
Setelah lelah berdiri, akhirnya sebuah taksi berhenti tepat di depan Bunga.
Pintu penumpang taksi itu langsung terbuka lalu sebuah teriakan terdengar di telinga Bunga.
"Tante!!!" Teriak Nita sembari turun dari taksi lalu berlari menghampiri tantenya dengan wajah yang penuh air mata.
"Ada apa sayang?" Tanya Bunga merasa terkejut melihat keponakannya yang manis kini sedang menangis sesegukan.
Lalu sopir taksi yang membawa Nita kemudian menghampiri Bunga.
"Nona, anak kecil ini tersesat dan Untung saja dia memakai kalung yang menuliskan alamatnya. Jadi saya mengantarnya kemari." Kata sang supir taksi langsung membuat Bunga terkejut lalu perempuan itu dengan cepat melihat keponakan kecilnya untuk memastikan bahwa anak kecil itu baik-baik saja.
Setelah memastikan Nita baik-baik saja, Bunga membayar sopir taksi itu 5 kali lipat dari harga yang sebenarnya.
"Terima kasih banyak telah mengantar keponakan saya dengan selamat. Semoga kebaikan Tuan dibalas oleh Dewi pelindung," ucap Bunga langsung dianguki oleh sang supir taksi.
"Tante!! Hiks,, hiks,, Aku takut sekali!!!" Kembali memeluk tantenya dengan erat.
"Baiklah,, baik, jangan menangis lagi, aku akan membawamu ke rumah dan kita akan menunggu ibu dan kakakmu di sana." Ucap Bunga langsung membawa keponakannya ke dalam mobil lalu mereka menyetir kembali ke dalam villa.
Begitu tiba di depan Villa, Bunga baru teringat bahwa dia sedang menghindari keponakannya untuk bertemu dengan Leo.
Tapi sudah terlambat, karena Nita sudah membuka pintu dan turun dari mobil sembari berjalan ke arah Villa.
Saat itu juga, Leo keluar dari villa sembari menarik kopernya.
Deg!
Deg!
Deg!
Perempuan kecil itu menyeka sisa-sisa air mata Di wajahnya lalu memperhatikan Leo dengan seksama.
"Ayah?" Ucap Nita mengejutkan dua orang dewasa yang melihat gadis kecil itu.
Leo pun berdiri memandang Nita dengan bingung, sebab dia merasa bahwa gadis kecil itu sangat menarik perhatiannya, dan terlebih,,, 'Kenapa dia memanggilku sebagai ayah?' pikir Leo dalam hati merasa begitu aneh.
"Kau ini,, apa kau ayahku?" Tanya Nita kini semakin melangkah mendekati Leo dan memegang tangan pria itu menggunakan kedua tangan kecilnya.
"Ibu bilang ayahku sangat mirip dengan kakakku. Kau terlihat mirip dengan kakak Nanta!" Ucap Nita membuat Bunga melototkan matanya lalu dengan cepat perempuan itu berlari ke arah Nita.
Dengan satu tarikan Bunga menarik Nita menjauh dari Leo lalu dia menatap kakaknya dengan gugup.
"Jangan dengarkan dia, dia hanya anak kecil yang sembarang berbicara." Ucap Bunga dengan tangan gemetar berharap supaya Nita tidak pernah mengatakan nama ibunya.
Tetapi di luar dugaan perempuan itu, Nita langsung menatap tantenya sambil berkata, "tapi, bukankah tante juga pernah bilang kalau ayahku sangat mirip dengan kakakku. Bukankah dia ini terlihat mirip dengan kakakku?"
Bunga langsung menggerututi dirinya karena dia pernah mengatakan hal itu, sebab Dia mau mengatakan kenyataan bahwa Nanta memang sangat mirip dengan ayah kandungnya.
Tapi siapa yang menyangka bahwa gadis kecil yang pernah ia bicara itu ternyata menyimpan kata-katanya itu dalam hati seperti berlian yang dijaga dengan baik.
Leo langsung mengerutkan keningnya menatap gadis kecil itu lalu dia berkata, "aku belum menikah, jadi Kau pasti salah lihat."
Nita yang mendengar ucapan Leo kembali menatap pria itu dan berkata, "benarkah? Ibuku juga belum menikah tapi dia sudah punya anak!!"
Bunga, "...."