
Galang meletakkan peralatan makannya dan mulai menatap wajah Rania dengan lekat, dia mengeluarkan ponselnya dan menuliskan sebuah pesan kepada Revan
" Maaf Van gw harus kasih tau Rania tentang Adrian, gw ga mau seumur hidup dia akan di penuhi penyesalan saat nanti dia tau semuanya "
Revan yang menerima pesan tersebut langsung tersenyum bahagia
" Makasih Lang, gw udah janji buat ga kasih tau Rania. Tapi kalo lo pasti bisa gw cuma mau Adrian bahagia di saat-saat terakhirnya "
" Dari siapa sayang ? "
" Dari Galang sayang, dia kasih kabar baik " memeluk tubuh istrinya
" Rania kak Galang mau ngomong masalah serius sama kamu "
" Kak Galang kok jadi aneh gini ya ? apa yang mau dia omongin ke aku ? "
Rania ikut meletakkan peralatan makannya dan menatap serius ke arah Galang
" Sebelumnya kak Galang mau minta maaf atas semua kesalahan kak Galang di masa lalu, jujur kak Galang sangat berharap kamu dan anak kita bisa berkumpul sebagai sebuah keluarga "
Rania hanya bisa terdiam dengan wajah terkejut
" Jadi kak Galang tau kalo anak ini anak dia ? "
" Kalo mau jujur kak Galang ingin memiliki kamu lagi seutuhnya, tapi kak Galang juga ga mau kamu hidup dengan penuh penyesalan "
Rania pun masih terdiam sambil mengerutkan keningnya
" Kak Galang akan cerita semuanya ke kamu, kak Galang mau kamu dengerin dulu semua penjelasan kak Galang "
Rania terus menatap Galang dengan tatapan penuh rasa penasaran
" Apa kamu tau penyebab kematian orang tua Adrian ? "
Rania membalas dengan menggelengkan kepalanya
" Papanya Adrian meninggal karena menderita leukemia akut, papanya udah coba untuk melakukan kemoterapi tapi gagal. Dan setelah kepergian papanya mamanya menjadi depresi dan melakukan bunuh diri "
Rania benar-benar terkejut mendengar tentang kisah kedua orang tua Adrian
" Adrian ga pernah selingkuh di belakang kamu, dia laki-laki baik Rania "
" Aku liat sendiri kak " lirih
" Itu adik perempuan Revan, namanya Camelia kita biasa panggil dia Mei. Mei sengaja temuin Adrian buat coba bujuk Adrian melakukan pengobatan, karena Mei adalah saudara yang paling di sayang Adrian "
" Apa maksud kakak ? " dengan nada yang sudah mulai bergetar
Galang pun membuang napasnya dengan kasar
" Dia lagi sakit keras Rania, dia menderita leukemia akut sama seperti papanya dulu. Dan dia ga mau kamu mengalami hal yang sama seperti mamanya, itu alasan dia biarin kamu pergi "
" Kakak pasti bohong kan ? "
Rania mulai meneteskan air matanya
" Kamu tau Rania, aku benar-benar berharap bila perselingkuhan Adrian adalah benar adanya, aku bisa punya kesempatan memperbaiki semua kesalahan aku dan memiliki kamu lagi. Tapi bukan itu kenyataan yang sebenarnya "
Rania sudah di banjiri oleh air mata, serasa seluruh tenaga yang dia miliki hilang semuanya. Mendengar semua ucapan Galang, dengan sisa tenaga yang dia miliki dia mulai bangkit dari duduknya
" Kamu mau ke mana ? " tanya Galang dengan wajah panik dan sudah mulai bangkit
" Aku harus ke tempat kak Revan, aku harus pastiin kebenarannya "
" Sumpah hati aku sakit banget liat kamu keluarin air mata buat laki-laki lain "
" Biar aku antar "
Mereka berdua pun langsung keluar dari dalam apartemen dan tiba-tiba saja Santi juga keluar dari dalam apartemennya
" Kak Aan..!! "
Santi langsung berteriak begitu melihat mata Rania yang sembab, dan tak butuh waktu lama pria tersebut sudah keluar dalam apartemen dan langsung mencengkram kerah baju Galang
" Lepasin.. Gw cuma cerita kebenaran tentang keadaan bos kalian " menepis tangan pria tersebut
" Apa maksud kak Galang ? "
Rania menatap ke arah Galang dengan wajah bingung
" Mereka orang suruhan Adrian buat jaga kamu "
Rania langsung menatap tajam ke arah Santi
" Maaf ya mbak " menundukkan kepalanya
" Ya Tuhan kak, ternyata kakak masih perduli sama aku ? ternyata aku yang jahat aku tinggalin kakak di saat kakak sakit, kalo kakak sayang sama aku harusnya kakak ijinin aku di samping kakak "
" Percaya sama gw dia akan maafin kalian, asalkan kalian ga bilang apapun masalah ini ke bos kalian "
Rania langsung mengerti apa maksud omongan Galang dan mendekati Santi lalu memeluk tubuhnya
" Aku akan anggap kamu tetap sebagai teman, tapi tolong jangan sampe kak Adrian tau kalo aku udah tau tentang semuanya "
" Bagaimanapun juga aku masih sah istrinya, dan aku berhak tau semua kesulitan suami aku. Kamu kan perempuan aku yakin kamu ngerti perasaan aku saat ini "
Santi dan Aan hanya bisa terdiam, Rania mulai melepaskan pelukannya
" Tolong ya, aku mau kembali ke sisi suami aku. Aku ga perduli apapun yang akan terjadi, aku mau ada di samping dia "
Santi hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya
Galang dan Rania mulai melangkahkan kakinya keluar dari gedung itu dan menuju ke kediaman Revan, sesampainya di sana Revan langsung menemui mereka
" Gw udah cerita semuanya Van "
"Apa semua itu benar kak?" tanya Rania sambil menatap sendu ke arah Revan
" Iya, memang begitu keadaan yang sebenarnya "
" Apa ada lagi kak yang udah di lakuin kak Adrian yang aku ga tau ? "
Revan seperti ragu-ragu untuk mengucapkan kata-kata tersebut
" Tolong kak, jangan buat aku seperti perempuan jahat yang tak tau terima kasih " lirih dan mulai meneteskan air mata
" Adrian sudah mewariskan seluruh harta kekayaannya yang dia miliki atas nama kamu dan calon anak kamu Rania "
Bak teriris sebilah pisau hati Rania mendengar semua ucapan Revan, dia sendiri tidak dapat membayangkan alangkah besar hutang budi yang harus dia tanggung terhadap Adrian. Sedangkan dia meninggalkan Adrian di saat Adrian sedang sakit keras
" Aku seperti seorang perempuan yang tak tau malu, di saat aku membutuhkan sebuah pelukan kak Adrian selalu ada. Tapi aku tinggalin kak Adrian di saat dia sakit "
" Jadi ini alasannya kamu ga kasih penjelasan apapun sama aku tentang perempuan itu, kamu malah ijinin aku pergi. Aku yang terlalu bodoh, kenapa aku ga cari tau dulu semua kebenarannya ? "
" Tolong kak aku mau ketemu kak Adrian " lirih dan mata yang terus saja menangis
" Ok.. Kamu istirahat aja dulu malam ini, besok pagi kamu bisa berangkat ke sana "
" Makasih ya kak "
Rania malam itu beristirahat di rumah Revan sedangkan Galang memilih untuk kembali ke apartemennya sendiri, dia tak lagi kembali ke apartemen yang berada di sebelah Rania
Malam itu Rania sangat sulit untuk bisa memejamkan kedua bola matanya, seribu sesal sedang menggelayut di dalam hatinya. Dia hanya berharap pagi akan segera tiba
Revan yang sudah berada di dalam kamarnya langsung menghubungi Santi, agar dapat mengawal Rania kembali ke sisi Adrian pada esok hari. Dan Revan juga memberikan sebuah peringatan kepada Santi agar tak melaporkan hal tersebut kepada Adrian
Padahal tanpa harus Revan melakukan hal tersebut Santi memang sudah merasa iba melihat keadaan Rania, dia sudah memutuskan untuk tak melaporkan hal tersebut kepada Adrian
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Kalo ada waktu mampir ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 ðŸ¤