Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Pencuri Hati


Hari demi hari terus berlalu Adrian akan berangkat ke kantor setelah morning sickness Rania sedikit menghilang, berbeda dengan Galang nan jauh di sana dia bahkan tak perduli dengan kesusahan yang di alami oleh istrinya


Galang selalu menghabiskan hari-harinya dengan bekerja dia ingin menjadi orang yang lebih sukses, agar dapat merebut Rania kembali dari sisi Adrian. Satu hal yang Galang tak sadari adalah hati seorang wanita sangat lembut, hati seorang wanita ingin merasakan yang namanya di hargai oleh pasangan hidupnya, dari pada hanya sekedar harta yang berlimpah


Hampir setiap hari setelah menjelang siang Rania akan pergi ke kantor Adrian hanya untuk makan siang dengan suaminya dan mencium aroma tubuh Adrian, entah itu bawaan dari sang anak atau memang dia benar-benar merasa nyaman di samping Adrian


" Kak " ucap Rania saat membuka pintu kantor Adrian


Sejuta kesibukan Adrian saat itu langsung dia hentikan saat melihat Rania sudah berada di hadapannya, Adrian langsung berdiri dan menghampiri Rania


" Kenapa ke sini lagi sayang ? "


" Ga boleh ya kak ? " tampak guratan kesedihan di wajah Rania


" Astaga Rania seandainya kamu bisa liat di dalam hati aku, aku sangat bahagia. Tapi aku takut kamu kecapean sayang "


Adrian memeluk tubuh mungil Rania dan mencium ujung kepala Rania


" Bukan sayang, aku takut kamu jadi sakit "


" Ya udah aku pulang ya kak " lirih


Adrian langsung memeluk kembali tubuh mungil Rania dengan erat, lalu mulai melepaskan pelukannya dan menatap Rania dengan sangat lembut


" Kamu jadi manja banget sih sayang "


" Makan siang bareng ya " Adrian pun melepaskan senyuman terbaiknya


" Ya sayang, aku ga mau makan sendirian di rumah "


Adrian langsung membulatkan kedua bola matanya karena terkejut, untuk pertama kalinya Rania mengucapkan kata sayang pada dirinya setelah sekian lama


" Kenapa kak ? " Adrian langsung kembali memeluk tubuh mungil Rania dan mencium ujung kepala Rania dengan sangat lembut


" Makasih ya sayang " Rania hanya bisa mengerutkan keningnya di dalam pelukan Adrian


" Maksud kakak ? " Adrian melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rania dengan sangat lembut


" Tadi kamu panggil aku sayang "


" Maaf ya kak, aku ga bisa jadi istri yang baik untuk kakak "


" Hush... Kamu ngomong apa sih sayang ? bagi aku kamu adalah wanita terbaik "


" Makasih ya kak " wajah Rania menjadi merona


" Kamu mau makan apa sayang ? "


Mereka pun menghabiskan waktu di kantor bersama seperti biasanya, Adrian akan selalu mempercepat segala urusannya agar dapat cepat kembali ke kediamannya, agar Rania dapat segera beristirahat


Lain hal dengan Galang dia bahkan sudah mempunyai sebuah apartemen sendiri, agar bisa lebih leluasa untuk bekerja dan tak ingin selalu bertemu dengan istrinya yang kini sedang mengandung anak pertama mereka


Galang kini menjadi sosok yang lebih dingin dari pada saat sebelumnya, hati Galang bagaikan tak memiliki gairah lagi untuk berhubungan badan dengan istrinya. Yang tersisa hanya melanjutkan hidup dengan terus bekerja dan bekerja


Kini perut Rania sudah mulai membesar dan terlihat dengan jelas, hingga sebuah kartu undangan pernikahan dari Revan pun tiba di kediaman mereka. Awalnya Adrian tak ingin membawa Rania kembali ke kota tersebut untuk menghadiri acara tersebut, tetapi Rania yang sekarang benar-benar tidak bisa berada jauh dari seorang Adrian Maulana


Setelah itu mereka kembali membaur kepada beberapa para undangan yang lain, karena di sana hadir beberapa para saudara yang lain Adrian sempat berbincang sejenak. Dan Rania memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang tersedia di tempat itu


" Rania " wajah Galang tampak sangat bahagia dapat melihat sosok gadis pencuri hatinya


" Kamu ada di sini juga ? " tersenyum


" Akhirnya yang di takuti sama kak Adrian ketemu juga "


" Ya kak " senyum terpaksa, Galang langsung mendudukkan dirinya tepat di hadapan Rania


Galang sempat terkejut saat menatap ke arah perut Rania yang sudah mulai membesar, dan bila di bandingkan dengan keadaan perut istrinya di rumah bahkan perut Rania lebih tampak besar


" Dia lagi hamil, apa mungkin itu anak aku ? "


" Suami kamu mana ? " Galang mencoba membuka pembicaraan dan ingin mencari tau


" Lagi ketemu keluarga yang lain kak "


" Kamu lagi hamil ya ? " Galang langsung ke intinya


Degh... Saat itu Rania tak tau apa yang harus dia katakan, Rania paham apa yang menjadi tujuan dari pertanyaan tersebut. Dia tak tau apa yang harus dia jawab pada saat itu


" Aku harus bilang apa ? kalo nanti kak Galang tanya usia kehamilan aku ? "


" Apa itu anak aku ? " Galang mulai menunjukkan wajah serius


Tiba-tiba saja sebuah tangan memeluk pundak Rania dari belakang, wangi khas dari seseorang yang sangat menjadi candu bagi Rania semenjak kehamilan anak pertamanya


" Maaf tapi ini anak pertama dari Adrian Maulana "


" Makasih ya kak, aku tadi udah ga tau harus jawab apa. Aku benar-benar takut kak "


Wajah Galang dalam sekejap berubah menjadi sedih, dia pun langsung bangkit dari duduknya


" Selamat ya untuk kehamilan anak pertama kalian "


" Terima kasih " Adrian tersenyum


Galang langsung meninggalkan Adrian dan Rania dari meja tersebut dan pergi ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada sahabatnya, setelah itu dia memutuskan untuk mengawasi Rania dari kejauhan. Galang dapat melihat dengan jelas bahwa Adrian sangat memanjakan Rania dan Rania pun tersenyum bahagia


" Ternyata kamu bahagia sama dia Rania, apa mungkin udah ga ada lagi kesempatan buat aku ? aku tau aku salah Rania, terlalu banyak aku kasih luka di hati kamu. Tapi asal kamu bahagia aku ga akan ganggu kamu lagi, aku akan selalu jaga hati aku buat kamu wahai sang pencuri hati "


Galang memutuskan untuk langsung pergi dari tempat itu dan kembali ke kediamannya, hari itu hati Galang benar-benar hancur. Dia yakin Adrian saat itu berbohong, tetapi bagaimanapun juga dia tak mungkin memaksa Rania agar kembali ke sisinya. Karena dia dapat melihat bahwa Rania takut saat melihat dirinya


Saat pagi menyapa sebelum Galang pergi ke kantor untuk melakukan rutinitas seperti biasa, Galang memutuskan untuk mampir ke suatu tempat. Tempat yang kini sering dia kunjungi, kini Galang sudah berada tepat di depan makam ibunya Rania


" Halo bu, kemarin aku ketemu anak ibu dan aku liat kehidupan dia sekarang bahagia. Jadi ibu bisa tenang di sana, aku minta maaf ya bu, aku ga bisa jaga Rania dengan baik dulu. Tapi aku janji kalo laki-laki itu sakitin Rania, aku akan selalu ada buat dia "


Galang meninggalkan area pemakaman tersebut setelah puas mencurahkan segala isi hatinya, semenjak kepergian Rania itu adalah salah satu ritual yang kini sering dia lakukan


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗