Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Kemarahan Galang


Rania kembali ke kediaman Galang tanpa memikirkan apapun, begitu Rania memasuki rumah belakang semua para pelayan terkejut melihat Rania


" Non di tunggu tuan Galang dari tadi " ucap bi Inah dengan berat hati


Bi Inah yakin Galang akan melakukan hal yang menyakiti Rania, bi Inah melihat kemarahan dari wajah Galang saat mencari Rania ke rumah belakang


" Oh ya bi, kak Galang ada di mana ya bi ? "


" Tuan ada di kamarnya non "


" Ya udah aku ke sana dulu ya bi " bi Inah hanya menganggukkan kepalanya dengan memasang wajah khawatir. Rania pun sedikit bingung melihat ekspresi dari bi Inah dan para pelayan yang lainnya


" Tumben kak Galang udah pulang jam segini, apa mereka abis di marahin karena aku pergi ga permisi ya ? "


Tak mau ambil pusing Rania mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar Galang, baginya tak ada lagi yang lebih menyedihkan dari pada kepergian ibunya yang baru saja terjadi


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk "


Setelah beberapa hari akhirnya Rania kembali menginjakkan kakinya ke dalam kamar itu, kamar di mana dia pernah menghabiskan malam-malamnya saat awal pernikahannya dengan Galang. Kamar di mana dia pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Galang dan ciuman kening di setiap malamnya


Rania melangkahkan kakinya mendekati sofa di mana Galang sedang berada, Galang duduk dengan sombongnya dan melipat kedua tangannya di dadanya. Terlihat jelas Galang memasang wajah marahnya, Galang menatap Rania dengan tatapan membunuh


" Kenapa kayaknya kak Galang lagi marah ya ? aku belum pernah liat kak Galang mukanya seseram ini "


Rania langsung menundukkan kepalanya merasakan hawa dingin yang terpancar di area sekitar Galang, dengan memberanikan diri Rania mengeluarkan kartu yang dulu di berikan Galang dari sakunya


" Maaf kak aku mau kembalikan ini " Rania meletakkan kartu tersebut di atas meja tanpa berani menoleh ke arah Galang


" Jadi karena lo udah di pelukan laki- laki lain lo udah ga butuh kartu gw, apa lo juga udah tidur sama laki-laki itu ? "


Pikiran Galang sudah melayang ke mana-mana membayangkan tubuh mungil Rania sudah di jamah oleh laki-laki lain, membuat amarah Galang kian meningkat. Galang mulai bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Rania


Plak... Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi mulus Rania hingga membuat Rania tersungkur ke lantai, Galang berjongkok di hadapan Rania dan mencengkram dagu Rania dengan kuat


" Lo itu wanita bayaran gw, walaupun besok semua berakhir sampe sekarang lo masih tetap wanita bayaran gw. Ngerti ga lo ? "


" Ya kak " Galang menghempaskan wajah Rania dengan kasar


" Terus apa maksudnya ini ? " Rania menolehkan wajahnya ke arah galang


Galang memperlihatkan beberapa foto Rania sedang bertemu dengan Adrian, foto saat Adrian menggenggam tangan Rania, foto saat Adrian memeluk tubuh Rania dengan erat dan yang terakhir foto saat Adrian mencium kening Rania


Ternyata di cafe tersebut sudah ada Anggi terlebih dahulu sebelum mereka sampai, Anggi menggunakan kesempatan tersebut dia pun mengambil beberapa foto yang menurutnya menarik dan langsung mengirimkan kepada Galang


" Aku bisa jelasin itu kak " suara Rania mulai bergetar ketakutan dan air matanya pun mulai menetes


Galang yang sedang gelap mata tak ingin mendengar alasan apapun dari Rania, Galang melemparkan ponselnya ke sembarang arah. Galang kembali menghadiahkan sebuah tamparan yang sangat keras di wajah Rania


" Ga ada boleh laki-laki lain sentuh lo selama lo masih jadi wanita bayaran gw..!! " Galang berteriak dan sekali lagi menampar wajah Rania


" Lo itu hanya perempuan j*lang, yang bahkan hanya demi uang menjual tubuhnya " bisik Galang di telinga Rania


Dengan kasar Galang menarik tubuh Rania agar berdiri dan melemparkan tubuh mungil Rania ke atas ranjangnya, Galang ikut naik ke atas ranjang dan kini Galang berada tepat di atas tubuh Rania bertumpu dengan kakinya, dan tangan kanannya kembali mencengkram dagu Rania


" Jawab lo udah ngelakuin apa aja sama laki-laki tadi..!! "


" Ga kak, aku ga melakukan apapun kak "


" Gw ga akan biarin lo bisa di sentuh orang lain lagi, mulai sekarang lo harus jadi milik gw seutuhnya "


Galang ******* paksa bibir Rania, Rania hanya bisa mengeratkan kedua bibirnya. Galang yang merasa mendapatkan sebuah penolakan dari Rania semakin terbakar oleh emosinya. Galang melepaskan ciumannya dan kembali menatap Rania dengan tajam


" Lo harus ingat perjanjian kita belum berakhir, lo ga lebih dari cewek m*rahan yang menjual tubuh lo ke gw "


" Jadi sekarang gw masih berhak atas apapun yang di tubuh lo ini perempuan j*lang "


" Iya kak aku inget kok, aku memang perempuan murahan perempuan yang udah jual tubuhnya sama laki-laki. Silahkan kak lakukan apapun yang kakak mau "


Rania memejamkan kedua matanya dan terus mengalirkan air matanya, Rania hanya pasrah dengan apapun yang akan di lakukan Galang kepadanya. Hati Rania saat remuk tak berbentuk lagi, hari itu mungkin hari terburuk selama hidupnya


" Lo nolak saat gw cium lo, tapi lo ga nolak saat di pelukan laki-laki lain. Dasar perempuan j*lang, entah berapa banyak lelaki yang udah menjamah tubuh lo "


Galang yang sudah di kuasai oleh emosi kembali ******* bibir mungil Rania, dan Rania sekali ini tak memberikan perlawanan lagi. Galang terus melancarkan aksinya terhadap Rania secara kasar, yang ada di pikiran Galang saat itu adalah dia harus memiliki Rania. Galang meninggalkan banyak sekali tanda kepemilikan di tubuh Rania


Galang terus dan terus melancarkan aksinya dengan sangat kasar, sedangkan Rania hanya bisa meneteskan air matanya tanpa henti membuat Galang semakin kasar melakukan semua aksinya. Hingga pada saat intinya Galang tetap melakukan secara paksa dan kasar


Ketika Galang berhasil melakukan hal tersebut Galang sempat menghentikan aksinya sejenak, Galang dapat melihat dengan jelas bahwa istri yang sedang dia paksa untuk berhubungan badan secara kasar tersebut belum pernah di sentuh oleh orang lain


Galang seperti mendapatkan kembali kesadarannya dirinya, dia mulai menatap wajah Rania yang sudah di penuhi oleh rasa kekecewaan. Dan mata Rania yang tak berhenti mengalirkan air matanya


Galang mendekati wajah Rania dan mencium kening Rania dengan perasaan amat bersalah, Rania hanya terdiam dan memalingkan wajahnya


" Maaf aku udah kasar, aku cuma mau memiliki kamu seutuhnya " bisik Galang dengan suara parau


Galang pun kembali melanjutkan hal yang sudah lama tak dia lakukan tersebut, tetapi sekali ini Galang melakukan semua ritual itu dengan sangat lembut. Seperti sedang berhubungan dengan seseorang yang sangat dia cintai


" Lakuin aja kak semua yang kakak mau, karena mulai besok semuanya sudah berakhir. Seandainya kakak minta ini dengan cara baik, aku akan berikan semuanya dengan senang hati kak"


Setelah selesai melepaskan segala hasratnya, Galang menjatuhkan tubuhnya tepat di samping tubuh Rania. Galang memeluk tubuh mungil Rania dengan sangat lembut, dan mencium ujung kepala Rania


" Terima kasih ya " bisik Galang sedangkan Rania hanya bisa terdiam dan memalingkan wajahnya dari Galang


" Ternyata aku yang pertama ya buat kamu ? maaf ya tadi aku sempat kasar ke kamu, aku benar-benar marah saat kamu di pelukan laki-laki lain. Aku janji mulai sekarang aku akan perjuangkan kamu "


" Tadi kamu dari mana ? " Galang menarik wajah Rania agar mau menatapnya


" Dari pemakan ibu kak " lirih dan Rania membalikkan tubuhnya membelakangi Galang, air mata Rania kembali keluar dari pelupuk matanya untuk kesekian kalinya di hari itu


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗