
Drrriiinnnggggg.......
Drrriiinnnggggg.......
Drrriiinnnggggg.......
Jessica langsung menelan air liurnya lalu berpikir bahwa Ada hal penting yang hendak dibicarakan oleh Leo, jadi dengan tangan yang sedikit gemetar dia mengambil ponsel itu untuk mengangkatnya.
"Halo?" Ucap Jessica pada orang di seberang telepon.
Tetapi setelah menunggu beberapa detik, tidak ada yang menjawabnya dari seberang telepon, jadi Jessica melepaskan ponsel itu dari telinganya lalu menatap layarnya.
Panggilannya masih terhubung tapi orang di seberang telepon tidak berbicara.
Jadi Jessica kembali meletakkan ponsel itu di telinganya sambil berkata, "halo Kak Leo, ini aku Jessica, Apakah Kak Leo masih di sana?"
Jessica berpikir tidak akan ada yang menjawab teleponnya dari seberang telepon, jadi ketika 3 detik masih terjadi keheningan, perempuan itu melepaskan ponselnya dari telinganya.
Tetapi kemudian dia mendengar suara samar dari seberang.
"Ya," suara Leo yang begitu pelan.
Hal itu membuat Jessica kembali merapatkan ponsel itu di telinganya lalu dia berkata, "jadi Kak Leo masih di sana ya, Bunga sedang pergi ke toilet, jadi aku mengangkat telepon dari Kak Leo karena berpikir teleponnya mungkin penting."
Nita yang sedari tadi mendengarkan ibunya yang berbicara dengan orang di seberang telepon langsung berkata, "Ibu, siapa itu Leo? Mengapa namanya sama dengan nama kami?"
Pertanyaan Nita langsung membuat Jessica tersadar bahwa saat itu dia mengangkat teleponnya di depan kedua anaknya, jadi perempuan itu memegang erat ponselnya dan menatap kedua anaknya dengan bingung.
Dan Jessica belum sempat berbicara apapun ketika pria dari seberang telepon sudah lebih dulu berkata, "Apakah gadis kecil yang baru saja berbicara adalah gadis yang mengatakan bahwa aku adalah ayahnya?"
Pertanyaan itu langsung membuat Jessica menelan air liurnya lalu dia berkata, "Maaf, aku harus menutup teleponnya sekarang."
Tut tut tut...
Tangan Jessica menjadi gemetar ketika dia selesai menekan tombol merah pada ponsel itu, lalu dia meletakkannya di sampingnya dan menatap dua anaknya yang sedang memperhatikannya.
"Ada apa Bu?" Tanya Nanta yang bisa melihat kegugupan ibunya.
Jessica tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, "Ibu baik-baik saja, hanya saja itu adalah Kakak Tante Bunga, jadi ibu berpikir sebaiknya nanti biar Tante Bunga saja yang berbicara dengannya."
Nanta langsung menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia sudah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.
Tetapi Nita yang berada di samping Nanta, gadis kecil itu berkata, "tapi Bu, Mengapa namanya Leo? Namanya mirip dengan nama kami!!!"
Jessica langsung tersenyum mendengar pertanyaan putrinya, "Leo adalah sebuah zodiak untuk semua orang yang lahir di bulan Agustus. Makanya ada banyak orang yang menggunakan namanya.
"Nama kalian pun diberikan nama Leo di depannya, karena itu adalah keinginan Tante Bunga, dia mau supaya kalian bisa sekuat Leo, hewan yang menjadi lambang raja yang tangguh. Seorang pemimpin cerdas, tegas, berani dan juga rela berkorban demi kebaikan." Ucap Jessica langsung membuat Nita tersenyum senang.
"Wah,,,, bagus sekali!!! Kalau begitu aku akan berterima kasih pada Tante Bunga karena sudah memberikanku nama yang begitu bagus!!!" Ucap Nita bersorak kegirangan sambil menunggu Bunga untuk datang menghampiri mereka.
Tetapi Jessica, perempuan itu meramas ujung gaunnya sambil berusaha menenangkan nafasnya.
'Tidak tidak,,, aku tidak boleh setakut ini. Lagi pula, suatu saat semua orang memang akan tahu bahwa aku telah memiliki dua orang anak. Jadi aku harus tenang,,, harus tenang!!!' ucap Jessica dalam hati berusaha menenangkan dirinya agar dia tidak mengingkari hubungannya dengan kedua anaknya.