Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Pengkhianatan Adrian


Hari demi hari terus berlalu dan Adrian semakin menjauh dari Rania, bahkan kini Adrian hampir setiap malam menghabiskan waktunya di ruang kerjanya dan sesekali tidur di ruang kerjanya


Pagi itu Adrian sudah bersiap untuk pergi ke kantor jauh lebih pagi dari yang biasa, bahkan dia tak menunggu hingga Rania beranjak dari tidurnya


Tanpa sarapan bersama Adrian langsung melangkahkan kakinya keluar dari kediamannya, Rania yang baru saja terjaga dari tidurnya melihat sekeliling kamar dan tak dapat menemukan di mana Adrian berada


Seribu pertanyaan mulai muncul di dalam benak Rania atas perubahan sikap Adrian yang nampak dengan jelas, Rania bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Dia harus mencari kepastian pada hari itu juga


Sesampainya di kantor Adrian seperti biasa Rania akan langsung menuju ke ruangan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya, dan yang sedikit mengejutkan adalah Adrian tidak berada di tempat. Sekretaris Adrian mengatakan bila Adrian belum tiba di kantor


Rania kembali melangkahkan kakinya keluar dari kantor Adrian untuk kembali ke kediamannya, dia akan menunggu kehadiran Adrian pulang dari kantor untuk memperjelas semuanya


Rania menatap kosong ke arah luar kaca mobil selama perjalanan kembali ke kediamannya, hingga tiba-tiba dia menepuk pundak sang supir untuk menghentikan laju mobilnya


" Stop pak..!! "


" Apa ini alasannya kamu berubah kak ? "


Rania dapat melihat dengan jelas bila Adrian sedang di dalam pelukan seorang wanita, wanita yang sangat cantik menurut Rania. Sedangkan sang supir hanya bisa terdiam melihat Rania meneteskan air matanya


" Jalan pak " lirih


" Baik nyonya "


Sang supir kembali melajukan mobilnya ke arah kediaman Rania


" Aku tau kak, aku memang udah ga pantas untuk kakak, apa ini alasannya kakak berubah ? "


" Aku memang belum mencintai kakak sepenuhnya, tetap aja sakit kak. Benar-benar sakit rasanya di khianati "


Ternyata ketika mobil tersebut mengarah kembali ke kediamannya, tepat di depan sebuah cafe Rania melihat seorang wanita sedang memeluk tubuh suaminya dan menangis, dan yang lebih mengenaskan Rania melihat bila suaminya membalas pelukan tersebut


Sepanjang perjalanan sesekali Rania tetap meneteskan air matanya, Rania sangat sadar bila hatinya mungkin belum bisa mencintai Adrian sepenuhnya. Tetapi kehangatan dari seorang Adrian selalu menutupi rasa sakit di dalam hatinya


Begitu tiba di kediamannya Rania langsung menuju ke kamarnya, Rania mulai merapikan barang-barang miliknya. Dia sudah bertekad untuk meminta penjelasan pada hari itu juga, bila nanti Adrian mengakui maka dia akan memutuskan segala hubungan dengan Adrian


Karena sampai detik ini Adrian masih belum menyentuh tubuh Rania sama sekali, Adrian berharap agar Rania melahirkan anaknya terlebih dahulu, dan mereka akan melakukan ijab qobul kembali


Selesai merapikan segala barang miliknya Rania langsung mencoba menghubungi Adrian, dia harus memperjelas semuanya pada saat itu juga. Mungkin karena pengaruh hormon dia menjadi sedikit tidak sabar


Tut.. Tut.. Tut..


Panggilan pertama sempat di abaikan oleh Adrian


" Apa sekarang bahkan telpon dari aku juga udah ga ada artinya lagi buat kakak ? "


Sedangkan Adrian di seberang sana baru saja keluar dari dalam mobilnya, dia pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke arah loby kantornya. Tiba-tiba saja langsung menghentikan langkahnya karena menyadari bila ponselnya tertinggal di dalam mobilnya


Adrian yang kembali ke mobil langsung menyambar ponselnya, dia melihat bila ada sebuah panggilan dari Rania. Adrian langsung menghubungi Rania kembali


" Halo kak "


" Ya, ada apa Nia ? "


" Bahkan sekarang kamu udah ga panggil aku sayang lagi ya kak "


" Kakak di mana kak ? aku bangun pagi kakak ga ada "


" Oh maaf ya aku ada kerjaan dadakan, jadi dari pagi aku di kantor "


" Kamu bohong kak "


" Apa kerjaan kakak udah selesai ? " terisak, Rania mulai tak dapat menahan rasa kecewanya di bohongi


" Hei.. Kamu kenapa ? " tanya Adrian dengan wajah panik


" Aku ga apa kak, aku cuma butuh ketemu kakak sekarang juga "


" Kamu di mana ? "


" Di rumah kak "


Tanpa sadar apa yang telah terjadi Adrian langsung melajukan mobilnya kembali ke kediamannya, sesampainya di sana Adrian langsung menuju ke dalam kamarnya. Kedua bola matanya sempat membulat melihat beberapa koper yang sudah tersusun rapi


" Kamu mau ke mana Nia ? "


" Aku ga tau kak "


" Maksud kamu apa Nia ? kamu harus ingat kamu lagi hamil "


" Apa karena aku lagi hamil juga makanya kakak ga bisa tinggalkan aku ? "


" Kamu ngomong apa sih ? "


Adrian mulai melangkahkan kakinya mendekati Rania yang sedang duduk di atas sofa, dan mulai mendudukkan dirinya tepat di samping Rania


" Apa kakak sadar kalo sekarang kakak udah berubah sama aku ? "


" Apa karena perempuan itu kak ? " wajah terkejut tak dapat di tutupi lagi tampak jelas di wajah Adrian


" Apa tadi Rania liat aku di cafe ? "


" Maaf Nia aku.. "


Sebelum Adrian menyelesaikan kata-katanya, Rania langsung memberikan tatapan tajam kepada Adrian


" Aku ngerti kak, jadi biarin aku pergi kak "


" Aku ga ijinkan kamu pergi, kamu lagi hamil Nia "


" Ga apa kak, ini anak aku. Aku pasti akan jaga dia dengan baik " dengan tegas


Adrian pun hanya bisa terdiam


" Atau mungkin ini adalah terbaik buat kamu sayang, aku ga mau sakiti kamu lebih dari ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu akan dapatkan kebahagiaan kamu di luar sana "


" Aku ga akan paksa kamu buat tetap di samping aku Nia, aku akan hargai apapun pilihan kamu " ucap Adrian sambil menundukkan kepalanya


Dengan berat hati Rania mulai bangkit dari duduknya, dia mengambil tangan kanan Adrian dan mencium punggung tangan Adrian seperti yang biasa dia lakukan


" Aku pergi ya kak, jaga diri kamu baik-baik kak "


Adrian hanya bisa diam seribu bahasa dan Rania menguatkan hatinya untuk pergi dari tempat itu, untuk kedua kalinya Rania kembali pergi dari rumah suaminya walaupun suami yang berbeda


Sebelum Rania sempat melangkahkan kakinya Adrian langsung memeluk tubuh mungil Rania dengan sangat erat


" Tolong ijinkan aku memeluk kamu sebentar aja sayang, mungkin ini adalah pelukan terakhir aku buat kamu "


Setelah puas Adrian mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rania dengan tatapan penuh makna


" Kamu mau ke mana biar aku antar ? "


" Ga usah kak, aku nanti minta antar mang Jajang aja "


Lagi-lagi Adrian hanya bisa terdiam


" Aku minta kakak tolong urus surat perceraian kita saat nanti aku udah melahirkan "


Adrian hanya menganggukkan kepalanya


Dengan hati yang hancur ingat kejadian terdahulu, dan kini pengkhianatan dari seorang Adrian. Rania mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar tersebut, Rania langsung di antar oleh supir menuju ke bandara karena dia memutuskan untuk kembali ke kota asalnya. Sedangkan Adrian hanya bisa melihat kepergian Rania dari balik jendela kamarnya


" Maaf sayang aku rasa ini yang terbaik buat kamu "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭