
Galang mulai mengerahkan segala upaya untuk mencoba mencari keberadaan Rania, tetapi semua bak sia-sia sosok Rania bak hilang di telan bumi
Sedangkan pagi itu Rania duduk di taman belakang kediaman rumah Adrian yang bagaikan sebuah istana, di taman belakang terdapat sebuah taman mawar yang sangat indah. Rania hanya memandangi semua pemandangan yang terpampang di hadapannya, tanpa tau harus melakukan apa ?
Bagi seorang Rania kehidupannya sudah hancur berkeping-keping, sang ibu penguat hatinya telah menghadap Tuhan untuk selama-lamanya. Sedangkan dirinya kini telah hancur, Rania hanya merasa tak pantas untuk berada di tempat itu
" Tuhan mengapa kau tak mengizinkan kami mengakhiri kehidupan kami ? "
Air mata Rania kembali menetes mengingat semua kejadian yang baru saja dia alami, tiba-tiba saja sepanjang tangan merengkuh tubuh mungil Rania dari belakang
" Tolong jangan pernah keluarin air mata kamu lagi Nia, tolong kasih aku sebuah kesempatan untuk menjaga dan membahagiakan kamu selamanya "
Adrian mulai melepaskan pelukannya dan mencium ujung kepala Rania dengan sangat lembut, Adrian mulai memutari bangku dan mendudukkan dirinya tepat di sebelah Rania, dia pun menghapus air mata Rania yang masih tersisa di pipi Rania
" Tolong percaya sama aku, aku ga akan pernah kecewain hati kamu selamanya " ucap Adrian dengan yakin dan menatap ke arah Rania
" Maaf kak tapi aku ga pantas untuk dapat itu semua dari kakak "
" Selain kamu ga ada satupun wanita yang pantas lagi, aku minta maaf ya aku ga pernah bilang jujur dari awal. Sampe kamu harus laluin ini semua sendiri "
" Tapi aku sekarang udah kotor kak " tangis Rania pun menjadi pecah, air mata mengalir dengan deras Adrian langsung memeluk tubuh mungil Rania
" Aku yang salah Nia aku yang udah buat kamu jadi begini, aku mohon maaf ya sama kamu "
Adrian mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rania dengan dengan lembut
" Kita mulai semua dari awal ya, tolong kasih aku sebuah kesempatan. Kita pergi tinggalkan kota ini, cuma ada kamu sama aku " ucap Adrian dengan yakin
" Apa aku pantas Tuhan untuk dapatkan semua ini ? apa aku ga akan jadi wanita yang egois kalo aku lakuin itu ? "
" Tolong izinkan aku membuat kamu bahagia di sisa hidup kamu " Rania akhirnya menganggukkan kepalanya, Adrian kembali memeluk tubuh mungil Rania
" Makasih ya sayang, udah kasih aku kesempatan. Aku janji di sepanjang hidup aku cuma akan buat kamu bahagia "
" Maafin aku kak, aku mungkin selamanya ga akan bisa kasih hati aku sepenuhnya untuk kakak, karena laki-laki itu sudah mencuri sebagian hati aku kak. Tapi aku janji aku akan selalu melakukan yang terbaik untuk kakak "
Adrian membawa Rania pergi jauh dari kota, Adrian juga menutup akses untuk mencari info tentang Rania, Adrian memberikan seluruh kebahagiaan dunia bagi Rania. Tapi satu hal yang Adrian lupakan bahwa hati seorang wanita takkan bisa mudah di ganti
Hari hari Rania dia habiskan dengan senyuman indah, Adrian takkan pernah mengizinkan air mata menghiasi wajah mungil gadis itu. Adrian mulai menyusun sebuah rencana makan malam yang mewah bagi kekasih hatinya tersebut
Adrian telah menyewa sebuah rumah makan yang sangat ternama dan romantis, hanya ada mereka berdua di tempat itu. Adrian memutuskan untuk melamar Rania pada malam itu, Adrian hanya akan menghabiskan sisa hidupnya menjaga Rania selamanya
Adrian sudah bersiap di sana sedangkan Rania datang dengan balutan gaun berwarna putih yang sangat elegan, gaun yang dengan sengaja telah di siapkan oleh Adrian. Rania datang ke rumah makan itu di jemput oleh seorang supir sedangkan Adrian sudah berdiri di depan pintu menunggu kehadiran Rania
Rania dan Adrian memulai makan makan malam mereka di balut oleh suasana nan romantis, Adrian tak henti-hentinya menatap wajah Rania. Membuat Rania menjadi seperti salah tingkah sendiri
" Apa aneh ya kak, aku pake baju begini ? " Adrian melepaskan senyuman hangatnya
" Ga kok, cuma kamu malam ini cantik banget Nia "
" Makasih ya kak " Rania tersipu malu
Adrian mulai bangkit dari duduknya dan berlutut tepat di hadapan Rania dengan melipat satu kakinya ke belakang, dia mulai mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membukanya. Ada sebuah cincin di dalam kotak tersebut
" Nia apa kamu mau jadi wanita yang akan selalu mendampingi hidup aku selamanya ? " Adrian menatap wajah Rania dengan dalam
" Tapi aku ga pantas kak dapat ini semua, aku udah bukan Nia yang dulu kak " lirih
" Aku ga akan permasalahkan apapun dari masa lalu kamu Nia, tolong izinkan aku menjadi pendamping hidup kamu. Sampai maut yang memisahkan kita " dengan yakin
" Mungkin saatnya aku mulai untuk melanjutkan hidup aku, aku janji kak selamanya aku akan jadi istri yang baik untuk kakak. Sampai maut memisahkan kita "
Rania menganggukkan kepalanya dan tak terasa air mata Rania terjatuh dengan sendirinya, perasaan bahagia menyelimuti hatinya mendapatkan perlakuan seperti itu. Rania merasa sangat di hargai sebagai seorang wanita
Adrian menyematkan sebuah cincin berlian yang sangat cantik tersebut di jari manis Rania, sebuah cincin yang sengaja Adrian pesan khusus untuk melamar Rania. Yang ada di pikiran Adrian saat itu adalah dia ingin Rania tak terpuruk akan keadaan yang pernah dia alami, dia ingin Rania dapat berjalan dengan tidak menundukkan kepalanya
Adrian mulai bangkit dan memeluk tubuh mungil Rania dengan sangat erat dan Rania pun membalas pelukan tersebut
" Terima kasih ya Nia, aku janji aku akan selalu berusaha untuk menjaga kamu dengan baik selama Tuhan masih memberikan aku nafas "
" Makasih ya kak "
Adrian mengajak Rania untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh, awalnya Rania menolak karena dia tak tau apakah yang di lakukan Galang pada saat itu akan berdampak pada dirinya
Adrian kembali meyakinkan Rania, bahkan Adrian berjanji tak akan menyentuh Rania sebelum Rania siap. Dan bila memang hasil perbuatan Galang pada saat itu membuahkan hasil maka Adrian akan semakin menikahi Rania, Adrian tak ingin di kemudian hari anak Rania akan di olok-olok oleh orang lain
Rania menerima ajakan Adrian untuk menikah pada akhirnya, dan Adrian berjanji seandainya Rania mengandung anak dari Galang. Maka dia tak akan menyentuh Rania sebelum Rania melahirkan anak tersebut dan mereka akan melakukan pernikahan ulang
Hati wanita manapun akan merasa sangat bahagia bila mendapatkan perhatian sedemikian rupa dari seorang lelaki, tetapi hati kecil Rania tetap tak bisa berdusta bila di dalam sana telah terukir sebuah nama. Nama seseorang yang telah menghancurkan hatinya berkeping-keping
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗