
Setelah pagi hari itu, Jessica merasa sangat malu pada Bunga, jadi perempuan itu cepat-cepat berkemas dan meninggalkan rumah untuk bekerja.
Leo yang melihat itu hendak mengantar Jessica pergi bekerja, tetapi dengan tegas Jessica menolak dan berlari pergi meninggalkan apartemen.
Bunga yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Apakah Jessica benar-benar ingin berpacaran dengan kakak atau dia hanya terpaksa menerima kakak?" Tanya Bunga langsung mendapat tatapan melotot dari kakaknya.
Jadi perempuan itu dengan gugup berbalik ke arah kamarnya dan mengunci pintu kamarnya karena ketakutan dengan kemarahan kakaknya.
Sementara Leo, pria itu langsung pergi ke kamar putranya dan melihat pria kecil itu sudah bangun dengan posisi duduk di tempat tidur sembari mengucek-ngucek matanya.
"Anak ayah sudah bangun," ucap Leo langsung menghampiri pria itu dan tanpa aba-aba membawa Nanta ke gendongannya.
Nantq yang tiba-tiba digendong begitu terkejut karena itu pertama kalinya ia digendong oleh Leo, jadi pria itu merasakan perasaan yang baru pertama kali ia rasakan.
"Ibumu sudah pergi bekerja, jadi ayah yang akan menemani kalian sarapan sebelum berangkat ke kantor." Ucap Leo sembari berjalan ke arah kamar Jessica dan melihat gadis kecil juga sudah bangun.
"Ayah!!!" Teriak yang gadis kecil itu langsung berlari menghampiri Leo yang berdiri di ambang pintu.
Nita begitu cemburu melihat kakaknya sedang digendong oleh ayahnya, sementara dia,,, tidak digendong oleh ayahnya!!
Jadi perempuan itu mengulurkan kedua tangannya ke arah ayahnya sebagai pertanda bahwa dialah yang ingin digendong dan Bukan kakaknya!!
"Ayah tidak boleh menggendong Nanta kalau tidak menggendongku!! Gadis kecil adalah yang harus diperlakukan lebih manja daripada pria dewasa!!!" Teriak gadis kecil itu langsung membuat Nanta tercengang mendengar ucapan adiknya, sementara Leo tersenyum melihat gadis kecil itu.
"Wahh!!! Ayahku sangat kuat!!!" Seru Nita merasa sangat senang sembari memeluk leher ayahnya dengan manja.
Nanta yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya dan dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan cara gadis kecil itu berinteraksi dengan Leo.
"Apa kau mau turun?" Tanya Leo sembari menatap Nanta yang terlihat mengerutkan keringnya karena Leo berpikir pria kecil itu tidak suka digendong.
Tetapi ketika Nanta menyadari bahwa dia tampak sangat tinggi berada di gendongan ayahnya, bahkan lebih tinggi ketika dia digendong oleh ibunya, maka pria kecil itu spontan menggelengkan kepalanya.
"Aku suka kalau ayah yang menggendongku," ucap Nanta langsung membuat Leo mengerutkan keningnya.
"Kau suka kalau ayah yang menggendongmu? Lalu kalau ibu yang menggendong?" Leo yang merasa bahwa maksud dari ucapan putranya ialah putranya tidak suka digendong oleh Jessica dan lebih suka digendong olehnya.
Nita yang sedang memeluk leher Leo langsung berkata, "Kakak itu adalah pria dewasa, dia tidak mau digendong oleh perempuan!!!"
"Aku tidak mau Ibu lelah, karena aku lebih berat dari Nita," ucap Nanta dengan suara yang datar langsung membuat Leo tersenyum lalu dia membawa kedua anak itu ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Apakah setelah sarapan kita akan pergi ke rumah nenek?" Tanya Nita sembari menggigit roti yang telah diberi selai strawberry.
"Hm, kalian akan pergi bersama Tante Bunga, karena ayah harus buru-buru ke kantor. Ada pekerjaan yang mendesak di sana," ucap Leo langsung diangguki oleh Nita.
"Baik ayah!!!" Jawab gadis kecil itu yang sangat penurut dan tidak mau membebani ayahnya.