
Jessica memberanikan diri untuk berbicara, katanya: "Maafkan saya Paman, tap--"
"Apa katamu?!! Paman?!! Sampai sekarang kau masih memanggilku sebagai paman?? Apa kalian tidak memberitahumu bahwa jika kau sudah menerima Putraku menjadi suamimu maka kau harus memanggilku sebagai ayah?!! Apakah kalian berdua tidak pernah memikirkan perasaan kami sebagai orang tua kalian?? Aku sangat kecewa pada kalian!!!!" Kata Tuan Zaki yang benar-benar marah pada dua orang di depannya.
🐾🐾🐾
Tetapi meskipun pria itu sangat marah, namun Leo yang mendengarnya malah menjadi sangat senang jadi dia memeluk Jessica dengan erat.
"Kau dengar itu? Ayah dan ibu merestui hubungan kita." Ucap pria itu tanpa bisa menyembunyikan raut wajah kebahagiaannya membuat Jessica juga tersenyum dan membalas pelukan Leo dengan erat.
Sementara Tuan Zaki yang melihat itu, dia menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu pria itu berdiri.
Dia berdiri sambil menatap kedua orang di depannya lalu berkata, "bagus sekali kalian tersenyum seperti itu sedang saat Ayah sedang marah. Jadi mulai hari ini kalian diusir dari rumah ini, tapi kalian tidak boleh membawa cucu-cucuku!!! Datanglah nanti saat Ayah sudah tidak marah lagi pada kalian!!!"
Setelah berbicara, pria itu dengan cepat meninggalkan kedua orang itu sembari menahan rasa marahnya.
Sementara Leo, dia tetap memeluk Jessica dan menciumi puncak kepala perempuan itu.
"Aku rasa mulai besok kita harus segera mempersiapkan pernikahan kita." Ucap Leo menatap Jessica dengan tatapan yang begitu lembut dan hangat.
Sementara Jessica, Dia merasakan jantungnya terus berdegup kencang dan Dia merasa bahwa wajahnya telah menjadi merona mendengar ucapan pria itu.
Cinta pertamanya yang pernah ia lupakan Karena berpikir tidak akan pernah bersatu dengan cinta pertamanya itu, ternyata malah saat ini berada di depannya dan sedang membicarakan tentang persiapan pernikahan mereka.
Hal luar biasa itu membuat Jessica rasanya ingin meledak saja karena merasakan luapan kebahagiaan seperti bendungan yang hendak runtuh karena tak mampu lagi menampung air.
Meski dia juga merasa senang kau mati tapi dia merasa agak sesak dan pelukan itu membuatnya tidak bisa bergerak bebas untuk menutupi wajahnya yang kemungkinan besar sudah memerah padam seperti warna buah ceri.
"Ah,," Leo akhirnya menyadari apa yang sudah ia lakukan, tetapi pria itu tetap tidak melonggarkan pelukannya namun dia menatap Jessica dengan dalam sembari bertanya, katanya: "bolehkah aku menciummu?"
Pertanyaan itu semakin membuat Jessica menjadi sangat malu, 'kalau mau cium ya cium saja kenapa harus bertanya? Bikin orang jadi malu saja!!!' kesal perempuan itu dalam hati sembari mengepal erat tangannya dan hatinya menjadi semakin gugup.
Melihat kegugupan perempuan itu maka Leo tidak mau memaksa Jessica jadi dia melepaskan pelukannya dan berkata, "Aku tidak akan memaksamu, jadi aku hanya akan memegang tanganmu saja."
Ucapan pria itu semakin membuat Jessica merasa bersalah, jadi dia mengatup erat giginya dan memejamkan matanya Lalu setelah beberapa saat ia berteriak kecil, "Kau boleh menciumku!!!"
Teriakan kecil perempuan itu langsung membuat Leo tersentak lalu dia menatap perempuan yang wajahnya memerah dan sedang memejamkan matanya.
'Dasar menggemaskan,' pikir Leo dalam hati lalu dia segera mengulurkan tangannya menahan kepala perempuan itu dan menundukkan kepalanya mencium bibir Jessicca.
"Cup!" Sebuah cium singkat yang begitu lembut langsung membuat Jessica menahan nafas.
"Bolehkah aku mencium lebih lama?" Tanya Leo dengan hati-hati.
Mendengar pertanyaan pria itu malah membuat Jessica menjadi kesal Jadi dia membuka matanya dan menarik tangannya yang dipegang oleh Leo.
"Kenapa harus terus bertanya? Kalau mau mencium ya cium saja, tidak perlu bertanya!! Membuat orang kesal saja!!!" Gerutu Jessica langsung berdiri lalu perempuan itu pergi meninggalkan Leo yang terdiam menatap perempuan itu.
'Apakah baru saja dia mengatakan bahwa lain kali jika aku akan menciumnya tidak perlu lagi bertanya namun langsung melakukannya?' berpikir seperti itu dalam hati, akhirnya perasaan Leo menjadi berbunga-bunga jadi dia dengan cepat berdiri dan mengejar perempuan itu.