Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
55.


Setelah tiga orang yang duduk di kafe sudah cukup lama menunggu, maka ponsel Bunga kembali berdering.


Bunga langsung melihat ponselnya karena takut bila yang kembali menelpon ialah kakaknya. Tapi perempuan itu bernapas dengan lega saat melihat yang menelpon ternyata adalah Jessica.


Jadi perempuan itu dengan cepat mengangkat teleponnya.


"Halo, Bagaimana castingmu?" Tanya Bunga dengan nada suara paling penasarannya.


"Baik, aku rasa aku akan mendapatkan perannya. Sekarang aku sedang berjalan ke cafe yang kalian tempati, Tunggu aku di situ." Ucap Jessica dari seberang telepon.


Tetapi Bunga langsung berkata, "Kau tidak perlu ke sini, tunggu kami di depan gedung dan kami akan menjemputmu!!"


Setelah berbicara, Bunga tidak menunggu jawaban dari seberang telepon dan perempuan itu langsung mematikan ponselnya, lalu menatap dua anak kecil yang sedang memandanginya.


"Ibu kalian sudah selesai, ayo kita pergi menjemput Ibu kalian." Ucap Bunga langsung diangguki oleh Nita, lalu kedua anak kecil itu segera mengikuti Bunga ke arah kasir untuk membayar, lalu masuk ke dalam mobil mereka.


Brummmm.......


Mobil meninggalkan kafe menuju ke arah gedung yang ditempati Jessica melakukan casting.


"Apa yang tadi dikatakan oleh ibuku? Apakah dia bilang kalau Ibuku berhasil mendapatkan perannya?" Tanya Nita dengan mata berbinar-binar menatap tantenya, sebab dia tidak sabar untuk mendapatkan kabar baik.


Bunga tersenyum, lalu dia berkata, "tentu saja ibumu berhasil mendapatkannya, Ibu kalian adalah orang yang hebat!"


Ucapan Bunga langsung membuat Nita bersorak kegirangan, "hore!!! Kalau begitu, sebentar lagi aku akan melihat Ibu muncul di layar bioskop!!!"


Bunga tersenyum melihat kegirangan keponakannya, lalu mobil berbelok ke dalam gedung dan melihat Jessica yang sudah menunggu mereka.


Nita dengan cepat menurunkan kaca jendela mobilnya lalu melambaikan tangan ke arah ibunya.


"Ibu!!!" Teriak gadis kecil itu langsung membuat Jessica menghampiri mereka.


"Putriku," ucap Jessica membuka pintu lalu duduk di depan sambil memangku Nita.


"Ibu berhasil mendapatkan perannya kan?" Langsung tanya Nita dengan mata berbinar-binar menatap ibunya.


"Tentu saja!" Jawab Jessica kembali membuat Nita berseru kesenangan.


Sementara Nanta yang duduk di kursi penumpang belakang, pria itu menatap ibunya sambil berkata, "Lalu setelah Ibu mendapat peran itu, di mana ibu akan melakukan syutingnya?"


Jessica langsung menoleh ke belakang dan melihat wajah cemas Nanta, seolah pria kecil itu sudah memiliki firasat bahwa ibunya akan menjauh dari mereka saat syuting filmnya dilakukan.


Sementara Bunga, dia menatap ke arah Jessica sambil berkata, "Sekarang sudah jam makan siang, Bagaimana kalau kita pergi merayakan keberhasilanmu dengan menyantap barbeque?"


Jessica langsung tersenyum sambil berkata, "terserah anak-anak saja, mereka mau makan apa."


Ucapan ibunya langsung membuat Nita berkata, "steamboat!!!!"


Dengan begitu, mereka langsung pergi ke restoran hotpot.


Begitu mereka tiba, Bunga langsung meletakkan tas dan ponselnya lalu perempuan itu permisi untuk pergi ke toilet karena sedari tadi dia sudah menahan panggilan alamnya, sebab tidak mau meninggalkan Nita dan Nanta.


Hilangnya Nita di restoran kue sudah menjadi trauma baginya untuk meninggalkan anak gadis yang nakal itu.


Jadi hanya Jessica bersama kedua anaknya yang tinggal di meja sambil menunggu pesanan mereka.


Setelah beberapa saat, tiba-tiba saja ponsel Jessica yang diletakkan di atas meja berdering.


Drrriiinnnggggg.......


Drrriiinnnggggg.......


Drrriiinnnggggg.......


Jessica langsung melihat ponsel itu dengan tulisan pemanggil di sana ialah LEO.


Jessica tidak mau mengangkat panggilan itu secara sembarangan jadi dia hanya mendiamkannya saja sampai panggilannya berhenti.


Tapi kemudian, ponsel itu kembali berdering dengan nama pemanggil yang sama.


Drrriiinnnggggg.......


Drrriiinnnggggg.......


Drrriiinnnggggg.......


Jessica langsung menelan air liurnya lalu berpikir bahwa Ada hal penting yang hendak dibicarakan oleh Leo, jadi dengan tangan yang sedikit gemetar dia mengambil pensol itu untuk mengangkatnya.


"Halo?" Ucap Jessica pada orang di seberang telepon.