
"Woi! Ngapain lo pada di sini!" seru, Feri sembari berjalan menghampiri orang-orang suruhannya, Vina.
Sukri dan kawan-kawannya menoleh ke atau suara dan mereka langsung melihat, Feri dan Rendi yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Bukan urusan kalian," ucap, Deni.
"Sebaiknya kalian pergi dari sini atau kalian akan menyesal," sambung, Basri.
"Kalian gak ada hak untuk mengusir gue dari sini karena ini rumah, Bokap gue," ucap, Feri.
"Cari mati lo."
Basri langsung menyerang, Feri tanpa menunggu lama-lama lagi.
Empat rekan, Basri hanya menonton perkelahian antara, Basri dan Feri. Mereka sengaja tak membantu, Basri karena mereka merasa yakin bahwa, Basri akan menang karena kawannya hanyalah anak kota yang biasanya bisanya hanya menghabiskan uang orang tuanya saja.
Tak butuh waktu lama, Feri berhasil mengalahkan, Basri.
Empat rekan, Basri itu pun langsung menyerang, Feri secara bersamaan. Tak tinggal diam, Rendi segera membantu, Feri untuk melawan mereka.
Perkelahian antara mereka pun tak bisa dihindarkan.
Bugh!
Deni memukul, Feri di bagian punggungnya dari belakang!
Feri tersungkur tapi tak sampai terjatuh.
"Feri!" seru, Rendi yang melihat kejadian itu.
Feri langsung bangkit lagi dan langsung melawan mereka lagi.
"Lo jangan khawatirkan gue. Gue baik-baik saja," ucap, Feri sembari menghindari serangan dari mereka.
Baku hantam antara dua kelompok itu terus berlangsung, hingga akhirnya, Feri melumpuhkan, Sukri barulah perkelahian diantara mereka berakhir.
"Stop!" teriak, Feri sembari melingkarkan tangannya di leher, Basri.
Mereka semua berhenti dengan tiba-tiba lalu menatap ke arah, Feri.
"Jangan melawan, saya gak mau mati di sini," ucap, Sukri pada teman-temannya.
"Katakan, siapa yang sudah menyuruh kalian ke sini?" tanya, Feri.
"Tidak ada. Tidak ada yang menyuruh kami," ucap seorang laki-laki yang pernah ditugaskan untuk menjaga, Sari di hutan.
"Tidak mau mengaku?" ucap, Rendi.
Rendi mengusap darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya lalu berjalan menghampiri mereka. Dia berdiri tepat di samping, Feri.
"Katakan atau gue, matiin orang ini!" tekan, Feri.
"Memang tidak ada yang menyuruh kami. Kami ke sini untuk merampok rumah ini," ucap, Basri.
*******
Di tempat yang cukup jauh dari rumah, Sari.
Sari duduk di kursi itu dengan camilan dan minuman di atas meja di depannya.
"Belum," sahut, Sari jujur.
"Tapi saya tidak ingin makan apapun," sambung, Sari.
Satu dari beberapa bodyguard itu berjalan menuju dapur lalu mengambil makanan untuk, Sari sarapan.
"Ini, sarapan lah dulu kalau tidak, Ibu bisa sakit nanti," ucap laki-laki itu.
"Tidak, saya tidak mau."
"Bu kalau, Ibu sakit nanti, Mbak Indah pasti khawatir sama, Ibu."
"Saya ingin ketemu sama, Indah. Tolong kalian antarkan saya ke rumah mertuanya."
"Maaf, kami tidak bisa, Bu karena tidak ada izin dari, Pak Rendi.
"Betul, beliau meminta kami untuk melindungi, Anda di sini bukan di rumah orang tuanya, Pak Rendi.
*******
Di kediaman, Feri.
Tari berjalan bolak-balik saat tahu bahwa sebenarnya, Feri tidak punya tugas luar kota dari kantornya. Dia khawatir terhadap putranya itu apa lagi dia tahu bahwa, Rendi juga tidak ada di rumahnya.
Tari takut terjadi perkelahian antaran, Rendi dan Feri karena keduanya sama-sama tidak menerima kenyataan bahwa sebenarnya mereka bersaudara.
"Ya Allah. Hindarkan Lah anakku dari semua bahaya yang mengancam jiwanya," gumam, Tari.
Bersambung.
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Yuk
Yuk
Mampir ke karya temanku yang satu ini.
Napen: Ayu Andila
Judul: Menjadi Madu Sahabatku
Blurb.
Dia tidak menyangka kalau akan menjadi pemeran antagonis dalam kehidupan sahabatnya.
Viola Rinjani, seorang gadis muda berusia 23 tahun harus terpaksa menikah dengan seorang pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.
Awalnya, Viola menolak tawaran pernikahan itu. Namun, keadaan yang terus memburuk terasa mencekik leher Viola hingga membuatnya harus mengambil keputusan untuk menjadi istri kedua.
Biduk rumah tangga pun dimulai, akankah Viola berhasil melewatinya ?
Atau terpuruk dengan segala siksaan dan hinaan yang dilayangkan oleh semua orang ?
Yuk ikuti kisahnya hanya di Noveltoon !