Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
48.


Setelah ulang tahun anaknya, Jessica kembali bekerja sebagai pemeran pengganti dalam film yang sedang di syuting di sebuah desa yang berjarak dekat dari kota tempat tinggalnya.


Dan seperti biasanya, perempuan itu selalu saja pulang malam setiap kali dia sudah keluar dari rumah.


Jadi ketika dia kembali ke rumah perempuan itu langsung membersihkan diri lalu pergi ke kamar anaknya untuk memeriksa kedua buah hatinya yang Sudah terlelap dalam tidur mereka.


Dilihatnya Nanta tidur dengan tenang, tetapi Nita, gadis kecil itu selalu saja tidak tenang dalam tidurnya.


Selimutnya telah tergeletak di lantai dan kaki kedua gadis kecil itu dibuka lebar hingga ranjang yang besar itu tampak seperti tidak cukup untuk ditempati oleh gadis kecil itu.


"Sayang,," Jessica setengah berbisik Dan perbaiki posisi tidur putrinya.


Tetapi ketika dia melihat tangan putrinya yang lain, dia terkejut bahwa tangan gadis kecil itu tidak pernah melepaskan pena pemberian Leo.


Padahal, dua boneka kelinci gadis kecil itu telah tergeletak di lantai karena ditendang olehnya.


'Astaga,, kenapa aku merasa begitu sedih melihat anak kecilku ini begitu senang mendapat pena dari Kak Leo? Padahal Kak Leo bukanlah siapa-siapanya kami,' ucap Jessica dalam hati merasa sangat cemas dengan pikiran putrinya.


Tetapi, dia tidak bisa berbuat apapun, karena ketika dia mencoba untuk melepas pena dari tangan putrinya, Nita dengan segera menggerutu sambil mempererat pegangannya pada pena pemberian Leo dan bahkan memeluknya dengan erat.


Jadi perempuan itu hanya memperbaiki posisi tidur Nita sambil menyelimuti gadis kecil itu.


"Jessica!" Tiba-tiba suara Bunga dari arah pintu membuat Jessica menoleh menatap Bunga yang sedang melambai-lambaikan tangannya.


"Ada apa?" Tanya Jessica ketika dia sudah keluar dari kamar putrinya dan melihat bunga menatapnya dengan wajah yang penuh semangat.


"Tadda!!!" Seru Bunga memperlihatkan poster yang telah Ia print, "casting untuk film 'Ibu' akan dilaksanakan dua hari lagi!!!"


Jessica langsung mengerutkan keningnya mengambil poster itu dan membacanya dengan seksama.


"Aku sudah merangkul emosi-emosi dan bagaimana perasaan dari karakter yang akan kau casting," ucap perempuan itu langsung membuat Jessica mengambil bukunya dan membaca sekilas buku itu.


"Dari mana kau mendapatkan ini?" Tanya Jessica sambil melirik Bunga.


Jessica tertawa kecil, "he he... Aku menggunakan koneksiku untuk mendapatkannya. Karena kau tidak mau casting untuk pemeran utamanya, jadi Aku memberikanmu yang ini. Kau akan mudah mempelajarinya karena karakternya sangat mirip denganmu." Ucap Bunga yang percaya diri bahwa Jessica bisa mendapatkan peran yang ia pilihkan untuk perempuan itu.


Tetapi Jessica langsung menarik Bunga ke dalam kamar perempuan itu, lalu dia menatap Bunga dengan bingung.


"Aku tidak yakin Apakah aku bisa masuk ke dalam film ini atau tidak." Ucap Jessica sambil menghela nafas.


"Kenapa?" Tanya Bunga kebingungan.


Jessica menghela nafas panjang sambil melihat Bunga, "Ketika aku di ruang rias pada minggu yang lalu, aku mendengar Clara juga akan ikut casting untuk mendapatkan pemeran utamanya. Jadi--"


"Apa?!!" Sela Bunga "perempuan itu juga ingin bermain dalam film ini?!!" Tanya Bunga sambil menggertakkan giginya, karena merasa kesal bahwa setiap kali Jessica hendak melakukan casting untuk sebuah film, selalu saja Clara juga ingin mengambil salah satu peran dari film itu.


Oleh sebab itu, Jessica selalu membatalkan castingnya karena dia tidak mau bertemu dengan perempuan itu.


Jessica mengganggukkan kepalanya dengan berat, "Iya, makanya, aku rasa film ini--"


"Stop!!" Sela Bunga, "kau sudah berulang kali terus menjauhinya. Mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk bertemu dengannya lagi. Lagi pula dia tidak akan saya bodoh itu mengotori tangannya hanya untuk bermusuhan denganmu yang hanya mendapatkan peran kecil di film tersebut." Ucap Bunga yang sudah merasa geram pada Clara.


Jessica tetap saja tidak yakin, "Tapi,, Bagaimana kalau dia membongkar tentang kejadian 6 tahun yang lalu dan--"


"Kau tenang saja!" Sela Bunga, "Aku yang akan mengurus itu, aku akan membuatnya tidak pernah mengungkit masalah enam tahun yang lalu!! Jadi kau fokus saja pada karirmu, karena aku tidak mau hanya karena perempuan itu selalu berpapasan dengan film yang ingin kau casting, maka kau tidak pernah maju dan terus terjebak dalam pemeran pengganti!!!" Tegas bunga mendukung Jessica dengan sepenuh hati.