Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Keanehan Adrian


Selepas kepergian Galang dari area pemakaman itu Rania dan Adrian tiba di sana, mereka memutuskan untuk berziarah sebelum kembali ke kota di mana mereka kini tinggal


Kini mereka berdua sudah berada tepat di hadapan makam ibunya Rania, mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan bingung. Karena mereka berdua saling bingung melihat ada taburan bunga yang masih segar di atas makam tersebut


" Mungkin paman kamu dan keluarganya sayang "


Rania hanya membalas dengan senyuman


" Bu sekarang Nia hidup dengan baik, ibu yang tenang ya di sana "


Adrian setia berada di samping Rania menunggu Rania melepaskan rindu kepada ibunya, setelah puas mereka pun memutuskan untuk keluar dari area pemakaman tersebut, dan kembali ke kota di mana kini mereka tinggal


Galang melanjutkan perjalanan ke arah kantornya dengan mengendarai mobilnya sendiri, semenjak dia sering menginap di apartemennya Galang tak lagi di antar oleh asisten pribadinya. Karena Galang tak ingin seorang pun mengetahui bila dirinya sering mengunjungi makam ibunya Rania


Galang sedang memberhentikan mobilnya yang terjebak di sebuah lampu merah, pandangan dirinya tertarik melihat seorang ibu yang sedang menjajakan dagangannya dan menggendong anaknya yang masih kecil


Setelah melewati lampu merah memberhentikan mobilnya dan menepi di pinggir jalan, dia pun melangkahkan kakinya ke arah ibu tersebut. Dan memberikan beberapa lembar uang merah kepada ibu tersebut


" Terima kasih banyak pak "


Tampak kebahagiaan terpancar dari wajah ibu tersebut, matanya pun seperti hendak menangis. Galang hanya membalas dengan senyuman


" Apa ibu ga kasihan sama anak ibu ? "


Galang melirik ke arah anak kecil yang sedang tertidur di dalam pelukan ibu tersebut


" Ya mau gimana lagi pak ? saya cuma berdua sama anak saya di kota ini, makanya saya bawa anak saya jualan pak "


" Suami ibu di mana ? "


" Suami saya menikah lagi pak " lirih


" Apa suami ibu ga mau tanggung jawab sama anaknya ? "


" Suami saya minta anak ikut dia, tapi saya lebih baik akhiri nyawa saya aja pak. Kalo sampe suami saya ambil anak ini dari saya "


" Apa itu juga yang akan Rania lakukan kalo aku ambil anak kami ? "


" Tapi kan mungkin aja ayahnya bisa merawat anak ini dengan lebih baik "


" Boleh ada yang namanya mantan suami pak, tapi ga akan ada yang namanya mantan anak " ucap ibu itu dengan sangat yakin


Sesungguhnya Galang hanya ingin mendapatkan sebuah jawaban dari seorang wanita. Apa yang akan di lakukan wanita bila terjadi seperti itu ?


" Ini kartu nama saya bu, kalo ibu butuh sesuatu atau pekerjaan ibu bisa hubungi saya " Galang memberikan kartu namanya dari dompetnya


" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak pak "


Galang membalas dengan senyuman dan meninggalkan ibu tersebut


Kini Galang benar-benar mulai merubah segala yang biasa dia lakukan, Galang mulai selalu memperhatikan keadaan orang-orang di sekeliling dirinya. Secara tak langsung Galang hanya ingin menebus semua kesalahannya terhadap Rania di masa lalu, sedikit demi sedikit sikap dingin yang selalu dia tunjukkan kepada orang lain pun mulai berkurang


" Mantan istri ada, tapi mantan anak ga akan ada. Dan wanita akan lebih memilih mengakhiri hidupnya dari pada kehilangan anaknya "


" Apa mulai sekarang aku harus mulai belajar terima anak aku yang dari Anggi juga ? kan anak itu ga salah. Gimana juga dia tetap darah daging aku sendiri, dan sampe kapan pun hanya kamu Rania yang ada di dalam hati aku "


Pertemuan sesaat Galang dengan ibu tersebut membuka kembali pemikiran seorang Galang yang sudah salah, dia pun memutuskan untuk mulai mempersiapkan segala yang di butuhkan oleh anak-anaknya kelak


Galang sudah menghubungi pengacaranya dan membuat surat warisan untuk membagi seluruh harta kekayaannya kepada ke dua anaknya kelak


Galang mulai menunjukkan sedikit perhatian kepada Anggi semenjak itu, walaupun tetap dia tak menyentuh Anggi sama sekali. Tetapi bila berurusan dengan calon anaknya dia akan ambil andil di sana


Jauh di dalam lubuk hati Galang itu adalah cara untuk menebus kesalahannya terhadap anak yang sedang di kandung Rania, dia bukannya tidak ingin mengambil anak itu. Dia hanya tak ingin Rania menjadi sedih bila dia melakukan hal tersebut


Hari demi hari terus berlanjut hingga kini usia kandungan Rania dan Anggi sudah memasuki usia tujuh bulan, segala persiapan untuk menyambut ke dua malaikat kecil itu sudah di persiapkan dengan baik


Malam itu Galang kembali ke kediamannya untuk melihat keadaan calon anaknya yang akan lahir sesaat lagi dari rahim Anggi, sedangkan Anggi sudah mulai pasrah dengan semua sikap Galang terhadapnya. Dia sudah memutuskan untuk menggugat cerai suaminya saat nanti bayi dalam kandungannya sudah lahir


Niat itu sudah dia utarakan kepada keluarga besarnya dan keluarga besarnya hanya bisa mendukung, Galang yang mengetahui hal tersebut hanya bersikap acuh dan meminta anak tersebut takkan di bawa oleh Anggi. Dan hal tersebut di setujui oleh Anggi dengan sangat mudah


Hal tersebut membuat seorang Galang menjadi semakin tak menyukai Anggi, bagaimana mungkin seorang ibu bersedia meninggalkan anaknya begitu saja


Sedangkan mama Widya terus dan terus mencoba membujuk Anggi dengan seribu cara tetapi tak berhasil juga, karena keputusan Anggi sudah bulat di dalam hatinya. Dia sudah tak ingin lagi memperjuangkan Galang dalam kehidupannya


Seperti biasa malam itu Galang akan tidur di atas sofa ruang kerjanya, dan hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa kini bagi Anggi


Sedangkan nan jauh di sana ada seorang Rania yang sedang tertidur dengan pulas, dan Adrian mengambil ponselnya lalu keluar dari dalam kamar dan menuju ke ruang kerjanya. Lalu mulai menghubungi seseorang


Selesai melakukan panggilan tersebut Adrian kembali ke dalam kamar dan menatap wajah Rania dengan sangat intens, tersirat seribu kesedihan di dalam hati Adrian pada saat itu


" Apa yang harus aku lakuin ke kamu ? "


Untuk pertama kalinya Adrian tak tidur di sisi Rania dan memeluk tubuh mungil Rania, Adrian memutuskan untuk tidur di atas sofa di dalam kamar tersebut. Sedangkan Rania yang sudah candu dengan pelukan hangat dari Adrian menjadi terjaga dari tidurnya, melihat Adrian yang tertidur di atas sofa membuat Rania mendekati Adrian


" Kak " Rania menggoyang lengan Adrian


" Hmm "


" Kenapa ga tidur di kamar kak ? "


" Kamu tidur aja sayang, aku lagi mau tidur di sini malam ini " masih dengan mata yang terpejam


" Kenapa kak Adrian kok aneh gini ? apa aku ada buat salah ? atau kak Adrian sudah bosen tunggu aku ? "


Dengan perasaan yang sangat sedih Rania kembali ke atas ranjang dan mulai merebahkan tubuhnya, hingga air matanya mengalir dengan sendirinya. Adrian mengetahui bahwa Rania sedang menangis, tetapi dia berusaha untuk tak perduli. Hingga Rania mulai tertidur dengan sendirinya


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭