
Setelah tiba di meja makan, Jessica begitu gugup karena dia sangat takut kalau kedua orang itu tidak merestui hubungan mereka dan terlebih tidak memperlakukan kedua anaknya dengan baik.
Namun hatinya menjadi lega ketika makan malam sudah mulai berlangsung.
Tuan dan nyonya Zaki kasih bergantian menaruh makanan di piring kedua cucu mereka dan berbincang-bincang dengan kedua anak kecil itu.
Jessica menghembuskan nafasnya dengan lega dan Leo yang duduk di sampingnya bisa menyadari hal itu, jadi dia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Jessica dengan erat.
Merasakan genggaman tangan yang besar dan hangat, Jessica merasa sangat beruntung bisa mengenal pria itu, jadi akhirnya dia makan dengan percaya diri sampai akhirnya makan malam selesai.
"Aku ingin berbicara dengan Kalian berdua," ucap Tuan Zaki saat melihat Nyonya Zaki sudah berjalan bersama Nita dan Nanta untuk pergi ke ruang bermain yang telah disiapkan bagi kedua anak itu.
"Baik," jawab Jessica sembari melangkah mengikuti Tuan Zaki menuju lantai atas dengan tangan perempuan itu tetap digenggam oleh Leo.
Bunga yang melihat itu merasa sangat gugup dalam hatinya, tetapi perempuan itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya, jadi dia langsung berjalan ke ruang bermain dan mendapati Ibunya dan Nita sedang berada di kolam bola sembari bermain bola.
Sementara pria kecil, dia lebih suka duduk di kursi sembari membaca buku yang dihadiahkan Leo padanya.
"Ibu," ucap Bunga menghampiri ibunya langsung membuat Nyonya Zaki menatap putrinya sembari menghela nafas.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Apa yang membuatmu sangat cemas?" Tanya Nyonya Zaki yang jelas mengenal putrinya hingga bisa membaca isi hati perempuan itu.
"Itu Bu,, Apakah Ayah dan Ibu marah pada Kakak dan Jessica? Apakah kalian tidak merestui hubungan mereka?" Tanya Bunga dengan raut wajah yang cemas karena dia sangat cemas Jika saja kedua orang itu dipanggil untuk disuruh berpisah.
Mendengar pertanyaan konyol putrinya, maka Nyonya Zaki langsung tersenyum konyol sembari berkata, "Apakah kalian orang muda berpikir seperti itu?"
Bunga yang mendengar ucapan ibunya sangat tidak mengerti antara penggolongan orang muda dan penggolongan orang tua..
Lalu apa yang dipikirkan kedua orang tuanya??
Sementara itu, di lantai atas, Leo dan Jessica yang memasuki ruang kerja Tuan Zaki duduk bersama sembari berpegangan tangan.
"Jangan gugup, Bukankah aku sudah berjanji akan terus memegang tanganmu?" Ucap Leo setengah berbisik pada Jessica langsung membuat Jessica menganggukkan kepalanya sembari menatap pada pria yang sedang duduk di hadapan mereka.
'Aku harap hal-hal buruk yang ku pikirkan tidak kejadian.' ucap perempuan itu dalam hati karena ia merasa begitu cemas akan hal yang hendak dibicarakan oleh tuan Zaki.
"Kalian," Tuan Zaki menahan nafasnya dan kepalan tangannya karena merasa sangat marah pada dua orang di depannya.
Selama 6 tahun, kedua orang itu telah menyembunyikan kedua cucunya hingga dia bahkan tidak bisa melihat Bagaimana rupa kedua cucunya saat mereka masih kecil.
Jadi tuan Zaki berkata, "kalian berdua harus menebus apa yang sudah kalian rampas dariku dan dari ibu kalian!!! Berani-beraninya menyembunyikan cucu kami,, Apakah kalian berdua berpikir bahwa kami sama sekali tidak memiliki hak untuk melihat masa-masa pertumbuhan mereka selama 6 tahun ini?? Kalian berdua sudah tidak menganggap kami sebagai kakek dan nenek dari mereka?!!!" Tegas Tuan Zaki.
Melihat ayahnya yang begitu marah, Leo mempererat genggaman tangannya pada Jessica, lalu dia berkata, "kami tidak bermaksud begitu, tapi--"
"Apa?!! Apakah ada alasan yang bisa membuat seorang cucu dan kakeknya berpisah??!!" Tanya Zaki dengan marah.
Hal itu membuat Jessica menjadi semakin gugup jadi perempuan itu akhirnya memberanikan diri untuk berbicara, katanya: "Maafkan saya Paman, tap--"
"Apa katamu?!! Paman?!! Sampai sekarang kau masih memanggilku sebagai paman?? Apa kalian tidak memberitahumu bahwa jika kau sudah menerima Putraku menjadi suamimu maka kau harus memanggilku sebagai ayah?!!
"Apakah kalian berdua tidak pernah memikirkan perasaan kami sebagai orang tua kalian?? Aku sangat kecewa pada kalian!!!!" Kesal Tuan Zaki yang benar-benar marah pada dua orang di depannya.