
"Tuan putri dan pangeran kemudian menikah dan hidup bahagia selamanya." Ucap Jessica sembari menutup buku dongeng di tangannya lalu perempuan itu menciumi gadis kecilnya yang telah terlelap.
Setelah itu, dia mematikan lampu dan keluar dari kamar Nita.
Perempuan itu kemudian berjalan ke kamar sebelah Di mana kamar itu ialah kamar Nanta.
Ketika dia membuka pintu, dilihatnya Nanta masih berada di pangkuan Leo dengan kedua orang itu sedang membaca buku bisnis.
Jessica yang selama ini tidak membiarkan anaknya membaca buku bisnis akhirnya hanya bisa menghela nafas ketika melihat buku yang dipegang oleh kedua orang itu.
"Sudah pukul 9 malam, apakah kau tidak tidur?" Tanya Jessica sembari menatap pria kecil yang kini berbalik menatapnya.
"Aku akan tidur sekarang Bu," ucap Nanta turun dari pangkuan ayahnya lalu pria kecil itu berjalan memeluk ibunya sebelum kembali naik ke atas tempat tidur dan berbaring menyelimuti dirinya sendiri.
Leo yang melihat itu langsung menyimpan buku yang telah mereka baca lalu dia mencium di puncak kepala putranya dan mematikan lampu tidur yang dinyalakan di sebelah ranjang pria kecil itu.
"Selamat tidur Putra ayah," ucap Leo lalu dia dan Jessica segera keluar dari kamar itu.
Begitu keluar, mereka langsung disambut tatapan tuan dan Nyonya Zaki yang berdiri di sana untuk memastikan kedua cucu mereka telah tidur dengan lelap.
"Apakah Nanta juga sudah tidur?" Tanya Nyonya Zaki sembari memperhatikan dua orang yang keluar dari dalam kamar Nanta.
"Iya," jawab Leo.
"Bagus, kalau begitu kalian berdua tidurlah juga, karena besok pagi kalian harus pergi bekerja, jadi harus tidur lebih awal." Kata Nyonya Zaki lalu kedua orang itu segera meninggalkan dua orang yang sedang berdiri menatap mereka.
Setelah 2 orang itu pergi, maka Leo langsung tersenyum dan membawa Jessica ke gendongannya.
"Aku tidak bisa membiarkanmu berjalan ke kamar, Bagaimana kalau kau jadi lelah?" Ucap pria itu langsung membuat Jessica menghela nafas dengan panjang dan tanpa sadar pipi perempuan itu menjadi merona.
Leo yang memperhatikan itu hanya bisa tersenyum lalu dia kemudian membaringkan perempuan itu dirancang dan menyelimuti Jessica dengan lembut.
Jessica yang diselimuti hanya bisa menahan nafasnya menatap pria itu dan ketika dia melihat Leo menunduk ke arahnya maka Jessica langsung menutup seluruh kepalanya dengan selimut dan memegangi dada kirinya.
Deg!
Deg!
'Apakah pria itu mau menciumku?' pikir Jessica dalam hati yang merasa sangat gugup dan juga merasakan wajahnya sangat panas.
Tetapi, setelah beberapa saat dia merasakan tidak ada pergerakan lagi jadi perempuan itu menghela nafas dengan lega karena berpikir Leo telah pergi ke tempat lain.
Jessica kemudian membuka selimutnya dan terkejut ketika dia masih melihat Leo masih berada dalam posisi terakhir kali dia melihatnya dan dengan segera pria itu menurunkan wajahnya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Jessica.
Deg!
Deg!
Jantung Jessica seakan melompat dari tempatnya, dan dia merasakan rasa panas langsung menjalani seluruh tubuhnya.
Padahal, tadi dia sudah merasa lebih lega dan tidak merasakan perasaan aneh itu lagi, tapi sekarang hanya karena sebuah ciuman dia kembali merasakan gejolak aneh dalam dirinya.
"Mulai sekarang harus ada ciuman Selamat malam dan selamat pagi." Kata pria itu sembari tersenyum lalu berbalik membuka sebuah lemari.