
Di rumah megah itu kini tercipta kebahagiaan yang tak akan ada habisnya.
Indah kini tengah mengandung anak pertamanya, dan keinginan Firman yang ingin memiliki cucu sebentar lagi akan terwujud.
Firman dan Tari sudah bersama lagi dan kedua anak mereka, Feri dan Rendi sudah saling menerima satu sama lain.
Malam itu di kamar Rendi dan Indah, sekitar pukul dua puluh dua lebih lima belas menit.
"Mas, aku mau es goyang," ucap Indah pada Rendi dengan gaya manjanya.
Indah menindih dada sangat suami dengan tangannya yang asyik memainkan bibir suaminya.
"Ini, sudah malam, sayang. Mana ada tukang es goyang," sahut Rendi.
"Mas, ini bayi kamu yang minta loh. Emang kamu mau anak kamu ileran?" ucap Indah sambil merengek.
"Jangan dong, mending kita goyang ranjang aja yuk," ucap Rendi dengan gaya nakalnya.
"Aku, mau es goyang," rengek Indah.
Rendi memeluk Indah lalu mencium istrinya, "Iya, aku cari esnya sekarang ya!"
Indah tersenyum lalu mengecup bibir Rendi!
Rendi terdiam sejenak sambil menempelkan jari dibibirnya! "setelah berbulan-bulan menikah, baru kali ini, kamu mencium aku," ucap Rendi.
Indah mendekati Rendi lalu mengalungkan tangannya dileher suaminya!
"Kamu, mau lagi gak? kalo mau, cepat beli es goyang buat aku. Nanti aku kasih ciuman yang paling spesial yang lebih dari yang kamu rasakan barusan," ucap Indah.
"Ceritanya, lagi merayu nih."
Indah memeluk lalu menjilat leher Rendi!
"Indah, aku cari esnya dulu ya!" ucap Rendi lalu segera pergi meninggalkan Indah.
Rendi berjalan menuju pintu keluar! "Kenapa, Indah jadi kayak gitu, kenapa gak dari dulu aja dia kaya tadi?" gumam Rendi.
Indah tersenyum melihat raut wajah suaminya saat ia menjahili suaminya itu.
*******
Sudah beberapa jam, Rendi mencari es pesenan Indah namun ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari.
"Kenapa orang hamil selalu aneh-aneh? Mana, ada es goyang malam-malam gini," gumam Rendi.
Rendi terus melajukan mobilnya tanpa arah, dia sendiri tidak tahu dia harus pergi ke mana.
*******
Bosan menunggu suaminya pulang, Indah memilih menelpon Rendi dan memintanya untuk pulang walau tanpa es goyang yang ia minta.
"Pasti, Mas Rendi gak dapat esnya," gumam, Indah yang sedang duduk di tepi ranjang.
*******
********
Pagi ini Rendi belum membuka mata, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 wib.
Hari ini Rendi berniat untuk tidak pergi ke kantor karena ia merasa ngantuk dan lelah akibat ulah Indah yang semalaman meminta dirinya untuk memijat seluruh tubuhnya.
Firman dan Sari pergi ke kantor polisi untuk menemui Vina, karena biar bagaimana pun Vina adalah istri kedua dari suaminya Sari.
"Tari, aku sama Sari ke kantor polisi dulu ya untuk menemui Vina," ucap Firman setelah mereka selesai sarapan.
"Hati-hati ya, Mas. Oh ya aku juga mau pergi ke panti asuhan untuk menyambangi anak-anak di sana. Boleh kan?"
"Tentu saja boleh. Kamu pergi sama siapa?"
"Sendiri. Feri gak bisa nganter aku karena dia harus ke kantor, hari ini Rendi gak ke kantor karena dia kelelahan setelah semalaman, Indah minta ini dan itu."
"Maaf ya, Tari anak aku itu suka ngerepotin kamu," ucap Sari yang dari pagi sudah datang ke rumah Firman.
"Gak apa-apa, Mbak. Namanya juga orang hamil."
Firman dan Sari pun langsung pergi dari rumah itu!
*******
Di kantor polisi, Vina menangis meminta maaf pada Sari atas apa yang ia perbuat kepada keluarga Sari dimasa lalu. Kini Vina sudah menyadari bahwa perbuatannya selama ini telah menjerumuskan ia dan anaknya ke jalan yang salah.
"Aku sudah memaafkan kamu sejak dari dulu bahkan jauh sebelum kamu minta maaf padaku," ucap, Sari.
"Terimakasih, Sari. Kamu memang wanita yang baik dan sabar pantas saja, Mas Ridwan sangat mencintai kamu."
*******
Di tempat lain Virra, kini hidup susah ia tinggal di gubuk yang sempit dan makan seadanya dari pemberian orang lain.
Selama ada Ibunya, dia tidak pernah menegang alat dapur bahkan masuk dapur saja dia hanya untuk mengambil air minum saja. Alhasil sekarang setelah dirinya berpisah dengan Vina dirinya sangat mengeluh karena tidak bisa melakukan apa-apa. Untuk sekedar menggoreng telur pun dirinya tidak bisa melakukannya.
Jika orang jahat sudah menerima karma, kini saatnya orang yang dizolimi memetik kebahagiaan dari keikhlasan dan kesabarannya.
Kehidupan Indah, kini menjadi lebih bahagia dengan adanya ibu, suami, dan ayah mertuanya ditambah lagi sebentar lagi Indah akan memiliki putra dan lengkap sudah kebahagiaan mereka.
"Mas, maaf ya, kalau aku sering bikin kamu repot dan kesal," ucap Indah.
"Gak apa-apa, sayang. Ini memang sudah menjadi tugasku," sahut Rendi.
"Makasih, untuk semuanya."
"Gak usah berterimakasih. Sebagai suami, aku bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu."
Rendi memeluk Indah dengan penuh cinta, tak lupa ia juga mengelus perut istrinya yang mulai nembuncit!
~TAMAT~