Gadis Bogor

Gadis Bogor
Gadis Bogor bab 25


Waktu menunjukkan pukul tiga belas lewat dua puluh lima menit, Rendi dan Firman sudah tiba di rumah, Vina sejak setengah jam yang lalu. Setelah beristirahat mereka baru akan memulai pembicaraannya.


Firman duduk di kursi yang ada di ruang tamu rumah, Vina sedangkan, Rendi memilih pergi ke rumah, Kang Asep karena, Feri dan Indah sedang berada di rumah, Kang Asep selain itu juga dirinya memang sudah berniat untuk menemui, Kang Asep saat dirinya sudah sampai di Bogor.


"Vi, katanya kamu sakit?" tanya Firman.


"Iya, Mas tapi sekarang aku udah baik-baik saja mungkin kemarin aku sakit karena kepikiran sama, Tiara terus," sahut Vina.


"Oh, syukurlah kalau kamu sudah sembuh sekarang."


"Mas, jadi gimana rencana kamu?" tanya, Vina.


Vina sudah tidak sabar menunggu keputusan dari, Firman.


"Saya akan tetap menikahkan, Surya dengan Tiara," sahut, Firman.


"Meski, Tiara itu anak yang tidak baik? Mas apa salahnya menikahkan, Surya dengan, Vira toh, Vira juga kan anaknya, Mas Ridwan juga."


"Maaf, Vina tapi saya sama Ridwan sudah memutuskan kalau, Tiara yang akan dinikahkan dengan, Surya anak saya."


Vina terus merayu, Firman untuk mengganti posisi Tiara dengan, Vira putrinya namun, Firman tetap pada pendirian pertamanya.


Tak lama, Indah dan dua pemuda tampan itu datang ke rumah itu. Setelah berbincang ria bersama, Kang Asep mereka segera kembali ke rumah, Vina.


"Kebetulan kalian datang. Mari duduk di sini!" ucap, Firman sembari menepuk-nepuk kursi disampingnya.


*******


Di tempat lain, anak buahnya, Rudi sedang melakukan perjalanan menuju rumah, Vina!


"Hari ini kita harus berhasil kalau tidak, Bos akan marah besar," ucap salah satu dari lima laki-laki yang berada di dalam satu mobil itu.


"Kalau kita tidak mendapatkan, Indah kita paksa, Bu Vina untuk mengeluarkan uang, Bos kita."


"Kalian tahu kan tugas kalian kalau wanita itu berkelit?"


"Siap, kami sudah menyiapkan rencana untuk memaksa, Bu Vina."


"Bagus."


Seorang laki-laki yang bertugas menyetir itu terus melajukan mobilnya dengan perlahan! Mengingat jalan menuju tempat tinggalnya, Vina itu sedang rusak parah yang membuat mereka tidak bisa mengemudi dengan kecepatan normal.


*******


"Di mana, Vira? Dia juga harus tahu tentang kabar bahagia ini," ucap Firman.


"Dia ada di dalam kamarnya sebentar aku panggil dia dulu," ucap Vina.


Vina beranjak dari duduknya lalu melangkah maju kamar, Vira!


Tak perlu menunggu lama akhirnya, Vina kembali lagi bersama, Vira.


"Ayo duduk, Nak," ucap Firman pada, Vira.


Saat semua orang sudah berkumpul mereka langsung membicarakan tentang pernikahan, Rendi dan Indah.


"Om! Aku gak setuju, Surya menikah dengan gadis ini," ucap Vira dengan sedikit menaikan nada bicaranya.


"Apa masalahnya, Vira? Mereka sudah dijodohkan sejak mereka kecil," ucap Feri.


"Dia tidak pantas menjadi istri seorang, Surya dia lebih pantas menjadi pembantunya, Surya."


Vira tak bisa mengontrol emosinya saat tahu bahwa pernikahan, Rendi dan Indah hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi.


Firman menatap, Vira dengan tatapan yang sulit diartikan.


Saat mereka sedang mencoba meredam emosi, Vira tiba-tiba anak buahnya, Rudi datang dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa seizin dari pemilik rumah.


"Kamu pasti, Indah. Namamu, Indah kan?" tanya salah satu anak buahnya, Rudi sembari mencekal pergelangan tangan, Indah.


"Siapa kalian?" Feri mulai panik karena laki-laki tak dikenal itu menyeret tubuh, Indah.


"Bu Vina! Kami harap, Anda jangan menghalangi kami untuk membawa, Indah atau kami minta uang, Bos kami kembali sekarang juga."


"Pak tolong jangan bawa putri saya, tolong, Pak. Saya akan membayar uangnya tapi nanti setelah saya punya uangnya."


Vina memohon kepada laki-laki itu dengan air matanya yang mengalir deras.


"Ini sudah terlalu lama, Bu Vina. Bos kami tidak bisa menunggu lagi!"


"Tolong, Pak tolong jangan bawa, Indah." Vina terus memohon kepada laki-laki itu.


Firman, Rendi dan Feri terdiam sambil terus memperhatikan, Indah takutnya preman itu melukai, Indah.


Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada, Indah dan Vina sehingga para preman itu ingin membawa, Indah pergi.


"Bawa dia," ucap salah satu laki-laki itu.


Mereka pun mulai menyeret tubuh, Indah dengan paksa karena, Indah terus meronta.


"Lepaskan saya! Lepaskan!" teriak Indah sembari terus meronta.


"Lepaskan dia!" teriak Rendi.


Salah satu dari lima anak buahnya, Rudi menyerang, Rendi karena Rendi berusaha menghalangi mereka.


Feri ikut membantu, Rendi karena dia dikeroyok oleh tiga orang sementara dua orang lagi terus memaksa, Indah untuk ikut dengan mereka.


Sementara, Feri dan Rendi melawan tiga preman itu, dengan cepat dua orang lagi membawa, Indah pergi dari rumah itu.


"Tolong!" teriak Indah.


Firman ingin membantu, Indah agar terlepas dari dua preman itu tapi sebelum, Firman melakukan tugasnya dia sudah dipukul dari belakang oleh rekan preman itu sehingga, Firman terjatuh dan tergeletak di lantai.


Vina dan Vira hanya tersenyum melihat pemandangan itu.


Tak lama, Feri dan Rendi berhasil melumpuhkan tiga preman itu, kini tinggal dua orang lagi yang harus mereka kalahkan.


"Berhenti! Jangan sakiti Indah ku!" teriak Feri.


Saat itu, Indah sudah berada di dalam mobi milik preman itu dan preman itu langsung membawa, Indah kabur!


"Fer, ayo kita kejar mereka!"


Rendi segera masuk ke dalam mobilnya lalu mulai melajukan mobilnya setelah, Feri masuk ke dalam mobil.


Kejar-kejaran antara mobil preman dan mobil Rendi pun tak terelakkan dalam keadaan jalan yang rusak parah, preman itu tak menurunkan kecepatan mobilnya hingga membuat Indah terbanting ke kanan dan ke kiri.


Indah tak bisa berpegang karena tangan dan kakinya diikat dengan tali.


"Rendi, cepatlah. Mereka sudah jauh," ucap Feri.


"Ini juga udah cepat, Fer. Jalanan nya rusak aku gak bisa ngebut," sahut Rendi.


Rendi yang berasal dari kota dan tidak terbiasa dengan jalanan yang rusak jadinya dia tak bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Bersambung


Teman-teman mampir yuk ke karya teman aku yang satu ini, ceritanya dijamin seru loh. yuk kepoin keseruan ceritanya!


Judul: Painfull Love (cinta yang menyakitkan)


Karya: Senja_90


Blurb:


Menikah dan membangun rumah tangga harmonis hingga maut memisahkan merupakan impian setiap orang. Begitu pun dengan Tsamara Asyifa Gibran. Namun, bagaimana jadinya bila sang suami tidak pernah sekalipun mencintai wanita itu dan belum bisa move on dari mantan kekasih?


Akankah Tsamara terus mempertahankan rumah tangganya bersama Bimantara atau malah membuka hatinya untuk Yudistira?