Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
44. Taksi yang datang


Setelah lama menunggu, akhirnya mereka mendapat taksi lalu menaiki taksi ke sebuah toko kue yang tak jauh dari rumah mereka.


"Pak tolong tunggu sebentar ya," ucap Jessica pada sopir taksi sembari membukakan pintu untuk kedua anaknya.


"Baik Nyonya," jawab sang sopir taksi lalu pria itu kemudian mematikan mesin kendaraannya sembari menatap ke arah Jessica yang kini membawa kedua anaknya ke dalam toko kue.


Di dalam toko kue, Nanta dan Nita sibuk melihat-lihat kue yang akan mereka belikan untuk tante mereka.


Sementara Jessica, perempuan itu dengan cemas memikirkan kepulangannya ke Villa.


'Bagaimana kalau Kak Leo belum kembali? Dia akan melihat kedua anakku dan tentunya akan mempertanyakan mereka. Bagaimana ini?' ucap Jessica dalam hati sembari mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


'Aduh,, daya bateraiku sama sekali tidak bisa membuat ponselnya menyala.' ucap Jessica sembari menoleh ke arah jam dinding yang diletakkan di dalam toko kue itu..


Sudah jam 09.00 pagi, 'Bunga bilang kakaknya akan pergi pagi jadi aku rasa jam segini sudah tidak ada lagi Kak Leo di sana.' pikir Jessica dalam hati sembari berharap bahwa apa yang ia pikirkan itu adalah sebuah kebenaran.


Sementara di Villa, Bunga dengan cemas mondar-mandir di depan rumah kala ia sudah melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 09.00 tetapi kakaknya belum juga keluar dari kamar.


"Bagaimana ini???" Bunga merasa sangat cemas sembari perempuan itu menimbang-nimbang dalam hatinya untuk mengusir kakaknya agar pria itu segera meninggalkan Villa.


Masih gelisah beberapa menit, akhirnya Bunga memutuskan untuk menghampiri kamar kakaknya dan mengetuk pintu kamar pria itu.


Tok tok tok....


"Kak?" Ucap Jessica sembari menempelkan daun telinganya ke pintu untuk mendengar suara dari dalam.


"Uh,, Kak,, Apakah kakak tidak jadi kembali?" Tanya Bunga dengan suara gugupnya menatap kakaknya yang sama sekali tidak ada penampilan untuk meninggalkan Villa.


"Aku akan berangkat 30 menit lagi." Jawab Leo membuat Bunga seolah disambar oleh petir yang mengkilat-kilat.


"Ada apa?" Tanya Leo ketika dia membaca raut wajah adiknya langsung berubah ketika dia mengatakan jam keberangkatannya.


"Itu,,," Bunga kebingungan harus menjawab apa perempuan itu memaksa otaknya untuk berpikir keras sebelum lanjut berkata, "anu,,, aku sudah ada janji untuk keluar. Jadi tidak akan bisa menemani kakek sampai--"


"Aku bisa sendiri," jawab Leo langsung membuat Bunga mematung lalu perempuan itu melihat kakaknya menutup pintu kamarnya.


'Astaga, bagaimana ini!!!!' Bunga menjambak rambutnya sendiri dengan rasa pusing memenuhi kepalanya.


Setelah berpikir-pikir selama beberapa menit, akhirnya Bunga memutuskan untuk keluar dari rumah dan menunggu ketika orang itu di depan gerbang masuk.


'Aku harus menunggu di sini, kalau Kakak keluar lebih awal daripada mereka, maka aku akan mengantar Kakak ke bandara. Dan kalau Jessica dan keponakanku datang lebih awal, maka aku akan memberi kode pada Jessica agar kami berjalan-jalan sebentar sampai Kakak meninggalkan rumah!' pikir Bunga dalam hati sembari berdiri dengan gugup bersandar pada mobilnya sembari meramas-remas jari tangannya yang terasa dingin dan berkeringat.


Setelah 15 berdiri, akhirnya sebuah taksi berhenti tepat di depan Bunga.


Pintu penumpang taksi itu langsung terbuka lalu sebuah teriakan terdengar di telinga bunga.


"Tante!!!" Teriak Nita sembari turun dari taksi.