Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
38. Memang benar karena Leo


Setelah berbicara dengan putranya, Ketiga orang itu kemudian membersihkan diri, lalu sesuai dengan rencana mereka, Jessica memesan ayam goreng untuk mereka nikmati pada malam hari itu.


Sembari duduk di depan TV yang memperlihatkan siaran kartun, ketiga orang itu menyantap ayam goreng yang dipesan oleh Jessica.


"Mm.... Ayam goreng ini sangat enak. Seandainya Tante Bunga ada di sini dia akan memakan lebih banyak daripada kita bertiga!!!" Seru Nita sembari menggigit ayam goreng yang ada di tangannya.


Sementara Jessica dan Nanta, kedua orang itu hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Nita yang selalu membuat heboh.


Setelah beberapa saat, Nanta kembali teringat akan pria yang diduga kekasih Bunga, jadi pria kecil itu menatap ibunya sembari berkata.


"Ibu, bolehkah aku kembali meminjam ponsel ibu dan melihat rekaman CCTV yang ku pasang di rumah? Aku masih sangat penasaran dengan wajah kekasih Tante Bunga!!" Kata Nanta sembari menatap ibunya dengan penuh harap.


Ucapan putranya langsung mengingatkan Jessica akan kejadian ketika dia melihat sosok itu di atas kereta api, 'Aku penasaran, Mengapa setiap kali aku melihat Kak Leo aku selalu merasa sakit hati, ketakutan dan terlebih kembali mengingat pada kejadian 6 tahun lalu.


'Apa sebaiknya aku melihatnya lagi sekarang untuk membuktikan Apakah aku benar-benar takut pada Kak Leo atau sebenarnya yang terjadi di kereta itu hanyalah sebuah betulan saja.' pikir Jessica dalam hati lalu perempuan itu segera berdiri mendapatkan ponselnya yang diletakkan di nakas samping tempat tidur.


Setelah mengambil ponselnya, Dia kemudian duduk di samping putranya.


Nita yang melihat kedua orang itu juga meletakkan ayam gorengnya, lalu dia bergabung dengan kedua orang itu untuk melihat rekaman CCTV.


"Apakah kekasih Tante Bunga sangat tampan? Aku ingin melihatnya dan melihat setampan apa dirinya!!!" Ucap Nita sembari menata penasaran pada layar ponsel yang sementara ditekan-tekan oleh kakaknya.


Jemari kecil Nanta menari di atas layar ponsel milik ibunya Lalu setelah beberapa saat rekaman CCTV yang dipasang di rumah kemudian menampakkan gambar.


"Ahhh,, dia masih saja membelakangi kita." Keluh Nanta sembari menghela nafas karena merasa kesal bahwa mereka tidak bisa melihat wajah pria itu.


"Ahhh!! Mereka juga sedang merayakan ulang tahun!!" Seru Nita sembari mengambil ponsel dari kakaknya, lalu menatap layar ponsel itu dengan intens.


Dilihatnya Bunga duduk di depan pria yang bersama dengannya lalu di tengah-tengah mereka ada sebuah kue tart yang dipasangi lilin.


Lilin-lilin itu telah tertiup dan dari salah satu sisinya tampak terlihat bahwa mereka telah memotong kue itu untuk dimakan.


Nita mengembalikan ponselnya pada kakaknya lalu perempuan itu menggembungkan pipinya sembari menghela nafas dengan kasar.


"Mengapa Tante Bunga memilih merayakan ulang tahun bersama paman itu dan bukannya bersama kita?? Apakah Tante Bunga lebih menyayangi pria itu daripada kita sendiri yang adalah ponakannya?" Tanya Nita sembari menatap kakaknya dengan wajah kesalnya.


Nanta mengangkat kedua bahunya lalu pria itu melihat ke arah ibunya yang tampak bingung menatap ke arah ponsel yang masih ada di tangan Nanta.


'Astaga, perasaan ini kembali lagi, Jadi benar, setiap kali aku melihat Kak Leo, aku selalu teringat akan kejadian di 6 tahun yang lalu. Tapi kenapa??' ucap Jessica dalam hati sembari memijat kenangnya dan memejamkan matanya.


Untunglah saat itu dia masih bisa mengendalikan dirinya, jadi dia langsung bersandar di sofa sembari mengatur nafasnya agar dia tidak jadi sesak.