


Galang mulai melangkahkan kakinya ke luar dari dalam kamar meninggalkan Anggi begitu saja, begitu sampai di lantai bawah bahkan beberapa pelayan terheran-heran melihat Galang yang sudah rapi di saat waktu masih sangat pagi. Bahkan mereka belum menyajikan sarapan di atas meja makan


Galang pergi ke kantor tanpa menunggu asisten pribadinya menjemput dirinya seperti biasanya, baginya dia hanya ingin cepat meninggalkan kediamannya secepat mungkin


Anggi yang mendapatkan sebuah perlakuan yang kurang enak lagi dari Galang menjadi mengamuk sedemikian rupa, hampir semua barang yang ada di dalam kamar mereka dia hancurkan


" Dasar laki-laki kurang aj*r, kita liat aja kalo dulu aku bisa dapetin kamu si manusia sombong. Apalagi sekarang saat kamu udah resmi menjadi suami aku "


Kesombongan di dalam hati Anggi membutakan mata hatinya, dia berusaha menutupi kenyataan yang sudah berada tepat di depan mata. Dia tak ingin menerima bahwa kini Galang sudah menjadi sosok yang berbeda dengan sosok pertama saat dia berhasil mendapatkan Galang dengan menghalalkan berbagai cara


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Mampir kak ke karya aku Zahra anak yang tak berdosa S2 🤭