
Keesokan paginya, Jessica bangun pagi-pagi sekali dan melihat ke arah sampingnya, di mana Nita dan Leo kembali tidur sambil berpelukan.
Tetapi ketika dia menarik tangannya dari bawah selimut, dia terkejut karena ternyata satu tangan Leo sedang memegang tangannya.
Jadi perempuan itu sedikit menyibakkan selimut dan melihat tangan kekar Leo begitu erat menggenggam tangannya.
'Apakah dia tidak tidur?' ucap Jessica dalam hati yang merasa aneh jika orang yang tidur ternyata bisa menggenggam erat tangan orang lain.
Jadi dia menggerak-gerakkan tangan itu sambil berkata, "Apakah kau sudah bangun?"
Tetapi pertanyaan Jessica tidak dihiraukan oleh Leo, karena memang pria itu sedang tidur lelap dan dalam mimpinya dia menggenggam tangan seorang perempuan, serta di pangkuannya terdapat seorang gadis kecil dan di hadapannya seorang pria kecil sedang berjalan ke arah mereka.
"Hm,," Jessica menahan tawanya lalu dia secara perlahan melepaskan genggaman tangan pria itu dari tangannya, lalu turun dari tempat tidur dan pergi ke dapur.
Dilihatnya di dapur Bunga yang sedang membuat dua gelas kopi.
"Kenapa wajahmu memerah seperti itu? Apakah kau sakit?" Langsung tanya Bunga yang terkejut melihat wajah Jessicca.
Jadi perempuan itu lekas menghampiri Jessica dan menempelkan tangannya di dahi sahabatnya.
"Kau panas," ucap Bunga dengan cemas menatap perempuan di depannya.
Tetapi Jessica, perempuan itu tersenyum dan berbalik meninggalkan Bunga Lalu dia pergi ke kamar mandi.
Perempuan itu berdiri di depan cermin lalu melihat wajahnya yang tampak memerah, 'Apakah wajahku jadi merah begini karena aku bangun sambil berpegangan tangan dengan Kak Leo? Itu artinya,, Aku benar-benar jatuh cinta pada pria itu.' ucap Jessica kini memegangnya kedua pipinya lalu perempuan itu tersenyum malu atas tingkah konyolnya.
Tok tok tok...
Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat perempuan itu terkejut, lalu dia melihat ke cermin di mana wajahnya masih merah, jadi dengan cepat dia menyalakan kran dan membasuh wajahnya dengan air hangat.
Setelah itu, dia membuka pintu kamar mandi dan melihat ternyata orang yang ingin masuk ke kamar mandi adalah Leo.
"Selamat pagi,, masuklah," kata Jessica langsung menerobos keluar karena dia merasa sangat malu, apalagi dia mengingat bahwa hubungan mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih setelah pengakuan mereka pada malam hari kemarin.
Leo yang melihat sikap Jessica hanya kebingungan memandangi perempuan itu, tetapi kemudian dia menutup kamar mandi dan mulai mencuci mukanya.
"Sarapan lah, dan makan obat ini," ucap Bunga ketika dia melihat Jessica sudah kembali ke dapur dengan wajah perempuan itu tampak basah.
"Baik, terima kasih," kata Jessica mengambil roti yang telah disiapkan oleh Bunga dan mengambil obat yang telah disiapkan perempuan itu lalu memasukkannya ke dalam kantong.
'Aku tidak perlu makan obat ini, karena wajahku merah dan panas bukan karena sakit, hanya malu saja.' ucap Jessica dalam hati kini tersenyum merasa konyol bahwa dia telah membohongi sahabatnya sendiri.
"Kau tidak usah pergi kerja hari ini, aku sangat cemas kalau kesehatanmu memburuk karena memaksa bekerja di saat kau sedang demam seperti ini." Ucap Bunga langsung mengejutkan pria yang baru saja muncul dari pintu.
"Kau sakit?" Tanya Leo sembari mendekati Jessica dan langsung menempelkan tangannya di dahi perempuan itu.
"A,, aku baik-baik saja," ucap Jessica kini kalang kabut mendorong pria itu sembari menoleh ke arah Bunga.
Dia merasa malu dan belum siap Jika Bunga mengetahui tentang kemajuan hubungan mereka.
Dan benar saja, ketika dia menoleh ke arah Bunga, terlihat perempuan itu langsung menghentikan kunyahannya dan tercengang menatap mereka.
"Ka,, ka,, kalian?!" Ucap Bunga dengan suara gemetar dan otak yang berhenti bekerja karena dia tidak bisa mengolah informasi dengan benar.
"Kami sudah resmi jadi sepasang kekasih kemarin malam. Jadi mulai hari ini kau panggil dia Kakak iparmu." Langsung ucap Leo dengan suara yang penuh percaya diri serta senyuman di wajah pria itu membuat dua perempuan yang ada di begitu terkejut.
Bunga terkejut mengetahui kemajuan hubungan kedua orang itu sementara Jessica terkejut kalau pria itu benar-benar akan mengatakannya secepat itu.
Bahkan, sama sekali tidak ada malu-malunya mengakui hubungan mereka!!!