Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
bab 3: pertemuan keluarga Barata dengan ARFANIK


hari ini keluarga Barata disibukkan dg persiapan pernikahan sepupunya yg akan di selenggarakan satu bulan lagi ,mereka berencana untuk mencari butik terbaik di kota itu sambil menunggu Nana pulang


" aku pulang ,kalian mau pada kemana kok rame rame " kata Nana


" udah sana ganti baju lalu ikut kita cari butik yg bagus disini " kata mama


ngapain pusing cari ,ke butik kakak nya citra aja gitu kok pusing" kata Nana


dari mana kamu tau kalau kakak citra punya butik ,memang butik itu kwalitasnya bagus nanti desainnya sama lainya jelek lagi " kata sepupu Nana


"eh sembarangan di sana itu sudah terjamin butik terbaik di kota ini ye dan juga desain nya bagus bagus tidak kuno simpel elegan dan pokoknya di jamin nggak nyesel deh " kata Nana


" kamu itu lho dek dek kayak per nah nyoba aja baju rancangan kakak nya citra " kata Wibi


jangan salah aku pernah make baju rancangan kak nik ya " kata Nana


kapan kamu make beli baju saja masih minta uang Tante " kata sepupu Nana


" enak ya bicara aku tuh di kasih sama kak nik waktu hari Kartini di sana malah aku disuruh milih sendiri kebaya yg model seperti apa aku bingung kan modelnya bagus bagus dan bahanya halus banget aku diam aja lha wong aku nggak enak hati pasti harganya mahal karena kak nik lihat aku diem aja langsung aku di ambilkan dan sama dia disuruh nyoba setelah aku coba di suruh bawa langsung ke ke sekolah sama cita gitu citranya nggak kayak kamu pelit perhitungan lagi " kata Nana


enak aja bilang aku pelit situ yg boros ya" kata sepupu Nana


udah udah malah berantem kapan perginya kamu lagi Nana katanya kamu tau tempat butiknya yasudah kita langsung ke sana ' kata mama Nana


" ayok aku tunjukkin alamatnya" kata Nana


setelah perdebatan panjang semua keluarga Barata menuju butik setelah sampai mereka keluar dari mobil masing masing mere masuk menuju kedalam butik mereka terpesona dg rancangan gaun gaun dan desain nya sampai mereka di sadarkan oleh suara karyawan butik


" ada yg bisa saya bantu " kata karyawan butik


"ah ya kami ingin bertemu sama yg punya butik ini " kata keluarga Barata


" mari ikut saya " kata karyawan butik


lalu mereka mengikuti karyawan butik ke ruangan nik .


tok tok tok


" "masuk " kata suara yg didalam lalu karyawan itu membuka pintu dan mempersilahkan keluarga Barata masuk setelah itu karyawan itu pamit undur diri tinggal lah keluarga Barata dan nik di ruangan itu


" ada yg bisa saya bantu salah kan duduk " kata nik sebelum sepupu Nana bicara Nana menyela


" kami kemari mau pesan gaun pengantin dan sekalian Kami mau pesan baju untuk acara per nikahan sepupu kami ini ya kan cantik" kata Nana cengengesan sedang kan lawan bicara hanya diam menyimak


" kamu ini nan nggak sopan main motong omongan orang yg lebih tua" kata mama


sedang kan Wibi melihat dg seksama tingkah laku nik bagai mana dia bicara bagai mana dia bersikap sedangkan keluarga yg lain terutama para kaum Adam terpesona dg nik sampai tidak berkedip sampai ada sura yg menyadarkan mereka


" maaf sebelum nya ada yang bisa saya bantu" kata nik


maaf ya kak mereka memang begitu " kata Nana setelah itu mereka berbicara serius mulai membahas tentang gaun dan baju yg akan mereka kenakan ke pernikahan sepupu mereka hingga ada Wibi bicara


" boleh aku bertanya " kata Wibi


"tanya saja semasih pada bahasanya" kata nik


apa kamu sudah punya pasangan " tanya wibi


" bukan kah aku sudah bilang jika membahas diluar pembahasan lebih baik tidak usah " kata nik


ah maaf aku terlalu semangat ingin menjodohkan dengan adik ku kenan apa kamu mau,kata wibi


kalo tidak ada yg di bahas saya akan panggil karyawan saya untuk membantu anda semua memilih dan mencoba" kata nik


" kenapa tidak anda saja yg membantu kami "kata Kenan yg membuat mera melebarkan mata


" baik mari ikut saya" kata nik sementara Kenan tersenyum tipis hingga tak ada yg menyadari kalau dia tersenyum


" kak itu tadi Abang yg berbicara " kata Nana sambil berbisik dg Wibi


" udah jangan bisik bisik nanti Abang kamu denger lho " kata mama


lalu semua sudah mencoba dg gau dan baju yg cocok mereka pun berpamitan untuk pulang, setelah keluar dari butik mereka mampir dulu ke cafe dekat sana untuk makan


dan disinilah mereka singgah


" sudah persen semua nanti aku yg bayar " kata Kenan


tumben Abang traktir kami ada angin apa nih apa karena sudah ketemu pujaan hati maka jadi baik " goda papa


sementara menunggu pesanan datang mereka mengobrol tapi tidak untuk Wibi dia hanya diam seperti ada sesuatu yg dipikirkan


yang dari tadi aku perhatikan kamu kok diem aja ada apa" tanya Pras


setelah sudah selesai makan keluarga Barata langsung ' pulang kerumahnya.


sementara itu di lain tempat ARFANIK termenung di balkon kamarnya pikirannya menerawang kilasan memori yang ingin dia lupakan berputar kembali di pikirannya dia memandangi langit tidak ada bulan atau bintang di langit seperti hatinya yang gelap tanpa cahaya


masa lalu yang membuatnya jadi seperti ini Masa


lalu yang membuatnya kehilangan satu persatu orang yang dia sayang masa lalu yang lalu yang membuat dia hancur sampai titik terendah


tapi dia di tuntut untuk tegar dan kuat demi tidak membuat ketiga keponakanya sedih dan terpuruk seandainya dia menyerah bagai mana dengan keponakanya


dia tidak ingin orang tau masa lalunya karena dia tidak ingin di kasih hani dan di pandang lemah dia membuat dinding transparan agar orang orang tidak mudah untuk memasukinya


dia di sana sampai pagi menjelang .