Gadis Bogor

Gadis Bogor
Gadis Bogor bab 39


Tari sudah mendapatkan penanganan dokter dan kini sudah berada di ruang rawat inap.


Feri duduk di kursi yang ada di samping ranjang rumah sakit yang ditiduri oleh, Tari. Di genggamnya tangan , Tari dengan erat sesekali dia mencium tangan itu.


"Sudah lama aku mencari mu, Ma. Tolong cepatlah sembuh aku ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu," ucap Feri.


Air mata, Feri terus menetes hingga membasahi tangan, Tari.


Bu Salma dan Firman hanya berdiri sambil terus menatap, Feri yang kini sedang sangat bersedih itu.


"Feri," ucap, Tari dengan suara halus yang hampir tidak terdengar.


Feri menatap wajah, Tari lalu mengelus pucuk kepalanya.


"Mama, Mama sudah bangun. Jangan sakit, Ma aku gak bisa melihat orang yang aku sayang terbaring di rumah sakit."


Firman melangkah mendekati, Tari dan Feri!


"Tari, dokter bilang tekanan darahmu turun akibat kamu terlalu capek dan banyak pikiran. Sekarang kamu sudah bisa bertemu secara langsung dengan anak kita. Kamu jangan banyak pikiran lagi dan banyak istirahat ya," ucap Firman kepada, Tari.


"Peluk, Mama, Nak. Sekali saja, Mama mohon," ucap, Tari kepada, Feri.


Tanpa menjawab, Feri langsung memeluk, Tari dengan penuh cinta. Meski mereka baru pertama kali bertemu tapi keduanya sudah memiliki ikatan batin yang kuat.


"Mama jangan menangis, aku ada di sini untuk menjaga, Mama. Mama jangan banyak pikiran ya, aku sudah ada di sini bersama, Mama."


"Tari, sekarang sudah sore, aku pamit pulang ya. Anakku pasti khawatir kalau aku tidak pulang," ucap, Firman pada Tari.


"Feri, Papa titip, Mamamu ya, jaga dia dengan baik. Besok pagi, Papa akan datang lagi ke sini," sambung, Firman pada Feri.


Feri hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan, Firman padanya.


Firman berjalan keluar dari ruangan itu! Saat dia sejajar dengan, Bu Salma, dia menghentikan langkahnya. "Anda mau sekalian saya antar pulang?" tanya, Firman pada, Bu Salma.


"Tidak perlu, saya mau di sini untuk menemani, Tari dan Feri," sahut, Bu Salma.


Firman pun langsung pergi setelah mendapatkan jawaban dari, Bu Salma.


Kini tinggal, Feri, Tari dan Bu Salma yang berada di ruangan itu.


Bu Salma menghampiri, Tari yang sedang terbaring lemah!


"Tari, sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi karena ternyata orang yang selama ini kamu takuti sudah pergi untuk selamanya. Kamu bisa tinggal satu rumah dengan anak yang selama ini kamu coba lindungi dari semua bahaya yang mengancam keselamatannya. Kamu cepat sembuh ya, sekarang sudah tiba saatnya kamu dan Feri hidup bahagia," ucap, Bu Salma pada Tari.


"Jadi selama ini, Ibu tahu siapa, Ibu kandungku?" tanya, Feri. Kini pemuda itu sudah mulai tenang dan air matanya juga sudah mulai surut, sepertinya pemuda itu sudah mulai berdamai dengan kenyataan hidupnya.


"Kenapa, Ibu sama sekali tidak pernah memberitahu aku tentang, Ibuku?"


"Itu semua atas permintaan, Mama," timpal, Tari dengan suara lirih.


"Mamamu akan menceritakan semuanya sama kamu. Kamu jangan berburuk sangka dulu terhadap, Ibu dan Mamamu," ucap, Bu Salma.


*******


Firman baru tiba di rumahnya, dia berjalan memasuki rumahnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Pa, Papa dari mana sih? Akhir-akhir ini, Papa sering pulang malam?" tanya, Rendi yang dari tadi sudah menunggu kepulangannya.


"Surya, sebenarnya, Papa sedang mencari seseorang yang hilang dari kehidupan,Papa sejak dua puluh tahun lalu," sahut, Firman.


Rendi beranjak dari duduknya lalu menghampiri, Firman yang masih berdiri di tempat semula!


"Siapa, Pa? Kenapa, Papa tidak pernah memberi tahu aku tentang ini?"


"Papa akan kasih tahu kamu nanti. Sekarang, Papa capek, mau istirahat dulu." Firman langsung berjalan meninggalkan, Rendi!


Satu jam telah berlalu. Saat ini, Rendi sedang duduk di kursi yang ada di balkon lantai dua rumahnya sedangkan, Indah tak menemani, Rendi saat itu. Indah lebih suka dian di kamar sambil menonton televisi.


Firman datang dan menghampiri, Rendi yang sedang asyik memandang bintang-bintang di langit. Dia duduk di kursi yang ada di samping, Rendi


"Surya, Papa mau cerita sesuatu sama kamu," ucap, Firman.


"Cerita apa?" tanya, Rendi dengan antusias.


"Sebenarnya, Papa punya anak lain selain kamu dan juga dari wanita lain bukan dari, Mamamu." Firman berucap dengan tanpa menatap wajah putranya.


"Apa!" Rendi yang awalnya hanya memandangi bintang mengalihkan pandangannya ke arah, Firman. Dia begitu terkejut mendengar perkataan, Papanya barusan.


Bersambung


Hai teman-teman, seperti biasa aku gak akan pernah bosan untuk membawakan rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Yuk atuh mampir ke karya temanku yang satu ini.


Judul: Pernikahan Rahasia Anak SMA 2


Author: Lichalika