
tidak terasa kini Aqila dan citra sudah lulus kuliah beberapa tahun mereka sudah bekerja
untuk Aqila bekerja di perusahaan Adiguna
kalau citra bekerja dg kakak laki lakinya untuk membuka cabang baru untuk cafenya
Aqila di sana bekerja menjadi sekertaris CEO
dan mereka Terlibat cinta satu sama lain
karena sudah mantap dan sama sama jatuh cinta bos Daria Aqila atau pacarnya sendiri yg bernama Mahendra Rajasa Adiguna yg dipanggil dg panggilan raja mere berdua berniat meminta restu kepada keluarga Aqila karena Aqila sendiri sudah di kenalkan oleh keluarga kekasihnya sejak lama
Aqila selalu tertutup kalau membahas keluarganya dia selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan dan malam ini raja ingin memberi kejutan pada Aqila kalau raja akan membawa keluarganya ke rumah Aqila untuk melamarnya dan seluruh keluarga
pradipta setuju karena Mera sudah mengenal lama Aqila dan sudah tau bagai mana sifatnya
keluarga pradipta besar adiguna bersiap siap dan sekarang mereka dalam perjalanan menuju kekediaman Aqila
setelah mereka sampai mereka lalu masuk ke rumah Aqila dan disambut para mad sana
salah satu mad memberanikan diri bertanya
" maaf mau cari siapa ya " kata mad
" kami sekeluarga mau cari Aqila " kata salah satu keluarga Adiguna
" kalau begitu tunggu sebentar saya panggilkan nona Aqila"
lalu mad itu menuju kamar Aqila
tok tok tok
"non ada yg cari non di bawah "
" siapa yg cari saya "
" saya nggak tau non"
lalu mad itu keluar dari kamar Aqila disusul juga Aqila karena penasaran dia langsung kelantai bawah
setelah sampai alangkah terkejutnya Aqila mendapati seluruh kelurga besar adiguna ada di rumahnya bukan nya senang Aqila malah panik karena dia tidak memberi tau soal keluarga kekasihnya dan juga tidak pernah mengenalkan kekasihnya
yg Aqila takuti adalah kemarahan kakaknya nik sekarang dia bingung harus apa
sehingga dia disadarkan oleh lamunannya
karena tiba tiba ada yg memeluknya yaitu kekasihnya
" sayang hai kenapa melamun kamu tidak suka kami kemari" kata kekasih Aqila yaitu raja
" oh tidak tidak bukan begitu aku hanya terkejut saja" kata Aqila karena dia tidak tau harus ngomong apa
" silahkan duduk dulu biar mad membuat minuman "kata Aqila yg masih bingung
" " sebelum kami menyampaikan tujuan kami kesini biar raja dulu yg mengatakan"
setelah itu raja bersuara" aku sengaja memberi kejutan untuk kamu untuk datang kemari karena kamu kalau ditanya tentang keluarga kamu selalu menghindar "
kata raja karena dia sudah tidak sabar Ngebet ningkah Aqila yg Ter lalu tertutup akhirnya
dia berinisiatif sendiri mengajak keluarganya untuk melamar Aqila sekaligus berkenalan dg keluarga Aqila
" nak kami kesini ingin melamar kamu dan sekaligus mengenal keluargamu "
kata ibu raja karena anaknya terlalu lama untuk berbasabasi '
"apa kamu menerimanya nak dan dimana semua keluargamu kok sepi"
kata mama raja sambil melihat sekeliling rumah dia tidak melihat keluarga Aqila
' sebelumnya aku meminta maaf karena aku belum mengatakan hubunganku dg keluargaku terutama kak nik " kata Aqila sambil menunduk
" tidak apa kami kesini juga sekalian berkenalan dg keluargamu biar kami bisa akrab
dg terpaksa Aqila membawa keluarga Adiguna ke tempat nik
" kalau begitu mari ikut saya menemui kak nik di ruangannya"
mereka pun menuju ruangan nik
lamunan mereka dibuyarkan dg suara
" kak ini adalah keluarga Adi guna mereka ingin bertemu dg kakak"
kata Aqila takut takut
" iya nak kami kesini mau melamar Aqila sekaligus bersilaturahmi dg keluargamu" kata mama raja tanpa mereka ketahui aura Disa berubah
nik terdiam sejenak lalu mempersilahkan mereka duduk
setelah itu nik memperhatikan keluarga Adiguna satu persatu sambil
yg diperhatikan malah melihat di buat gemas dg celotehan dan tingkah laku anak nik
"ada keperluan apa kalian kemari " tanya nik Tapa badan basi
" perkenalkan namu raja saya kekasih adik anda Aqila sekaligus bosnya " kata raja memperkenalkan diri
tidak tau saja yg diajak bicara sudah mengeluarkan aura gelap
ayah raja yg sudah mengetahui bahwa wajah kakak Aqila sudah mulai semakin datar kalau mereka melihat dg teliti ada rasa tidak suka yg di perlihatkan oleh kak Aqila
kalau mereka melihat dg seksama dan kebetulan keluarga Adiguna sangat peka
sehingga kakek dan ayah raja turun tangan ikut bicara
" nak kami kemari berniat baik ,kalau kamu setuju kami akan langsung melamar Aqila kalau kamu masih ragu dan baru bertemu dg kami maka kami berkenalan dan mengakrabkan
diri dulu" kata kakek raja
" kak maaf karena aku tidak langsung memberitahu kakak "kata aqila
nik masih terdiam setelah itu beranjak dari tempatnya untuk menidurkan anak nya
" karena kamu merasa sudah besar dan bisa mengambil keputusan sendiri maka dari itu terserah apa mau mu sekarang aku bebaskan kamu "kata nik sebelum pamit kepada keluarga Adiguna
" kak dengarkan aku dulu kak " Aqila menangis dia tau kalau nik marah dan kecewa
" bagai mana ini pa kenapa jadi kacau " kata raja karena dia melihat kekasihnya sangat kacau.
keluarga Adiguna saling tatap terutama kakek raja Mereka tau dibalik kata kata nik tadi walau dg nada lembut tetap tersirat kemarahan dan kekecewaan
" mungkin kita datang kemari dg waktu yg tidak tepat" kata mama raja
disaat itu mereka melihat kakak dan adik Aqila baru pulang dari cafe
"ada apa ini kenapa rame dan kau kenapa kak kok duduk dilantai dan yg memeluk kakak siapa " tanya citra beruntun
" satu satu kalau tanya , baik aku jawab perkenalkan aku raja kekasih kakakmu Aqila dan ini keluargaku kami kemari ingin melamar Aqila" kata raja lancar
sedang kan ZIKMA kakak Aqila menyimak dan kini dia tau kenapa adiknya kacau seperti itu lalu dia berlalu pergi tanpa suara
semua keluarga Adiguna melongo dg tingkah keluarga Aqila ada apa mereka sepertinya tidak suka padahal banyak orang yg ingin menjadi bagian keluarga Adiguna
citra yg masih disitu lalu syok
" ya Tuhan ,pantas lah kalau begitu" kata kata citra ambigu
lalu citra akan berlalu pergi
" dek bujuk kak nik ya " kata Aqil
" enggak aku nggak mau ikut Tan kak nik kalau marah kamu tau kayak apa " kata citra
" memang keluarga ini kalau marah kayak apa " tanya raja sambil mengorek informasi
" dih kepo " kata citra berlalu pergi
sedangkan Aqila dia semakin diam keluarga Adiguna merasa bersalah dan menenangkan Aqila terutama raja
" ya sudahlah mungkin Kaka kamu butuh waktu " kata raja
setelah itu keluarga Adiguna berpamitan kepada Aqila dan mereka akan kembali nanti saat semua nya siap