Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
kedatangan orang yg tidak dinginkan


seluruh keluarga Adiguna sudah tau tentang masalah yg dialami Tio mereka pun mau menyalahkan Tio percuma karena nasi sudah menjadi bubur ,akhirnya mereka pun menyetujui untuk membantu Tio karena mereka juga menginginkan cucu tapi belum kesampaian karena anak mereka masing masing susah untuk di bujuk cepat cepat menikah dan untuk Tio itu sebuah keajaiban bisa menemukan orang yg bisa disentuh kecuali keluarganya


karena mereka sangat kasihan dg Tio selama menjalin kasih dia tidak pernah bersentuhan tapi dia tetap mempertahankan kekasihnya yg ternyata selingkuhannya


mereka sudah memperingati Tio kalau selingkuhannya hanya memanfaatkannya dan setelah kekasih Tio pergi dia baru menyadari bahwa orang yg dicari dan menyelamatkannya adalah kekasihnya yg mengandung dari bukti bukti yg di temukan


sekarang Tio dan seluruh keluarganya pergi kerumahnya aqila untuk menemui nik yg Tio tau bernama Arfa karena diwaktu berkenalan nik menyebut dirinya Arfa .


sekarang mereka sudah sampai di depan rumah Arfa atau yg disebut nik


mereka lalu masuk dan disambut para mad


" ada yg bisa kami bantu , tuan dan nyonya mau cari siapa kalau mau nyari nona Aqila dia ada didalam"kata mad yg berada di sana


"kami mau mencari nona nik apa ada di rumah"kata ma raja


" maaf sebelumnya tapi nona nik belum pulang" kata mad


"biasanya nona mu pulang jam berapa "tanya nenek raja


" belum tau nyonya karena biasanya nona nik tidak pulang ,kalau memang ada yg penting lebih baik nyonya temui nona Aqila biar nona Aqila nanti menyampaikan pesan anda ke nona nik" ucap panjang lebar mad


." baik lah panggil kan nona kalian kemari agar kami nanti yg berbicara dengannya sendiri" kata nenek raja


sedang kan Tio dari tadi menyimak karena dia bingung karena yg ingin dia temui bukan orang yg bernama nik tapi orang yg bernama Arfa karena penasaran dia pun bertanya dg mamanya


"ma kenapa mama malah mencari orang yg bernama nik bukan Arfa " kata Tio menahan emosi


" diam lah kamu akan tau nanti "kata papa raja menyela


.setelah itu mereka menunggu Aqila turun dan orang yg ditunggu tunggu pun turun dari lantai atas kamarnya


"ada apa ya kenapa mencari kakak ,maaf raja kalau kamu datang untuk membahas yg kemarin tunggu kakak marah nya mereda ya agar bisa memberi restu kita " kata Aqila


" aku kesini bukan untuk membahas masalah itu Aqila tapi ada yg lain yg harus kami berbicara dengan kakak ku kak nik "


kata raja menjelaskan agar Aqila tidak salah faham


Aqila pun mempersilahkan keruang tamu dan mereka mengobrol dg Aqila sambil menunggu kakaknya pulang setidaknya yg pulang kakaknya ZIKMA pun tak apa agar nanti bisa memberi tau kakaknya nik karena kakaknya nik masih marah padanya


yg ditunggu pun datang yaitu nik dg membawa anak kecil yg sedari tadi berceloteh tidak henti henti mereka melihat anak kecil itu pun dibuat gemas ,


setelah nik masuk dia langsung berlalu begitu saja tanpa mengatakan apa apa sampai ada suara yg menghentikannya .


" Arfa apa kau tak mengenalku dan apakah itu anak kita"


kata Tio sambil menetes kan air mata karena bisa bertemu dg kekasih dan anaknya


tapi berbeda dg nik yg hanya menoleh sebentar lalu ingin berlalu pergi tiba tiba ada orang yg memeluknya dari belakang


mereka yg melihat pun syok karena nik langsung membanting tubuh yg dg lancang telah memeluknya tanpa izin


mereka pun membantu Tio bangun karena kasihan melihat Tio kesakitan setelah bangun dia melihat Tio dg tenang tampang datar dan dingin


mereka yg merasakan ada aura yg tidak enak Lang sing angkat bicara


"nak kami kemari mencari mu karena ada yg ingin kamu sampaikan " kata nenek raja


" " apa lagi yg ingin kalian sampaikan ,apa perkataan ku kemarin kurang jelas semua sudah aku serahkan keputusan apapun itu kepada yg bersangkutan aku tidak akan ikut campur " kata nik dg tenang namun menusuk dalam hati Aqila maupun keluarga Adiguna


" sebegitu bencinya kah kak nik kepada keluarga kamu hingga kak ni berucap demikian" kata raja dg raut wajah yg menahan marah


" tidak nak raja tidak bermaksud seperti itu " kata mama raja melerai


" lalu apa maksud dari kata kata anak anda apa keluarga anda memang suka membolak-balik kan kata agar aku disini jadi pihak yg di salahkan " kata nik dg menekan setiap kata yg terucap


ada seseorang yg merasa sesak dg kata kata nik sebegitu bencinya kah dia hingga tidak mau keluargaku menjadi bagian keluarganya


" maaf kak bukan aku bermaksud begitu aku hanya terbawa emosi" kata raja membenarkan dari pada nanti tidak direstui kan berabe pikirnya


" karena tidak ada yg di bicarakan saya permisi"


kata nik


" tunggu nak kami belum selesai berbicara"


kata mama Tio karena dari tadi anaknya tak kunjung berbicara


" kalau masih ada yg dibicarakan denganku harap tunggu karena aku ingin membersihkan diri " kata nik lalu berlalu pergi


" "Tio kenapa kamu tidak berbicara kepadanya bukankah tadi kamu yg semangat kesini


duluan kenapa malah nyali mu menciut" kata papa raja kakak Tio


" apa kakak tidak melihatnya kalau dia benci kepada tio dari kata katanya barusan sudah menjelaskan semuanya,memang aku yg salah pantas dia membenci ku "kata Tio dg rasa putus asanya


setelah berdebat dg keluarganya Tio melihat kearah sumber suara


'" silahkan duduk dan jika berbicara Lang pada intinya aku tidak suka basa basi"kata nik dan Aqila cuma menyimak


" Arfa aku minta maaf karena sikapku dulu kau dan anak kita terlantar" kata Tio menuju tempat duduk nik disaat Tio hendak bersyukur meminta maaf nik lalu berdiri dan menghindar


" siapa yg anda sebut Arfa saya, nama saya nik bukan Arfa dan saya tegaskan saya tidak kenal anda kenapa anda meminta maaf pada saya " kata nik tenang air mukanya semakin datar dan dingin hingga orang disekitar merasa merinding


" Arfa kenapa kamu begini apa kamu sudah tidak cinta lagi kepadaku aku minta maaf , aku tau maaf saja tidak cukup izinkan aku menebusnya dan beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku dan mari kita menjadi keluarga kecil yg bahagia apa kamu tidak kasihan dg anak kita karena dia dianggap tidak mempunyai ayah " kata Tio yg menusuk dan bersujud tanpa tau air muka nik sudah semakin datar dan dingin semua orang di sana saja takut dg aura yg dikeluarkan nik


mereka baru melihat dg mata kepala sendiri bahwa nik jika marah sangat mengerikan


walau ditutupi dg wajah datarnya dan kata kata yg halus tapi mereka peka dan bisa membedakan antara orang menahan marah atau tidak


" sudah ,sudah ngomongnya kalau belum lanjutkan aku tunggu sampai selesai kalian membuat drama di rumah ku setelah itu silahkan kalian pergi" kata nik setelah itu dia mendengar suara tangis anaknya yg di bawa dari kamar oleh citra


"Omi bobok acu atuk " kata anak nik yg mencarinya untuk ditemani. tidur karena memang anaknya pada dasarnya tidak bisa jauh jauh darinya


" oh anak omi ngantuk ya " kata kila lembut


lalu dia berbicara kesemua orang kalau tidak ada yg dibicarakan dia akan kembali menemani anaknya tidur


" Arfa boleh aku mengajak anakku aku rindu kalian " kata Tio memohon


" tidak karena anakku tidak mau diajak dg orang asing jadi permisi kalau masih ingin berbicara katakan saja pada Aqila nanti biar dia sampaikan pada ku " lalu nik berlalu untuk menemani anaknya tidur


sedangkan di bawah Tio masih kekeh ingin berbicara dg nik tapi keluarganya mencegah


agar Tio memberikan waktu yg untuk nik menerimanya dan mencari cara membujuk nik


setelah itu mereka pamit dg Aqila untuk pelang


mereka pikir nik akan melunak pada kenyataanya nik semakin tidak menampakkan batang hidungnya semenjak mereka berkunjung dan Tio semakin gencar mencari nik dan anaknya tapi tidak pernah bertemu nik meng hilang bak ditelan bumi


membuat Tio frustasi dan mengurung diri dikamar