Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Sang Gadis Kecil


Galang kembali ke kediaman mamanya dengan langkah yang pasti, semua pelayan seperti terkejut saat melihat dia kembali masih dengan pakaian yang lengkap untuk acara pertunangannya tetapi tak ada satu pun orang yang berani bersuara


" Mama di mana ? "


" Di kamarnya tuan "


" Hmm... "


Galang pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mamanya


Tok.. Tok.. Tok..


" Mah... " Membuka pintu


" Kamu udah pulang sayang ? " berkaca-kaca,


Sang mama langsung menghampiri Galang dan memeluk Galang


" Aku minta maaf ya mah " lirih


" Mama yang harusnya minta maaf sama kalian sayang "


" Maaf.. Apa maksud mama ? "


Galang pun mulai melepaskan pelukan dari mamanya


" Kenapa mama minta maaf sama aku ? " mengerutkan keningnya


" Mama minta maaf memisahkan kamu dengan wanita itu, satu-satunya wanita yang bisa berlabuh di hati kamu. Tapi mama yakin bila kalian berjodoh maka Tuhan akan mempertemukan kalian kembali "


" Seandainya mama cari tau dulu apa yang kamu mau, pasti kamu ga perlu sampe bertindak sejauh ini "


" Maaf ya Galang bikin mama jadi khawatir "


" Kamu dengerin mama ya Galang, sekarang apapun yang mau kamu lakukan mama akan dukung. Kamu harus temuin kebahagiaan kamu sendiri " memegang ke dua pipi anaknya


" Makasih ya mah "


Kini semua sudah berkumpul di ruang keluarga di sana ada pihak Anggi dan keluarganya, juga ada Galang dan mamanya. Dan yang pasti Anggi membawa jurus andalan di tengah-tengah mereka yaitu buah hati dirinya dan Galang


" Sebelumnya saya pribadi mohon maaf untuk keluarga besar Anggi "


" Sebenernya ada apa nak Galang sampai melakukan hal tadi ? "


" Maaf saya ga bisa " dengan yakin


" Maksud kamu apa ? " melepaskan tatapan membunuhnya


" Saya pikir tadinya saya bisa lakukan itu demi anak kita, tapi ternyata saya salah saya ga bisa "


" Kamu pikir saya ini apa..!!? Yang bisa kamu bisa berbuat seperti ini..!! "


" Sabar Anggi kamu ga boleh gitu " mamanya berbisik


Anggi pun mencoba mengatur napasnya untuk meredakan emosinya yang sudah berada di puncaknya


" Terus apa kamu ga mau bertanggung jawab sama dia ? " menunjuk buah hati mereka


" Saya akan tetap bertanggung jawab terhadap kalian berdua, bahkan saya akan menaikkan tunjangan kalian setiap bulannya. Tapi saya hanya bisa berbuat sampai situ " dengan tegas


" Baik kalo itu sudah menjadi keputusan kamu "


" Tapi pah.. "


" Cukup Anggi.. "


" Baik kalo gitu sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat "


Galang pun bangkit dari duduknya dan menghampiri gadis kecil buah hati dirinya dan Anggi, lalu Galang berjongkok tepat di hadapan gadis kecil itu


" Papa minta maaf sama kamu ya sayang, sampai kapan pun kamu tetap jadi anak papa. Kapan pun kamu butuh papa akan ada untuk kamu "


Gadis kecil itu hanya bisa terpaku, dan Galang pun memeluk gadis kecil itu dengan lembut


" Galang kamu kenapa sayang ? "


" Akh... Sakit mah... "


Secara perlahan Galang mulai kehilangan kesadarannya


Galang segera di pindahkan ke dalam kamarnya dan dokter keluarga mereka pun tak lama tiba di sana, dokter itu langsung menuju ke kamar Galang memeriksa keadaannya


" Gimana dok ? "


" Mungkin bagian kecil ingatan Galang terbuka, kemarin saya sudah berbincang dengan dokter yang menangani Galang. Galang tidak boleh memaksa untuk mengingat semua ingatannya secara berlebihan atau ya akan begini akhirnya "


" Lalu kami harus bagaimana dok ? "


" Kita harus terus melakukan terapi hingga mental Galang siap untuk mengingat apa yang ingin dia lupakan "


" Saya mengerti dok "


" Saya berikan resep beberapa vitamin untuk saat ini "


" Terima kasih dok "


Kepala pelayan di rumah itu pun mengantarkan dokter tersebut hingga keluar, kini hanya tersisa pihak keluarga Anggi dan mamanya Galang. Karena merasa tak enak hati melihat keadaan Galang papanya Anggi pun berpamitan dari rumah itu, dan hanya tersisa mamanya yang masih setia menemani Galang yang belum siuman


" Sesakit itukah sayang kehilangan wanita itu ? mama benar-benar menyesal melakukan hal itu dulu sayang. Seandainya mama tau kamu akan terpuruk hingga seperti ini, mama akan gunakan seribu cara untuk menahan wanita itu di sisi kamu sayang " berlinang air mata


Mamanya Galang hanya bisa menangis di samping Galang menyesali semua hal yang telah dia lakukan, ternyata mamanya Galang pun mengetahui kecelakaan Galang terjadi setelah anaknya melihat lamaran untuk Rania dari laki-laki lain


Cukup lama juga mamanya Galang menangis di samping Galang melihat keadaan anaknya itu, baru akhirnya dia pun kembali kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat


Setelah kejadian itu tak ada satu pun orang berani untuk membuka cerita tentang Rania dan anaknya di hadapan Galang, hingga waktu pun berlalu dengan sangat cepat tak terasa sudah beberapa bulan berlalu begitu saja, dan Galang sudah mulai benar-benar aktif kembali dengan pekerjaannya


Pada malam itu sang gadis kecil yang pernah hadir di dalam ingatan Galang pun kembali hadir di dalam mimpi Galang, gadis kecil itu berdiri tepat di hadapan Galang dengan senyuman terbaiknya


" Kamu siapa ? "


Gadis kecil itu hanya terdiam dan tetap tersenyum


" Siapa anak ini kenapa aku ngerasa familiar dengan anak ini ? "


Perlahan gadis kecil itu membalikkan tubuhnya dan berlari menjauh dari Galang dan mulai menghampiri seorang wanita yang wajahnya tak terlihat oleh galang, gadis kecil itu menggandeng tangan wanita itu dan mereka pun mulai berjalan semakin menjauh dari Galang


" Hei...!! Tunggu.. !! "


Gadis kecil itu sempat menoleh ke arah Galang dan terus berjalan menjauh, Galang berlari secepat yang dia bisa untuk menyusul mereka tetapi hasilnya hanyalah sia-sia. Galang pun terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal


" Siapa mereka ? siapa gadis kecil itu ? kenapa dia bisa ada di ingatan dan mimpi aku ? "


" Siapa sebenarnya kalian ? kenapa di sini terasa sakit ? " memegang dadanya


" Siapa wanita itu kenapa aku ga pernah bisa melihat wajahnya ? apa dia seseorang yang penting di masa lalu aku ? "


Waktu pun terus berlalu di seberang sana Rania sedang mempersiapkan segala keperluan dirinya dan anaknya untuk datang ke kota asalnya, hal itu dia lakukan karena undangan dari Revan dan istrinya. Mereka akan mengadakan acara untuk merayakan hari pernikahan mereka


Jauh di dalam lubuk hati Rania dia enggan sekali untuk pergi ke kota asalnya tetapi dia tak mungkin tak hadir di acara tersebut, karena Revan dan keluarga kecilnya selalu memenuhi undangan dari Rania


" Ini pertama kalinya kak Revan membuat acara aku ga mungkin ga hadir di sana. Biarkan Tuhan yang mengatur semuanya, kalau pun aku dan Caca harus ketemu dia di dampingi wanita lain nanti aku harus siap "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "


Ceritanya sudah TAMAT kak🤭


Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉