
"Ibu!!!" Seru seorang gadis kecil yang berlari memasuki kamar Leo dan Jessica.
"Sayang," ucap Jessica langsung membawa gadis kecil itu ke gendongannya lalu mencium pipi gadis kecil itu dengan lembut.
"Aku membawakan sebuah hadiah," ucap gadis kecil itu menyerahkan sebuah kotak kecil pada ibunya, "ini adalah hadiah untuk Ibu dan Ayah jadi Ibu dan Ayah harus membukanya bersama-sama."
"Ah,, Kenapa Putri ibuu jadi penuh kejutan seperti ini?" Ucap Jessica lalu dia melihat Nanta juga memasuki kamarnya sembari membawa sebuah map coklat.
"Ini juga hadiah dari Nanta untuk ayah dan ibu."ucap Nanta sembari memberikan map coklat pada ibunya.
"Ah,, terima kasih sayang," kata Jessica mengambil map coklat itu lalu dia menunduk mencium kening putranya.
Saat itu, Leo yang berada di kamar mandi dan mendengar percakapan dari luar langsung buru-buru menyelesaikan acara mencuci mukanya, lalu pria itu kemudian keluar dan melihat 3 orang yang sementara berjalan ke arah sofa di kamar itu.
"Ayah,, kemarilah!!!" Seru Nita sembari melambaikan tangannya pada ayahnya agar pria itu mendekat ke arah mereka.
Maka Leo pun mendekat ke arah ketiga orang itu dan duduk di sana dengan Nanta yang langsung bergeser mendekati ayahnya sebagai pertanda bahwa pria kecil itu ingin dipangku.
Leo sudah terbiasa dengan sikap Nanta, itu pria kecil itu tidak pernah mau berbuat manja pada ibunya, tetapi padanya, pria kecil itu selalu ingin digendong ataupun dipangku.
Jadi Leo lalu menarik pria kecil itu ke pangkuannya lalu dia menatap ke arah dua benda yang ada di atas meja.
"Hadiah apa yang kalian bawa dan kenapa tiba-tiba memberi hadiah?" Tanya Leo yang sangat penasaran dengan rencana kedua anaknya.
"Ayah dan ibu, bukanlah bersama," ucap Nanta mengambil dua benda itu lalu menyerahkannya pada Leo dan ibunya agar mereka membukanya.
"Ayah akan membuka kotak ini dan ibu akan membuka amplop ini." Kata Nanta langsung membuat kedua orang itu mengambil masing-masing satu barang lalu mereka mulai membukanya.
Jessica yang membuka amplop di tangannya begitu terkejut ketika dia melihat perikop surat tersebut ialah sertifikat pernikahan yang resmi.
"Ini,,," Jessica terus menariknya dari dalam amplop dan terkejut ketika dia melihat namanya dan nama Leo sudah diukir dengan indah di situ, bahkan telah ditandatangani dan disahkan oleh pencatatan sipil.
Hanya yang kurang di sana adalah tanda tangannya dan Leo.
Sementara Leo yang membuka kotak kecil, pria itu menemukan dua buah cincin di dalam sana dan dia mengambil salah satu cincin lalu melihat ukiran nama yang tertera di bagian dalam cincin.
Itu adalah namanya dan Jessicca.
Hal itu langsung membuat Leo tersenyum lalu dia mencium puncak kepala putranya karena dia merasa senang dengan putranya yang akhirnya mendesak Jessica agar segera menikah dengannya.
Karena selama ini dia menahannya karena takut bila perempuan itu terkejut dengan permintaannya yang tiba-tiba.
"Ayah dan ibu harus menerima hadiah kami loh. Kalau tidak diterima, nanti aku dan Kak Nanta jadi sedih!!" Tiba-tiba ucap Nita langsung membuat Jessica menahan tawanya.
"Tentu saja kami akan menerima hadiah dari anak-anak kami yang tercinta ini," ucap Jessica mencium pipi gadis kecil itu karena dia benar-benar tidak menyangka dengan rencana kedua anaknya untuk mempersatukan mereka.
Maka Jessica dan Leo saling bertatapan lalu Jessica berkata, "dalam hitungan ketiga, Ayo kita perlihatkan hadiah yang ada di tangan kita masing-masing."
"Baik," jawab Leo sembari menganggukkan kepalanya.
Maka Nanta yang ada di pangkuan Leo langsung berkata, "Kalau begitu, biar aku dan Nita yang menghitungnya."
Mendengar ucapan kakaknya maka Nita langsung menganggukkan kepalanya lalu dengan jari kecilnya perempuan itu kemudian mengangkat telunjuknya sambil berkata, "satu! Dua! Tiga!"