
di rumah keluarga Barata tengah terjadi
perdebatkan antara keluarga setelah insiden di mana Nana telah perlihatkan foto dan biodata seorang nik
bagai mana cantik kan kakaknya citra pas aku dikamar citra tidak sengaja aku melihat album foto lalu aku buka dan ternyata itu adalah foto kakaknya citra
aku seneng dong bisa lihat cewek cantik elegan dan tidak murahan setelah itu aku ambil dua foto lalu aku sembunyikan dan bawa pulang
setelah aku tanya pada citra tentang album foto yg di kamarnya dan aku tunjukan fotonya tentunya tidak dengan foto yang aku ambil itu kakaknya nik memang dia jarang terlihat karena jarang ulang dan aku sudah menyuruh orang untuk mencari datanya
ini data dan fotonya silahkan Dilihat dan semua pada heboh dan ingin cepat cepat melamar. itu hanya foto kak tapi kak belum melihatnya secara lang sungkan dia itu sangat cantik dari pada Perempuan perempuan yg kalian kenalkan pada Abang" kata Nana
" sedang semua sibuk berbicara sedang kan orang yg akan di kenalkan hanya diam menyimak
"
' bagai mana bang " kata papa ";terserah kalian aku pusing mendengar kalian bicara"
kata ken lalu tak lama suami Wibi datang yaitu Pras
" ada apa ini kok rame" kata Pras " ini lho mas mere berdebat tentang orang yg namanya nik" kata Widi istrinya
" oh nik aku tau sedikit tentang dia soalnya banyak para pria yg sering membicarakan nya " kata Pras
"memang membicarakan apa Pras" mereka semua bersuara karena penasaran
" begini pa seorang nik itu sangat misterius pendiam cuek tapi cantik sih mandiri dan juga mapan sayang tidak gampang di dekati seperti ada benteng yg transparan untuk membentengi dirinya, oh ya yang kamu kan bisa membaca karakter seseorang " kata Pras
" aku lihat dari foto yg di berikan Nana foto pertama sorot matanya melukiskan luka dan yg kedua walau dia senyum tapi senyumnya mengisyaratkan kesedihan
kalau yg aku lihat sih gitu enggak tau kalau bertemu nanti
aku baru ingat yang kata temanku yg bertetangga dg dia dulu bilang ibunya kena serangan jantung dan kakaknya meningal
setelah itu kakaknya meninggalkan tiga orang anak kalau tidak salah ingat kata temanku dia waktu itu nik masih umur 15 tahun " kata Pras"
apa karena itu dia menjadi karakter seperti saat sekarang seperti
katamu mas pendiam dan cuek" kata Wibi
" bagai mana bang kamu mau nggak bertunangan dg kak citra " kata Nana
kakak citra siapa" tanya Pras
kak nik atau yg disebut ARFANi dia kak citra" kata Nana
bukanya dia itu tantenya, adik dari ibu temanmu kata temanku begitu"kata Pras
masak sih kak tapi kenapa citra dan kakaknya memanggilnya kakak bah kan wajahnya masih muda " kata Nana
tunggu memang yg kalian bicarakan dari tadi mau sama Ken " kata Pras
maulah secara kak Ken kan ganteng tajir mandiri bodinya aja bikin kaum hawa ngiler kalo lagi toples" kata Nana
itu mah kamu dek kalau yg ini mah beda " kata Widi
sudah sudah kok malah pada adu mulut sih lebih baik kita selidiki dulu dan juga mama nanya sama Aqila kalau sama citra kayaknya dia tidak tau apa apa nanti mama bantu tanya sama Aqila ya wib kalau kamu kan bisa tanya dg cara kamu pasti mau terbuka" kata mama
baik ma " kata Wibi
sekarang aja suruh dia kesini dompetnya citra ketinggalan tadi malam mumpung citra kabari aku katanya dia flu kebanyakan makan eskrim " kata Nana
kalo begitu Telfon citra Sekarang Aqila suruh ngambil kesini bilang kamu nggak bisa ke sana ada urusan mendesak" kata Kenan
setelah diledek semua keluarganya Kenan langsung pergi ke kamar
lalu Nana menelfon citra" halo citra aku nggak bisa ke rumah lho ini dompet lho gimana" kata Nana
" biar nanti diambil pak Mamat supir aku" kata citra
eh janganlah ini kalo dompet lho ada isinya yg penting gimana kalo nanti ilang" kata Nana beralasan
" kagak pak Mamat orangnya bisa dipercaya dan sudah bekerja lama di rumahku " kata citra
"terserah lho lah , tapi kalau ada yg ilang jangan salain gue ye ,oh ya gimana badan lho sudah baikan" kata Nana
" ya sudah membaik sih " kata citra
" " kak Aqila ada di rumah nggak " kata ana
" kenapa tanya kak Aqila , memang ada perlu apa sama kakak gue " kata citra
"kagak cuma nanya kan lho sakit gue khawatir aja kalo lho nggak ada yg jaga " kata Nana ngeles
" oh .. gitu, ada kok malah semua pada di rumah" kata citra
" memang ada siapa saja di rumah paling juga kak Aqila sama maid " kata Nana kepo
" enak aja gini gini gue disayang sama semua kakak gue ye , dengerin ya disini ada kak nik kak ZIKMA sama kak Aqila semua lagi berkumpul di rumah " kata citra
" tumben kakak lho pada di rumah " kata Nana
" ya gue suruh pulanglah ,haha ha bercanda enggak memang kalo gue sakit mere akan ngurus gue terutama kak nik ,Karen kalo gue sakit mudah sensitif jadi ya cuma keluarga gue yg ngerti gue terutama kak nik" kata citra ,"
kalau gitu udah dulu ya semoga lekas sembuh
by by gue tutup dulu telfonnya " kata Nana
ya makasih udah di telfon " kata citra sambil matiin hp nya
setelah mereka mendengar kalo orang yg di bicarakan dari tadi ada di rumah,
tiba tiba mamanya Nana bilang
" gimana kalo kita jenguk citra biar kita lebih akrap sama keluarganya hitung hitung pdkt sama keluarganya kita kan jadi tau bagai mana keluarga nya citra terutama kakak citra nik nik itu " kata mama
" ide bagus ma sekalian aku bisa lebih tau bagai mana karakter nik kakaknya citra" kata Wibi
mereka pun bersiap siap untuk kerumahnya citra tiba tiba saat mau berangkat "
mau kemana kalian" kata Ken
mau ke rumah citra bang mau jenguk citra " kata Nana
ya sudah hati hati " kata Kenan
nggak sekalian ikut bang biar ngeliat calon bini " kata Wibi menggoda Kenan
enggak aku mau mengurus kerjaan ku dulu " kata Kenan
setelah pamit dg Kenan semua langsung menuju ke rumah cita
setelah perjalanan yg di tempuh tibalah mereka di depan gerbang rumah citra mere pun berpapasan dg nik yg baru pulang menaiki sepeda motornya setelah gerbang di buka mere masuk dan memarkir kan mobil mere melihat seseorang yg memakai sepeda motor yg mendahului masuk rumah citra saat nik membuka helem nya mereka semua terpesona dg wajah nik yg seperti boneka Barbie
" cantik banget kayak Barbie hidup bodinya kayak gitar spanyol pantas jadi buah bibir kaum Adam " kata Pras dan papa Nana lalu mereka berdua di beri cubitan maut dari para istri setelah itu mereka masuk kerumahnya citra
mereka di sambut baik oleh Aqila dan mereka pun bincang bincang cukup lama di kamar citra setelah itu mereka undur diri untuk pulang walaupun ada rasa kecewa karena tidak bisa mengorek informasi dari Aqila dan tidak bertemu yg sudah di cari dari tadi.