
Sebelum subuh, Rendi sudah mengetuk-ngetuk pintu rumah, Sari. Dia langsung mengikuti perintah, Feri untuk membawa, Sari pergi dari itu.
"Rendi, kamu ngapain ke sini subuh-subuh gini?" tanya, Sari setelah dia membuka pintu rumahnya.
"Ibu, maaf aku mengganggu. Aku mau ngajak, Ibu pergi dari sini sekarang juga," ucap, Rendi.
"Kemana, Nak. Kenapa mendadak?" Sari masih kebingungan dengan pernyataan, Rendi yang tiba-tiba ingin mengajaknya pergi.
"Nanti aku ceritakan, Bu. Ayolah jangan bawa apa-apa, semua kebutuhan, Ibu kita beli saja nanti."
Sari menurut saja pada menantunya itu karena jelas terlihat, Rendi sedang panik dan khawatir.
Saat mereka akan masuk ke dalam mobil, Feri tiba di rumah itu, dia langsung turun dari mobilnya!
"Cepat pergi dari sini. Sebentar lagi mereka akan tiba," ucap, Feri pada Rendi dan Sari.
"Mereka, siapa?" tanya, Sari.
"Lo sendiri?"
"Gue ada urusan sebentar di sini, lo pergi duluan saja. Oh, ya jangan bawa, Ibu ke rumah, Om Firman karena mereka pasti akan ke sana," ucap, Feri pada Rendi.
"Ayo, Bu." Rendi membukakan pintu mobilnya dan meminta, Sari segera masuk ke dalamnya.
"Lo hati-hati." Rendi menepuk pundak, Feri sebelum akhirnya dia pergi dari rumah itu.
Setelah, Rendi membawa, Sari dari tempat itu. Feri segera mengambil daun-daun kering dari dalam mobilnya lalu dia menyebarkan daun kering itu disekitaran rumah agar rumah itu terlihat kosong tak lupa dia juga membawa tanah halus lalu menyebarkan tanah itu, di seluruh rumah. Semua itu dia lakukan untuk menghilangkan jejak, Sari agar mereka mengira tidak pernah ada yang menempati rumah itu dan, Sari dinyatakan hilang.
Setelah semua pekerjaannya selesai, Feri segera pergi dari rumah itu sebelum orang-orang suruhannya, Vina tiba di tempat itu.
*******
Di kediaman, Firman.
"Pa, Mas Rendi kemana sih kok dia gak ada di rumah?" tanya, Indah pada, Firman.
Indah memang tidak mengetahui tentang, Rendi. Saat, Rendi pergi dirinya sedang tidur.
Rendi yang tak ingin membuat, Indah khawatir pada, Ibunya memilih pergi tanpa memberitahu sang istri.
Indah sangat khawatir, saat dirinya bangun dari tidurnya dia tak menemukan suaminya, dia sudah mencari di sekeliling rumah, namun tak juga menemukan sosok, Rendi.
"Kamu kan istrinya, kenapa bisa tidak tahu," ucap, Firman.
"Aku gak tahu, Pa. Pas aku bangun, Mas Rendi sudah tidak ada di kamar."
"Kemana anak itu? Gak biasanya pergi tanpa izin terlebih dahulu."
Firman juga mulai khawatir pada, Rendi pasalnya selama ini, Rendi tidak pernah pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Coba, Papa telpon dia ya," ucap, Firman lagi.
Firman mengambil ponselnya dari dalam saku celananya lalu menelpon, Rendi.
"Gimana, Pa?"
"Telponnya gak diangkat."
*******
Rendi terus mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat. Tempat dimana, Sari akan aman berada di sana.
"Sebenarnya ada apa?" tanya, Sari.
"Ada orang yang akan menangkap, Ibu. Ibu jangan takut ya karena aku akan selalu melindungi, Ibu."
"Siapa, dari mana kamu tahu tentang ini?"
"Aku gak tahu siapa mereka tapi kita akan tahu setelah, Ibu selamat. Feri yang menyuruhku membawa, Ibu pergi dari rumah itu. Dia habis dari Bogor," jelas, Rendi.
Tak lama, Rendi menghentikan laju mobilnya didepan sebuah bangunan besar, dia mengajak, Sari turun dari mobilnya lalu mengajaknya masuk ke dalam bangun itu.
"Di sini, Ibu akan aman. Mereka adalah bodyguard yang pernah aku tugaskan untuk menjaga, Indah," ucap, Rendi kepada, Sari sembari menunjuk tiga laki-laki yang tengah berdiri di depan pintu bangunan itu.
"Ibu masih bingung dengan apa yang sedang terjadi. Ibu hanya akan menuruti semua perkataan kamu karena, Ibu percaya kamu tidak akan membiarkan, Ibu celaka," ucap, Sari.
"Kalian jaga, Ibu saya dengan baik. Nanti saya akan jemput, Ibu saya lagi," ucap, Rendi kepada tiga bodyguard itu.
Mereka menganggukkan kepalanya tanpa menjawab perkataan, Rendi.
"Bu, aku pergi dulu. Aku harus menemui, Feri, aku tidak ingin terjadi apa-apa sama dia," ucap, Rendi kepada, Sari.
Rendi langsung pergi meninggalkan, Sari di tempat itu. Dia harus segera menemui, Feri untuk meminta penjelasannya tentang ini semua.
Bersambung
Hai Teman-teman, seperti biasa aku akan merekomendasikan novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
mampir yuk ke karya temanku ini.
Judul: Suami Kedua (tradisi keluarga suamiku)
Karya: Biggest
Blurb: Belum ada dalam pikiran Dira untuk segera mengakhiri masa sendirinya, ia masih trauma pasca ditinggalkan oleh suami yang teramat ia cintai pergi untuk selamanya dan disusul satu-satunya superhero yang selalu berada disisinya, yaitu Ibu.
Meskipun pada kenyataannya sosok pria yang selama ini selalu memperlakukan Dira dengan lembut, ternyata diujung usianya menunjukkan sebuah kenyataan yang teramat pahit, sehingga menyisakan luka dan trauma yang teramat mendalam bagi Dira.
Dira masih tetap mencintainya.
Disisi lain, putra sulung dari pemilik Raymond Group mengalami kegagalannya dalam berumahtangga.
Setelah berhasil dari masa keterpurukannya dan memilih tinggal diluar negeri, akhirnya ia kembali ke tanah air dan menggantikan posisi ayahnya, Erick Raymond.
Awal pertemuan yang tidak sengaja antara Edgar Raymond dan Dira.
Dira ternyata bekerja di salah satu cabang milik Raymond group.
Sebuah problema mengharuskan Dira berurusan langsung dengan Tuan Edgar Raymond.
Urusan apakah itu?