Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
78. Satu pertanyaan


Setelah berbicara, Jessica tidak mendengar lagi suara pria di belakangnya, jadi perempuan itu berpikir bahwa Leo telah pergi untuk lanjut tidur bersama dengan Nita.


Jadi setelah beberapa lama, perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan panjang.


"Hah,,, Kenapa aku terus kepikiran ciuman tadi??!!" Perempuan itu merasa kesal karena adegan yang baru saja terjadi terus saja terngiang-ngiang dalam ingatannya.


Sementara Leo yang sedari tadi terus diam di tempat duduknya langsung menatap perempuan itu dengan tatapan penuh arti.


Ucapan Jessica terus terputar dalam kepalanya,,,, "Jadi bukan hanya aku saja yang terus mengingat ciuman itu, tapi kau juga?" Ucap Leo langsung membuat Jessica menghentikan gerakan tangannya


Perempuan itu benar-benar tak menyangka bahwa pria yang sudah ia pikir telah pergi, ternyata masih berada di belakangnya dan mendengarkan ucapannya.


Jadi Jessica langsung terbalik dan melihat Leo yang menatapnya dengan dalam.


Perempuan itu kebingungan harus mengatakan apa, "I,, i,, itu,, i,,"


"Aku senang kalau kau mengingatnya. Karena aku juga senang terus mengingatnya. Itu adalah ciuman pertamaku." Ucap Leo langsung membuat Jessica terpaku di tempatnya.


"Kalau kau tidak nyaman aku berada di sini, aku akan pergi," kata Leo langsung berdiri untuk meninggalkan tempat itu ketika tiba-tiba saja ia dihentikan oleh ucapan Jessica.


"Tunggu!" Kata perempuan itu langsung membuat Leo menghentikan langkahnya lalu dia berdiri memandangi perempuan yang menatapnya.


"Itu,, bolehkah aku bertanya satu hal?" Tanya Jessica dengan tangan perempuan itu memegang erat pisau di tangannya sementara yang lain terkepal erat karena begitu gugup menghadapi Leo.


"Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Leo langsung membuat Jessica menelan air liurnya.


"Anu,, Kenapa kau memimpikan aku? Dan Kenapa kau mencium aku di dalam mimpimu? Kenapa juga kau senang karena kita berciuman? Juga,, itu,, Bukankah itu bukan ciuman pertama kita?" Ucap Jessica dengan mata menatap ke arah lantai sebab Dia tidak berani menatap pria di depannya.


Padahal, awalnya perempuan itu hanya mengatakan akan bertanya satu hal.


Namun begitu, Leo tetap menjawab, katanya: "jawaban untuk pertanyaan pertama,,, aku memimpikanmu sudah terjadi selama 6 tahun. Mungkin karena aku merindukanmu."


Ucapan pria itu langsung membuat Jessica mengangkat wajahnya menatap pria di depannya.


Merindukanmu.


6 tahun.


Merindukanmu.


6 tahun.


"A,, apa?" Tanya Jessica dengan wajah yang mulai memerah karena dia tidak menyangka akan mendengar ucapan seperti itu dari mulut Leo.


"Jawaban untuk pertanyaan kedua,,, aku menciummu hampir setiap hari dalam mimpiku." Ucap pria itu melangkah mendekati Jessica.


"Jawaban untuk pertanyaan ketiga,,, Aku senang kita berciuman karena aku sudah haus padamu sejak enam tahun yang lalu." Ucap Leo kembali menamba beberapa langkah untuk semakin mendekat pada Jessica.


"Jawaban untuk pertanyaan ke-4,,, aku tidak ingat kalau 6 tahun yang lalu aku pernah menciummu. Jadi ciuman yang tadi adalah ciuman pertama yang nyata, yang kuingat." Ucap Leo akhirnya berdiri di dekat Jessica dan menata perempuan itu dengan dalam.


"Sekarang aku ingin kau menjawab satu pertanyaanku, Apakah saat ini jantungmu berdegup kencang sama seperti aku? Apakah kau teringat akan ciuman itu karena kau juga sebenarnya merindukanku?


"Apakah dari 6 tahun yang lalu kau pernah berpikir untuk menemuiku? Apakah setelah kita bertemu sekarang kau merasa senang?" Tanya Leo dengan tetapan pria itu tak pernah teralihkan dari mata hitam milik Jessicca.