Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Pilihan Galang


Revan sudah membuat janji kepada Rania dia akan menjemput Rania pada saat jam makan siang, setelah merapikan segala barang-barangnya Revan mulai membawa Rania ke sebuah apartemen yang sangat mewah


" Maaf kak, kayaknya aku cari kontrakan biasa aja. Ini terlalu bagus kak "


Saat mobil tersebut baru saja berhenti di parkiran, Revan langsung menatap ke arah Rania


" Rania dengerin kak Revan ya, ok ga apa kamu pisah dengan Adrian. Tapi bayi di kandungan kamu itu ponakan kak Revan, jadi kak Revan akan bertanggung jawab sepenuhnya mulai detik ini "


" Tapi kak... "


" Ga ada kata tapi, ga ada boleh penolakan dari kamu "


" Ini untuk seluruh keperluan kamu, nanti setiap hari akan ada yang datang untuk masak dan bersih-bersih "


Revan memberikan sebuah kartu dari dalam dompetnya


" Kak ga usah kak, tabungan aku juga masih ada kak " merasa tak enak hati


" Anggap aja ini untuk ponakan kak Revan bukan untuk kamu "


" Maaf ya aku bohong, ini dari Adrian Rania bukan dari kak Revan. Tapi kak Revan ga bisa bilang itu ke kamu "


" Makasih ya kak " dengan berat hati Rania menerima kartu tersebut


" Ya udah ayo, kak Revan tunjukkin tempatnya "


Revan mulai turun dari mobil dan Rania mengikuti


Revan mengeluarkan koper-koper Rania dari bagasi dan mulai memimpin jalan menuju ke tempat yang akan di huni oleh Rania ke depannya, dan kini mereka sudah berada di depan lift menunggu pintu lift tersebut terbuka


" Mbak Rania kita ketemu lagi " tersenyum hangat


" Loh Santi kok ada di sini ? "


" Ya mbak dapat sewaan di sini, wah seneng banget bisa ada yang di kenal di tempat baru " Rania membalas dengan senyuman


Pintu lift pun terbuka mereka bertiga masuk ke dalam lift, Revan langsung memencet tombol lantai yang akan di tuju


" Wah mbak kita ada di lantai yang sama loh "


" Masa ? "


Rania mulai sedikit bingung dengan semua kebetulan tersebut, sedangkan Revan hanya diam dan santai sambil memegang ponselnya


Mereka pun berjalan beriringan menyusuri lantai tersebut menuju ke arah tempat mereka masing-masing


" Kamar kamu yang ini Rania "


Revan mengeluarkan kunci dari dalam sakunya hendak membuka pintu, sedangkan Santi membuka pintu apartemen yang berada tepat di hadapan apartemen yang akan di huni oleh Rania


" Aku di sini mbak, kalo butuh sesuatu ke sini aja ya "


" Ya makasih "


Tiba-tiba saja pintu apartemen sebelah Rania terbuka dan keluar dari dalam seorang pria, pria yang sangat Rania kenal pria tersebut adalah Galang


" Loh Rania kok di sini ? " berpura-pura terkejut


" Gaya banget lo Lang pura-pura kaget, padahal lo yang tanya sama gw dia mau tinggal di mana ? "


" Ya kak sementara aku tinggal di apartemen kak Revan "


" Oh kalo gitu kita jadi tetangga ya "


Rania hanya bisa tersenyum dengan sejuta tanda tanya di dalam hatinya karena semua kebetulan yang dia dapatkan di tempat itu


" Rania, Van jalan dulu ya. Mau balik lagi ke kantor "


Sedangkan Revan hanya membalas dengan senyuman jengkel


" Kalian berdua ini terlalu kasar nunjukin ke dia, jangan sampe dia curiga. Tadi tiba-tiba orang suruhannya Adrian di kamar depan, masa sekarang Galang ada di samping "


Setelah merapikan barang bawaan Rania ke dalam apartemennya, Revan berpamitan untuk langsung kembali ke kantornya. Dan Revan berkata bila sesaat lagi orang yang akan mengurus segala kebutuhan Rania di situ akan segera tiba


Rania pun mulai mendudukkan dirinya di ruang tamu untuk mengurangi rasa sakit di pinggangnya, sambil mengelus perutnya Rania terus memikirkan segala kebetulan yang baru saja dia hadapi


" Terlalu aneh semuanya, apa cuma perasaan aku doang ya ? tapi beneran aneh apartemen kan banyak, kenapa mereka bisa ada di sini ? dan kenapa yang satu di depan dan yang satu ada di sebelah aku ? masa bisa pas banget "


Rania terus larut dalam pikirannya hingga ada yang membunyikan bel apartemennya, Rania pun membuka pintu dan ternyata itu adalah ART yang tadi di katakan oleh Revan


ART tersebut masih tergolong muda dan cekatan dia merapikan segala sesuatu yang ada di tempat itu dan memasak makanan sesuai dengan apa yang Rania inginkan. Menjelang sore hari baru ART tersebut meninggalkan apartemen tersebut


Hari itu Galang ingin segera menyelesaikan segala pekerjaannya di kantornya, karena dia ingin cepat kembali bertemu dengan Rania dia ingin segera mengetahui apa yang di inginkan oleh Rania


Selesai membersihkan diri Galang langsung mengetuk pintu apartemen Rania dengan membawa makanan dan beberapa makanan ringan untuk Rania, dan kini Rania sudah tak merasakan terlalu takut bila bertemu dengan Galang


" Kamu udah makan malam belum ? "


Galang mengangkat bungkus yang dia bawa saat Rania membukakan pintu


" Belum kak baru mau makan malam, kenapa repot-repot kak ? si mbak udah masak kok "


" Apa boleh aku aku makan malam bareng kamu ? "


" Ayo kak kalo gitu masuk dulu "


Galang mengikuti langkah kaki Rania dari belakang menuju ke meja makan


Mereka memulai makan malam dengan santai, tanpa rasa tertekan seperti yang dulu Rania rasakan bila bersama Galang, Galang benar-benar sudah menjadi sosok yang berbeda, kini dia menjadi sosok yang lebih ramah dan mudah untuk tersenyum, setelah menyelesaikan makan malam Galang akan selalu kembali ke apartemennya


Bila di malam hari Rania akan di temani oleh Galang, bila di siang hari Rania akan selalu di dampingi oleh kawan barunya yaitu Santi dan juga ada Revan yang sering mengunjungi dirinya. Pada awalnya Rania benar-benar merasa aneh dengan itu semua, tapi dengan sikap Santi yang sangat baik membuat Rania nyaman untuk berinteraksi dengan Santi


Hari demi hari terus berganti dengan rutinitas seperti itu, membuat Rania semakin dekat dengan Santi dan Galang. Galang sudah bertekad harus mendekati Rania terlebih dahulu untuk bisa mengetahui isi hati gadis itu. Galang sudah bertekad bila malam ini dia harus mengambil sebuah keputusan


" Rania aku mau minta pendapat kamu " di sela makan malam mereka


" Kenapa ya kak ? "


" Jawaban kamu akan menjadi pilihan dari aku Rania "


" Ada teman aku lagi sakit parah tapi dia ga mau istrinya tau. Jadi dia minta tolong sama kita semua buat bohong ke istrinya "


Rania mulai menghentikan makannya dan mendengarkan secara serius


" Dia pura-pura selingkuh dan istrinya pergi, kalo kamu jadi istrinya kamu akan gimana ? "


" Gimana apa maksudnya kak ? "


" Kamu lebih pilih tau suami kamu sakit dan mungkin ga akan selamat, atau kamu pilih lebih baik pergi dan berpikir suami kamu selingkuh "


" Bingung juga kalo gitu ya kak, pasti sakit rasanya kalo harus liat suami kita sakit dan mungkin akan ga selamat "


" Kalo kamu bingung, aku akan pilih diam "


" Tapi kalo menurut aku lebih baik tau kak, dari pada suatu saat nanti dia baru tau semuanya. Padahal dia udah pergi tinggalin suaminya karena dia kira selingkuh, pasti istrinya bakal di penuhi rasa penyesalan kak "


" Berarti aku akan kasih tau semuanya ke kamu Rania, aku ga mau sisa hidup kamu cuma di habiskan dengan penyesalan "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih dukungan kalian sangat penting buat aku 🤗