
Di Villa yang ditempati oleh Jessica dan Bunga serta kedua saudara kembar tinggal, Jessica baru saja kembali dari luar dan membawa semua peralatannya.
"Syuting kalian sudah selesai?" Langsung tanya Bunga sembari membantu Jessica membawa barang bawaannya ke dalam rumah.
"Iya, tadi juga kami sudah melakukan acara perpisahan secara dadakan, karena sutradara dan asistennya harus berangkat ke negara A untuk pekerjaan dadakan." Kata Jessica kini bernafas lega karena satu pekerjaannya telah selesai.
"Bagus sekali, Kalau begitu Kau akan fokus pada film ibu. Apakah kau sudah dihubungi tentang kapan kalian akan mengadakan acara pertemuan?" Tanya Bunga sembari meletakkan tas Jessica di atas meja.
Jessica tersenyum menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, "sudah, dan karena acara pertemuannya dilakukan di kota, kita maka aku yakin syutingnya juga akan dilakukan di kota kita. Tapi oya, di mana anak-anak?"
Bunga langsung tersenyum, "Mereka ada di pantai. Katanya mau mengirim surat botol lagi," ucap Bunga langsung membuat Jessica berdiri lalu perempuan itu segera berjalan ke arah belakang Villa.
"Kalau begitu aku akan pergi ke sana," ucap Jessica tidak dihiraukan oleh Bunga.
Sementara Jessica yang sudah tiba di pantai, perempuan itu melihat dua anaknya sedang duduk di sebuah kursi kayu dan menulis surat yang akan mereka masukkan ke botol untuk dilemparkan ke laut.
"Namaku Nita, sekarang sudah berumur 5 tahun, beberapa hari yang lalu aku mendapat pena dari ayahku dan aku merasa sangat senang.
"Tapi sayangnya, ayahku harus pergi terburu-buru dan dia tidak pernah lagi menelpon setelah dia meninggalkan kami. Aku harap suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan ayah dan bisa memeluk Ayah dengan hangat.
"Oya, pena Ayah masih ada bersamaku dan aku akan menyimpannya dengan sangat baik," Ucap Nanta membaca surat yang telah Ia tulis mewakili perasaan adiknya.
"Sudah, sekarang masukkan ke botol!!!" Seru Nita menggulung surat itu dan memasukkannya ke botol untuk dilemparkan ke laut.
Jessica yang berdiri di kejauhan mendengar percakapan kedua anaknya, ia langsung mengepal erat tangannya lalu dia melangkah mendekati kedua anaknya.
"Ibu!!" Seru Nita yang terkejut melihat kedatangan ibunya.
"Kalian menulis surat botol lagi?" Ucap Jessica sambil mengelus puncak kepala putrinya dengan tatapan perempuan itu tertuju pada botol yang ada di tangan Nita.
Ekspresi putrinya benar-benar membuat Jessica menghela nafas, jadi perempuan itu mengambil botol dari tangan putrinya sambil berkata, "biar ibu yang melemparnya ke tengah laut."
Nita hanya menganggukkan kepalanya, lalu membiarkan ibunya melemparkan botol tersebut ke tengah laut sambil memandang botol itu dengan tangan kecilnya memegang erat pena miliknya.
"Ayah,, Ayah harus menemukan suratku!!!! Ayah harus tahu kalau aku sangat merindukan ayah!!!" Ucap Nita membuat dua orang yang bersamanya langsung menatap gadis kecil itu.
Ketiganya berada dalam keheningan hanya ditemani suara ombak yang datang bersama dengan angin pantai.
Setelah beberapa saat, suara Bunga dari belakang langsung membuat ketiga orang itu menoleh ke belakang.
"Hei kalian!!!! Waktunya makan malam!!!" Teriak Bunga langsung membuat Jessica membawa kedua anaknya kembali ke dalam villa.
"Aku akan mandi dulu, kalian makanlah lebih dulu." Ucap Jessica langsung beranjak ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Ketiga orang yang ditinggalkan langsung duduk di meja makan dengan Bunga yang melayani kedua keponakannya.
"Tante," tiba-tiba suara Nanta membuat Bunga menatap keponakan laki-lakinya.
"Ada apa sayang?" Tanya Bunga.
"Hm,, setelah makan malam nanti, bolehkah aku berbicara berdua dengan tante?" Tanya nanti langsung membuat Jessica menata pria itu dengan rasa penasarannya.
Nanta Tidak pernah berbicara berdua dengannya, karena pria itu selalu terbuka dan jujur, Jadi jika pria itu tiba-tiba mengajaknya untuk berbicara berdua saja, maka hal itu membuat Bunga merasa aneh.
Tetapi Bunga tetap menganggukkan kepalanya, "baiklah," ucap Bunga.