Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
62. Berbicara dengan Clara


"Halo?" Ucap Jessica yang tiba-tiba mendapat panggilan dari Bunga.


"Kami sudah ada di depan gedung menunggumu, Jadi kau tidak perlu memesan taksi." Ucap Bunga dari seberang telepon diikuti suara Nita yang sangat bersemangat.


"Ya ya ya...!! Kami di sini menjemput ibu!!!" Suara gadis kecil itu langsung membuat Jessica tersenyum, dan seluruh penatnya pada hari itu seolah menghilang seperti embun yang menguap karena terkena cahaya matahari.


"Baiklah, aku segera keluar," ucap Jessica sembari menutup panggilan itu dan hendak pergi keluar untuk menemui Bunga.


Tetapi dia menghentikan langkahnya ketika Baron dan Clara tiba-tiba mendekati nya.


Terlihat Clara begitu erat memeluk lengan Baron dan perempuan itu tersenyum penuh makna ke arahnya.


'Ah,, Clara memang tidak pernah berubah, dia tersenyum seperti itu ketika Baron tidak melihatnya, tapi ketika Baron melihatnya, dia tampak seperti anak anjing yang lucu dan tidak akan pernah berbuat salah.' ucap Jessica dalam hati, berusaha menahan dirinya agar tidak menyerang perempuan laknat di depannya.


"Apakah kau mau pulang? Bagaimana kalau kita pulang bersama? Kami akan mengantarmu sampai depan rumah." Ucap Clara sembari melemparkan senyum indah yang mematikan.


"Ah,, Kalian baik sekali, masih sama baiknya seperti 6 tahun yang lalu. Tapi sayang sekali, aku sudah dijemput oleh seseorang, jadi aku duluan." Ucap Jessica segera berbalik pergi untuk meninggalkan dua orang menyebalkan di depannya.


Tetapi, dia belum sempat melangkah jauh Ketika lengannya dicekal oleh Clara.


"Kenapa kau seperti ini? Jelas-jelas tadi aku mendengar pembicaraanmu dengan temanmu bahwa kau akan memesan taksi. Lagi pula kami benar-benar tulus ingin membantumu, ahhh, dan juga sekaligus ingin bertemu dengan keponakan-keponakan kami." Ucap Clara langsung membuat Jessica tersenyum konyol.


"Apakah kalian berniat menunjukkan adegan tidak senonoh di depan kedua anakku yang masih kecil? Ataukah kalian sudah memikirkan kesalahan kalian dan berniat untuk meminta maaf pada mereka?" Ucap Jessica langsung membuat dua orang di depannya membeku.


'Sejak kapan Jessica seperti ini? Mengapa dia jadi pandai bersila lidah dan bahkan,,, dia pandai memutar balikan fakta untuk memojokkan kami?' Clara sangat terkejut dengan perubahan Jessica.


Tak berbeda dengan Clara, baron pun sangat terkejut, karena dia sudah tidak menjapati lagi sosok lembut dan malu-malu pada Jessica.


Namun begitu, kecantikan perempuan itu tetap terjaga dan bahkan dengan sifatnya yang tegas seperti sekarang, semakin membuat Baron merasa bahwa perempuan itu berubah menjadi jauh lebih baik.


"Itu,, Bagaimana bisa kau berkata seperti itu pada kami? Kami benar-benar tulus untuk memberimu tumpangan," ucap Clara kini dengan suara yang serak dan wajah yang sedih menatap perempuan di depannya.


Hal itu membuat Jessica sangat ingin tertawa keras, Tapi tentu saja dia menahannya, sebab ada banyak orang yang melihat mereka.


Jadi dia langsung berkata, "Tenang saja, aku selalu tahu bahwa kalian selalu tulus padaku, sama seperti ketika enam tahun yang lalu. Tapi untuk saat ini, aku benar-benar telah dijemput oleh seseorang, jadi aku duluan."


Setelah berbicara, Jessica langsung berbalik meninggalkan kedua orang itu dan pergi mencari mobil milik bunga.


"Hei!!!" Bunga melambaikan tangannya pada Jessica saat dia melihat perempuan itu telah keluar.


Maka Jessica langsung berlari ke arah mobil dan melihat wajah Bunga langsung berubah ketika dia menatap ke belakang Jessica.


Jadi perempuan itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke belakang, ternyata di sana ada Clara yang sedang berdiri menunggu Baron yang tengah pergi ke parkiran bagian dalam untuk mengambil mobil.


Tetapi Jessica tidak terlalu memperdulikannya dan hanya berlari ke mobil lalu membuka pintu mobil.


"Apa kalian sudah menunggu lama?" Tanya Jessica.


"Tidak lama!!" Jawab Nita langsung memeluk ibunya.


Sementara Bunga, perempuan itu tidak kembali masuk ke dalam mobil dia hanya membuka sedikit pintu mobil lalu memasukkan kepalanya dan berkata, "tunggu sebentar di sini, aku mau berbicara dulu dengan Clara."


Meski Jessica tidak mengerti mengapa Bunga mau menghabiskan waktunya untuk berbincang dengan orang itu, tetapi dia hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan Bunga pergi menemui Clara.