Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Ga Bisa Terima Kamu


Semua sudah bersiap di posisinya masing-masing termasuk Anggi yang sudah menebarkan senyuman terindah dari bibir mungilnya, suasana di tempat itu menjadi riuh dalam sekejap karena kehadiran seseorang yang berlari kecil ke arah mereka


" Galang ga ada di kamarnya tante " panik


" Kamu serius ? tadi tante sempat cek Galang lagi siap-siap kok " membulatkan kedua bola matanya karena terkejut


" Ya tante aku udah periksa ke dalam kamar mandi di kamarnya juga kosong "


Mamanya Galang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju ke arah kamar Galang, dia ingin sekali lagi memastikan tentang apa yang baru saja dia dengar


Dengan wajah yang marah bercampur malu Anggi hanya bisa diam terpaku


" Kurang aj*r.. Apa maksud kamu buat begini ? mau di taro mana muka aku ini ? "


Dengan sigap mamanya Galang memeriksa seluruh ruangan yang berada di dalam kamar Galang dan ternyata benar adanya, dia tak dapat menemukan di mana keberadaan anaknya saat itu


" Apa perasaan kamu tetap ga bisa melupakan sosok perempuan itu sayang ? sekarang apapun pilihan kamu mama pasti akan dukung kamu sayang. Bagi mama kebahagiaan kamu adalah yang terpenting "


Mamanya segera mencari ponselnya dan menghubungi Galang


Tut.. Tut.. Tut..


" Kamu di mana sayang ? "


" Maaf mah aku ga bisa, aku minta maaf kalo aku udah bikin keluarga kita malu " lirih


" Mama ga akan perduli dengan hal apapun sayang, kamu harus dengar mama. Bagi mama apapun yang akan kamu lakukan mama akan dukung kamu "


" Makasih ya mah "


" Sekarang kamu di mana ? "


" Aku sekarang ada di... "


" Kamu ga perlu jawab mama sayang, yang penting kalo kamu udah tenang kamu harus pulang ya. Kita harus selesaikan ini semua secara baik-baik "


" Ya mah "


Galang pun memutuskan sambungan teleponnya


" Mama ikut bahagia dengan apapun yang akan membuat kamu bahagia sayang " tersenyum


Dengan langkah yang mantap mamanya Galang kembali ke ruangan di mana semua orang sudah berkumpul, sebagian orang memasang wajah tegang terutama dari pihak keluarga Anggi. Sedangkan dari pihak keluarga Galang tampak wajah kebingungan, hanya Revan terdiam sambil tersenyum tipis


" Gw beneran bangga jadi sahabat lo Lang, dengan kondisi lo saat ini. Lo tetap berani mengambil sebuah keputusan "


" Mohon maaf untuk semuanya karena ada suatu kendala sepertinya acara hari ini harus kita undur terlebih dahulu "


Hampir semua orang yang berada di tempat itu langsung saling melemparkan pandangan dengan wajah yang semakin kebingungan, sedangkan Anggi tak dapat lagi menutupi rasa kekecewaannya. Anggi segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar awal yang telah di sediakan di ikuti oleh beberapa orang pihak keluarganya


Setelah memberikan beberapa penjelasan seadanya mamanya Galang berjalan ke arah kamar di mana Anggi berada


" Akh..!! "


Anggi mulai membanting segala barang yang nampak pada matanya


" Sayang kamu apa-apaan sih ? "


" Galang udah bersikap kurang ajar sama aku mah, dia bikin aku malu di depan orang-orang..!! "


" Kamu harus sabar dulu, kita tunggu mereka kasih penjelasan ke kita " mengelus punggung Anggi


" Kurang aj*r... Dalam keadaan begini aja kamu masih juga tinggalin aku kayak dulu "


Tok.. Tok.. Tok..


Mamanya Anggi membukakan pintu dan ternyata mamanya Galang yang berada di luar kamar itu


" Boleh saya masuk mbak ? " tersenyum ramah


" Silahkan mbak "


Mamanya Galang menghampiri Anggi yang duduk di tepi tempat tidur, dia pun memandangi sekeliling kamar itu yang sudah berubah keadaan menjadi. porak poranda


" Untung aja Galang ga jadi kembali sama perempuan seperti kamu, entah kenapa sekarang ini saya berharap sekali perempuan itu yang akan jadi pendamping hidup Galang selamanya "


" Kamu baik-baik aja kan ? "


" Tante berharap aku bisa baik-baik aja setelah Galang campakkan aku yang ke dua kali "


" Tadi tante udah telpon Galang "


Anggi hanya membalas dengan lirikan mata yang sinis


" Tante udah minta dia balik, kita harus bicarakan semua ini secara baik-baik "


" Ya minta dia cepat datang, aku harus minta pertanggung jawaban dari dia "


Mamanya Galang hanya bisa terdiam dengan semua sikap Anggi, di satu sisi dia memang tidak menyukai Anggi setelah mengetahui semua kelakuan dari Anggi. Tapi di satu sisi dia pun memahami perasaan yang kini di rasakan Anggi sebagai sesama wanita


" Ya udah kalo gitu tante keluar dulu ya, nanti kita bicara lagi setelah Galang datang "


Anggi hanya diam dengan wajah emosi


" Saya keluar dulu ya mbak "


" Oh ya mbak "


Mamanya Galang pun kembali ke ruangan di mana sebagian orang sudah mulai membubarkan diri karena acara tersebut telah di batalkan, sedangkan Revan dan keluarga kecilnya masih berada di tempat itu


" Van "


" Gimana tante ? "


" Ya mau gimana lagi kayaknya Anggi lagi kesel banget " tersenyum canggung


" Kalo gitu aku pamit dulu ya tante "


" Ya Van, makasih ya udah datang. Dan maaf ya jadi ngeliat yang ga enak gini "


" Aku malah bersyukur loh tante "


" Ya tante ga apa kok, aku bisa ngerti mungkin Galang masih bingung sama perasaan dia sendiri " mamanya Galang hanya bisa membalas dengan senyuman


Revan dan keluarga kecilnya pun ikut meninggalkan tempat itu, mamanya Galang hanya bisa kembali ke dalam kamarnya menunggu Galang kembali untuk menyelesaikan segala permasalahan yang telah dia buat


Sedangkan di tempat lain Galang sedang merenungi apa yang baru saja dia lakukan, dia sendiri tak habis pikir bagaimana dia bisa sampai tega melakukan hal tersebut. Hingga suara dering ponselnya membuat dirinya tersadarkan dari semua lamunannya


Tut.. Tut.. Tut..


" Ya Van "


" Lo di mana ? "


" Gw juga ga tau ini di mana "


" Gw bangga sama lo Lang " tertawa


" Kenapa ? "


" Lo pokoknya cukup tau itu, dan lo tenang aja ya gw sekarang udah yakin "


" Lo ngomong apa sih Van ? aneh banget lo "


" Udah lo ga usah pikirin omongan gw, sekarang yang penting lo cepat pulang sana. Lo harus selesaikan masalah yang udah lo buat "


" Ya gw tau "


Setelah memutuskan sambungan teleponnya Galang kembali merenung, sejuta pertanyaan bersarang di dalam benaknya. Di mulai dari semua sikap Revan yang aneh, dan pertanyaan yang paling terbesar adalah apa yang sedang terjadi dengan hatinya ?


Setelah cukup lama merenungkan segala hal Galang tetap tak dapat menemukan sebuah jawaban dari semua pertanyaannya, Galang pun membuang napasnya dengan kasar dan mulai bangkit dari duduknya


" Ayo Galang bangkit.. Kamu berani berbuat kamu juga harus berani bertanggung jawab, walaupun aku masih belum tau apa penyebab semua ini ? tapi aku ga akan lari dari masalah. Aku sudah yakin dengan hati aku, maaf Anggi aku ga bisa terima kamu "


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "


Ceritanya sudah TAMAT kak🤭


Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉