Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
81. Cucuku?


"Siapa yang baru saja memanggilmu ayah???" Suara nyonya Zaki dari seberang telepon langsung membuat Leo terkejut.


Bahkan Bunga yang juga berjalan untuk kembali ke dapur memeriksa masakannya langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah dua orang yang sedang duduk di sofa.


'Mampus!!!' ucap perempuan itu dalam hati kini merasa gugup lagi.


Kalau ayah dan ibunya mengetahui bahwa dia adalah dalang dari segala sesuatu yang telah terjadi, maka bisa terjadi kedua orang itu akan memarahinya!!!


Apalagi jika kedua orang tuanya tidak menyukai kehadiran kedua keponakan kembarnya. Maka itu bisa menjadi masalah yang sangat besar!!!!


"Halo?!!! Apakah kau mendengar ibu?!!" Terdengar teriakan Nyonya Zaki dari seberang telepon.


"Apakah itu nenek?" Tanya gadis kecil yang duduk di samping Leo.


"Nenek?!" Suara Nyonya Zaki dari seberang telepon kembali terdengar.


"Ahh,, jadi kau Nenekku?! Halo Nenek, perkenalkan namaku Leonita, senang bisa berbicara dengan nenek!!" Seru Nita yang merasa sangat senang langsung membuat semua orang yang mendengar suara gadis kecil itu kini tercengang di tempat mereka.


Bahkan orang yang ada di seberang telepon juga terperanga menatap layar telepon.


Nenek????


Sementara Nita, dia dengan mata berbinar-binar menatap layar ponsel itu menunggu suara neneknya kembali terdengar.


Tetapi yang terjadi malah sebaliknya panggilan itu malah ditutup secara sepihak.


Tut tut tut...


Hal itu membuat mata Nita langsung berbinar-binar dengan air mata terkumpul di matanya.


"Kenapa nenek mematikannya? Apakah dia tidak senang berbicara denganku?" Tanya Nita sembari menatap ayahnya langsung membuat Leo menata menarik gadis kecil itu ke pelukannya.


"Itu bukan ditutup karena disengaja, tetapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi di seberang telepon hingga membuatnya ditutup secara buru-buru." Kata Leo menenangkan gadis kecil itu.


Sementara Bunga, dia langsung bernafas liga lalu perempuan itu langsung pergi ke kamarnya untuk menenangkan jantungnya yang terus berpacu amat kencang.


Namun kau mah dia baru selesai bergumang ketika ponsel yang dipegang oleh Leo kembali lagi berdering.


Dring....... Dring....... Dring.......


"Ah!! Nenek kembali melakukan video call?!!" Tanya Nita sembari menatap ayahnya karena menunggu pria itu menjawab pertanyaannya.


Hal itu langsung membuat jantung Bunga kembali berdegup amat kencang, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun sebab Leo yang ada di sana sudah menganggukkan kepalanya pada putrinya lalu pria itu menekan tombol terima pada layar ponselnya.


Langsung saja tampak seorang wajah perempuan yang menatap mereka dengan mata yang terbuka lebar.


"Nenek!!!" Seru Nita dengan suara yang begitu keras sembari merebut ponsel dari tangan Leo.


Hal itu langsung membuat perempuan yang ada di seberang telepon mengerjapkan matanya melihat Bagaimana posisi kedua orang itu.


Terlihat jelas putranya yang begitu kaku dan tak pernah bersosiallisasi dengan orang lain, apalagi anak-anak sedang memangku seorang gadis kecil yang hubungan Mereka tampak begitu dalam.


Bahkan, baru saja dia melihat gadis kecil itu merebut ponsel milik Leo secara sembarangan. Tetapi lihat sama sekali tidak memarahinya dan wajah pria itu tampak baik-baik saja.


"Gadis kecil?" Ucap Nyonya Zaki yang merasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


"Nenek,, namaku Nita, senang bisa berbicara dengan nenek!" Seru Nita.


"Nita? Itu,, bolehkah kau katakan apa hubunganmu dengan Putraku? Kenapa kau bersama dengan Putraku?" Tanya Nyonya Zaki yang benar-benar merasa aneh dengan apa yang terjadi.


"Tentu saja dia ayahku!" Seru Nita lalu berbalik menatap ayahnya sambil berkata, "benar 'kan Ayah?!"


"Iya benar," jawab Leo sembari tersenyum dengan tangan pria itu langsung membelai rambut tipis milik putrinya.


Sementara perempuan yang berada di seberang telepon yang melihat adegan itu, bahkan melihat senyum putranya, bahkan melihat pria itu sedang mengelus kepala seorang gadis kecil,,,,,, dia seperti tak mampu berkata apa-apa dan tangannya jadi gemetar memegang ponsel itu.


"Cu,, cu,, cucuku?" Ucap perempuan itu dengan perasaan yang seperti meledak-ledak.